{"id":2070,"date":"2022-12-07T01:00:06","date_gmt":"2022-12-06T18:00:06","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2070"},"modified":"2022-12-07T09:50:00","modified_gmt":"2022-12-07T02:50:00","slug":"mencegah-kering-batang-tanaman-cabai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mencegah-kering-batang-tanaman-cabai\/","title":{"rendered":"5 Cara Mencegah Kering Batang pada Tanaman Cabai"},"content":{"rendered":"<p>Budidaya cabai merupakan salah satu jenis budidaya yang paling populer di dunia pertanian Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya peningkatan produksi cabai sejak tahun 2012 hingga 2016, yaitu dari 954.4 ribu ton cabai merah dan 702.3 ribu ton cabai rawit menjadi 1 juta ton cabai merah dan 939.1 ribu ton cabai rawit (<em>Lembaga Riset Katadata, 2016<\/em>). Bahkan, pemerintah memprediksi bahwa hingga akhir tahun 2018, produksi cabai Indonesia dapat mencapai rata-rata hingga 16.6 ribu ton per bulan.<\/p>\n<p>Namun, peningkatan produksi cabai tersebut dapat terhambat jika masalah-masalah tanaman\u2014hama atau penyakit\u2014menyerang. Salah satu masalah yang terjadi pada tanaman cabai adalah kering batang. Yang dimaksud dengan kering batang adalah kering batang yang terjadi pada tanaman yang baru ditanam.<\/p>\n<p>Umumnya, masalah ini terjadi karena penggunaan mulsa plastik. Hal ini disebabkan oleh\u00a0penggunaan mulsa plastik yang tidak tepat, yang\u00a0dapat menyebabkan tanaman mati karena hawa panas yang dihasilkan dari dalam mulsa. Biasanya, masalah ini terjadi di musim kemarau karena suhu udara yang tinggi.<\/p>\n<p>Jika masalah ini menyerang tanaman cabai secara terus-menerus atau pada lahan yang luas, tentu tingkat produktivitasnya pun akan menurun. Oleh karena itu, petani perlu mengetahui cara mengatasinya. Beberapa hal ini dapat diterapkan untuk mencegah kering batang pada tanaman cabai<\/p>\n<h2><b><\/b>Melakukan penyiraman tanaman secara rutin<\/h2>\n<p>Kering batang disebabkan oleh tanaman berada pada suhu yang tinggi. Sementara,\u00a0air yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidupnya juga tidak cukup. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan tanaman dengan menyiram\u00a0secara rutin, terutama pada tanaman cabai yang baru\u2014seperti yang telah dijelaskan, kering batang cenderung dialami oleh tanaman baru.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2072 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Menyiram-Tanaman.jpg\" alt=\"Menyiram Tanaman\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Penyiraman yang rutin akan membuat perkembangan akar menjadi lebih cepat. Dengan perakaran yang kuat, tanaman akan memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap cuaca ekstrem dan suhu tinggi dari dalam mulsa.<\/p>\n<h2><b><\/b>Mengaplikasikan perangsang akar<\/h2>\n<p>Sebelum bibit tanaman cabai ditanam, gunakanlah perangsang akar karena dapat mempercepat pertumbuhan akar baru\u00a0sehingga penyerapan air dapat berlangsung dengan maksimal dan kebutuhan air bagi tanaman dapat tercukupi.<\/p>\n<p>Perangsang akar yang diaplikasikan\u00a0dapat berupa ZPT kimia atau alami. Namun, tentu saja yang alami harus menjadi pilihan utama. ZPT alami bisa kita dapatkan dengan membuatnya sendiri dari bahan dasar bawang merah. Berikut ini adalah langkah-langkah mudah untuk membuatnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Ambil 10-15 siung bawang merah dan giling\/blender hingga halus.<\/li>\n<li>Tambahkan air bersih sebanyak 1 liter, lalu aduk hingga rata.<\/li>\n<li>Saring larutan tersebut agar terpisah dari akarnya.<\/li>\n<li>ZPT alami siap digunakan.<b><\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-lalat-buah-cabai\/\"><strong>Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Menutup lubang tanam dengan tanah yang cukup<\/h2>\n<p>Saat pengaplikasian mulsa untuk tanaman cabai, hal yang sering menjadi masalah adalah lubang tanam yang tidak ditutup dengan tanah yang cukup, sehingga hawa panas dari mulsa lebih cepat dan mudah menembus tanaman. Hal ini harus menjadi pertimbangan setiap petani yang ingin tanamannya terhindar dari kering batang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2073\" aria-describedby=\"caption-attachment-2073\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2073\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tanaman-Cabai-dengan-Penggunaan-Mulsa.jpg\" alt=\"Tanaman Cabai dengan Penggunaan Mulsa\" width=\"400\" height=\"369\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2073\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: javakarlos.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2><b><\/b>Menggunakan bambu<\/h2>\n<p>Selain menggunakan tanah sebagai penutup lubang tanam untuk menghindari hawa panas secara langsung dari mulsa, kita juga dapat menggunakan bambu yang masih bulat utuh untuk memagari batang tanaman.<\/p>\n<p>Caranya, potonglah bambu bulat utuh dengan panjang\u00a0kurang lebih 10 cm, lalu pasang untuk memagari tanaman (tanaman berada di dalam lingkaran bambu bulat). Bambu akan bekerja dengan menahan hawa panas secara langsung dari dalam mulsa<\/p>\n<h2><b><\/b>Menggunakan daun kelapa<\/h2>\n<p>Tidak ada rotan, akar pun jadi. Istilah ini dapat dianalogikan menjadi \u201ctidak ada bambu, daun kelapa pun jadi.\u201d Daun kelapa juga dapat dijadikan sebagai penangkal hawa panas dari mulsa. Fungsinya kurang lebih sama seperti bambu. Cara menggunakannya ialah dengan memotong daun kelapa sesuai dengan ukuran tanaman (atau sesuai kebutuhan). Kemudian, pasang daun kelapa tersebut untuk menutupi batang tanaman.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 cara mudah dalam mencegah kering batang pada tanaman cabai. Jika cara-cara di atas dilakukan dengan prosedur yang benar, penyakit batang kering pada cabai akan diminimalisir dan produktivitas tanaman pun cabai akan meningkat.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-daun-cabai-keriting-cara-mengendalikannya\/\"><strong>3 Hama Penyebab Daun Cabai Keriting dan Cara Mengendalikannya<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: jaidripirrigation.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis:\u00a0<a href=\"http:\/\/geniuslector.com\/\"><strong>Hutri Cika Berutu<\/strong><\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budidaya cabai merupakan salah satu jenis budidaya yang paling populer di dunia pertanian Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya peningkatan produksi cabai sejak tahun 2012 hingga 2016, yaitu dari 954.4&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2071,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,1],"tags":[37,466,469,8,467,468],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/5-Cara-Mencegah-Kering-Batang-pada-Tanaman-Cabai.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2070"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2070"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2074,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2070\/revisions\/2074"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}