{"id":2075,"date":"2022-06-23T05:00:17","date_gmt":"2022-06-22T22:00:17","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2075"},"modified":"2022-06-23T10:06:27","modified_gmt":"2022-06-23T03:06:27","slug":"cara-tanaman-salak-cepat-berbuah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-tanaman-salak-cepat-berbuah\/","title":{"rendered":"Ingin Menanam Tanaman Salak yang Cepat Berbuah? Ketahui Tips Ini"},"content":{"rendered":"<p>Tanaman salak merupakan tanaman yang tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 500\u00a0m di atas permukaan laut,\u00a0dengan tipe iklim tropis maupun sub-tropis. Pada kondisi lingkungan yang sesuai,\u00a0pohon salak akan berbuah pada umur 3 tahun. Tanaman salak muda\/ tunas muda salak lebih senang tumbuh di\u00a0tempat yang teduh. Umumnya,\u00a0salak muda atau bibit salak ditanam di\u00a0bawah tempat yang banyak pohon rindang di atasnya.<\/p>\n<p>Nah, bagi Anda yang ingin coba membudidayakan salak, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan supaya tanaman salak cepat berbuah dan maksimal. Yuk, tanpa berlama-lama, langsung saja simak di bawah ini.<\/p>\n<h2>Pembibitan<\/h2>\n<p>Pembibitan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan supaya tanaman salak cepat berbuah. Bibit salak umumnya ditanam dari biji yang diambil dari buah pohon salak yang bermutu. Namun, tanaman dari biji tidak selalu sama dengan induknya. Biji ditanam langsung di dalam <em><i>polybag<\/i><\/em>\u00a0dengan kedalaman tanah 3-5\u00a0cm. Masukkan 3-4 biji dalam satu <em><i>polybag<\/i><\/em>\u00a0dengan perbandingan tanah dan kompos 1:2. Setelah satu bulan,\u00a0biji akan tumbuh dan buang tanaman parasit yang tumbuh dan pindahkan ke\u00a0lahan yang kosong.<\/p>\n<p>Cara lain yang dikembangkan pada saat ini adalah melalui anakan atau biasa disebut\u00a0dengan\u00a0cangkokan. Bibit mulai dibuat dengan memasukkan potongan bambu pada pangkal tunas anakan pohon unggul tersebut. Media cangkok yang digunakan adalah <em><i>polybag<\/i><\/em>\u00a0dengan perbandingan campuran tanah dan kompos\u00a02:1. Setelah tunas anakan berakar di dalam <em><i>polybag<\/i><\/em>,\u00a0bibit harus segera disapih atau dipindah ke lahan kosong untuk mempercepat tumbuhnya akar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2077 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Buah-Salak.jpg\" alt=\"Buah Salak\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<h2>Perawatan<\/h2>\n<p>Setelah satu bulan,\u00a0biji salak akan tumbuh, siangi rumput yang berada di\u00a0sekitar\u00a0tanaman. Tanaman tetap dijaga agar tetap lembap, cukup air, dan mendapat tempat yang rindang selama di\u00a0bawah umur 1 tahun.<\/p>\n<p>Pupuk buatan diberikan setiap 3 bulan sekali sebanyak 25-500 gram untuk satu pohon dan terus meningkat sesuai dengan umur tanaman. Umur 1-3 tahun diberikan sebanyak 25-300 gram dan 300-500 gram pada umur 3-10 tahun.<\/p>\n<p>Sisakan daun pada tanaman sekitar 17 helai. Pelepah daun salak dipangkas dengan menggunakan gergaji atau sabit tajam. Dengan cara seperti ini,\u00a0sinar matahari akan masuk ke dalam ruas pelepah, pengambilan buah menjadi lebih mudah, dan memudahkan pekerja dalam aktivitas perawatan melalui celah tanaman.<\/p>\n<p>Bunga salak ada 3 macam yaitu betina, jantan, \u00a0dan campuran. Bunga jantan terbungkus oleh seludang\u00a0atau <em><i>spandex<\/i><\/em>\u00a0dengan tangkai yang memanjang. Agar pembuahan alami dapat dilakukan dengan cepat dan berhasil,\u00a0sebaiknya hilangkan bunga jantan dan sisakan 5-10% dari populasi yang ditanam sebagai sumber pejantan.<\/p>\n<p>Setelah salak mulai mengeluarkan bakal buah,\u00a0buah tersebut harus segera dibungkus\u00a0dengan menggunakan plastik, kain,\u00a0atau yang lainnya. Hal ini berguna untuk melindungi buah dari serangan penyakit maupun hama.<\/p>\n<h2>Pemanenan<\/h2>\n<p>Buah salak bisa dipanen setelah matang di\u00a0pohon, biasanya berumur 6 bulan setelah bunga mekar. Buah yang matang dan siap dipanen memiliki tanda warna kulit buah berwarna merah kehitaman atau kuning tua dan bulu-bulu kulit buah sudah hilang. Ujung kulit buah meruncing dan terasa lunak jika ditekan. Pemetikan buah dilakukan dengan cara memotong pada pangkal tangkai buah.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah tips-tips dalam membudidayakan buah salak supaya cepat berbuah, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga pemanenan. Jika cara-cara di atas dilakukan dengan benar, tidak menutup kemungkinan tanaman salak akan cepat berbuah. Bagaimana? Apakah Anda tertarik membudidayakan salak?<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-mudah-membudidayakan-kapulaga\/\"><strong>5 Langkah Mudah Membudidayakan Kapulaga<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Irjaun Naim<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanaman salak merupakan tanaman yang tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 500\u00a0m di atas permukaan laut,\u00a0dengan tipe iklim tropis maupun sub-tropis. Pada kondisi lingkungan yang sesuai,\u00a0pohon salak akan berbuah&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2076,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[473,310,471,474,470,472],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Ingin-Tanaman-Salak-Berbuah-Cepat-dan-Maksimal.-Ketahui-Tips-Ini.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2075"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2075"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2148,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2075\/revisions\/2148"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}