{"id":2057,"date":"2019-03-20T17:00:42","date_gmt":"2019-03-20T10:00:42","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2057"},"modified":"2019-08-12T18:59:01","modified_gmt":"2019-08-12T11:59:01","slug":"perkebunan-dasar-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/perkebunan-dasar-laut\/","title":{"rendered":"Percaya Tidak Percaya, Perkebunan Ini Berada di Dasar Laut"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum kamu melanjutkan untuk membaca artikel ini, kamu bisa\u00a0menuliskan apa hal pertama yang terlintas di\u00a0pikiranmu saat tahu ada perkebunan di dasar laut.\u00a0Silahkan menuliskannya di kolom komentar di bawah ya. Satu orang dengan kalimat yang paling menarik akan mendapatkan hadiah istimewa dari Pak Tani Digital.<\/p>\n<p>Proyek perkebunan di\u00a0dasar laut terlihat seperti angan-angan atau sekadar mimpi belaka. Rasanya tidak mungkin dan sangat sulit untuk membayangkannya. Namun, hal itu dibantah oleh Sergio Gamberini yang merupakan seorang insinyur dari Genoa, Italia. Inovasi yang dilakukannya tidak terlepas dari kekhawatiran akan tidak tercukupinya lahan pertanian darat dalam memproduksi pangan. Jumlah pangan yang dibutuhkan oleh manusia\u00a0semakin lama\u00a0semakin meningkat secara eksponensial.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2059\" aria-describedby=\"caption-attachment-2059\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2059\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Berkebun-di-Dasar-Laut.jpg\" alt=\"Berkebun di Dasar Laut\" width=\"700\" height=\"394\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2059\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: dw.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Perkebunan dasar laut yang dipelopori oleh Sergio Gamberini berada di wilayah utara Italia dan dibangun pada kedalaman 100 meter di bawah laut. Bentuknya\u00a0seperti ubur-ubur raksasa yang terbuat dari bahan kaca dan diberi nama Kebun Nemo (Nemo\u2019s Garden). Proyek yang berorientasi ke masa depan ini dibangun oleh Ocean Reef Group yang selanjutnya dikoordinatori oleh Gianni Fontanesi dan secara rutin menyelam untuk merawat berbagai tanaman yang dibudidayakan.<\/p>\n<p>Menurut dia, pengalaman berkebun di\u00a0dasar laut tersebut sulit untuk digambarkan. Selain hasil panen yang tidak kalah dari lahan darat, kegiatan berkebunnya kerap juga ditemani oleh berbagai macam hewan lautan yang unik dan indah.<\/p>\n<p>Sistem yang diterapkan pada perkebunan ini memanfaatkan materi yang terkandung dalam lautan untuk membantu pertumbuhan tanaman. Salah satunya adalah air penyiraman yang digunakan pada tanaman diperoleh dari proses alami desalinasi air laut. Dengan kata lain, perbedaan temperatur mengakibatkan air laut menguap di\u00a0dalam balon kaca dan mengendap menjadi air tawar. \u00a0Air tawar tersebut kemudian menetes dan membasahi tanaman layaknya air hujan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2060\" aria-describedby=\"caption-attachment-2060\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2060\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Budidaya-Sayuran-di-Dasar-Laut.jpg\" alt=\"Budidaya Sayuran di Dasar Laut\" width=\"700\" height=\"394\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2060\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: dw.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain itu, menariknya, tidak ditemukannya hama di\u00a0dasar laut membuat produk yang dihasilkan lebih sehat dan bebas dari insektisida maupun zat kimia lainnya. Inilah salah satu keuntungan dari perkebunan dasar laut.<\/p>\n<p>Teknologi yang digunakan ini juga cukup canggih. Dengan data yang terpusat, proses <em><i>monitoring<\/i><\/em>\u00a0atau pengecekan data suhu dan kelembaban di\u00a0dalam rumah kaca (biosfer) dapat dilakukan di ruang monitor. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat dilakukan dengan segera. Sumber energi yang digunakan berasal dari energi surya\u00a0sehingga semua proses dilakukan secara organik dan sehat tanpa polusi.<\/p>\n<p>Saat ini, tim tersebut sudah memperoleh order dari berbagai Nngara dan sudah dipasang di Belgia, Mauritania,\u00a0dan Amerika Serikat. Proyek hijau tersebut tentu berkontribusi pada pertanian berkelanjutan di masa depan. Sistem tersebut sangat cocok untuk dikembangkan di negara-negara berkembang yang tandus dan kekeringan.<\/p>\n<p><iframe width=\"1110\" height=\"624\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Kxn1GR_Li8A?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/gundaling-farm-berastagi\/\"><strong>Gundaling Farm Berastagi, Agrowisata Peternakan Sapi di Berastagi<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: nemosgarden.com<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum kamu melanjutkan untuk membaca artikel ini, kamu bisa\u00a0menuliskan apa hal pertama yang terlintas di\u00a0pikiranmu saat tahu ada perkebunan di dasar laut.\u00a0Silahkan menuliskannya di kolom komentar di bawah ya. Satu&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2058,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,70,841],"tags":[459,16,461,462,460,52],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Percaya-Tidak-Percaya-Perkebunan-Ini-Berada-di-Dasar-Laut.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2057"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2057"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2063,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2057\/revisions\/2063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}