{"id":2101,"date":"2024-10-11T01:00:51","date_gmt":"2024-10-10T18:00:51","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2101"},"modified":"2024-10-11T09:14:07","modified_gmt":"2024-10-11T02:14:07","slug":"tanaman-refugia-pengusir-hama-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tanaman-refugia-pengusir-hama-alami\/","title":{"rendered":"Tanaman Refugia, Pengusir Hama Tanaman yang Alami"},"content":{"rendered":"<p>Saat ini, penggunaan pestisida maupun insektisida dianggap sudah wajar dan seperti sebuah keharusan untuk mengatasi\u00a0serangan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Padahal, penggunaan pestisida berbahan kimia bisa menjadi sumber racun bagi\u00a0manusia ketika mengonsumsi produk pertanian yang terlanjur menyerap zat-zat yang\u00a0terdapat pada pestisida maupun insektisida tersebut.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, petani perlu beralih ke cara yang lebih alami dalam mengendalikan hama ataupun OPT agar bisa menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan segar. Salah satu cara tersebut adalah dengan memanfaatkan tanaman hias yang disebut dengan refugia.<\/p>\n<p>Teknik refugia merupakan salah satu cara pengendalian hama dengan menggunakan tanaman hias yang ditanam di\u00a0pinggiran lahan pertanian untuk menarik minat serangga pemakan hama tanaman, lalu menjadi rumah dan sumber pakan bagi predator alami hama tersebut. Teknik ini pastinya lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida.<\/p>\n<p>Produk pertanian yang dihasilkan juga lebih sehat dan jauh dari bahan kimia yang bisa merugikan kesehatan. Selain itu, penanaman tanaman hias di pinggiran lahan pertanian juga akan menambah keindahan areal pertanian dan semangat petani dalam bekerja.<\/p>\n<p>Secara singkat, teknik refugia merupakan teknik pengendalian hama yang memanfaatkan tumbuhan, yang berpotensi sebagai habitat (tempat tinggal) musuh alami hama.<\/p>\n<h2>Tanaman yang Bisa Dijadikan Sebagai Refugia<\/h2>\n<p>Beberapa jenis tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia dapat dilihat di bawah ini:<\/p>\n<h4>1. Tanaman hias<\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2103 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Bunga-Matahari.jpg\" alt=\"Bunga Matahari\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Tanaman refugia yang sering digunakan adalah tanaman hias. Beberapa jenis tanaman hias yang bisa digunakan sebagai refugia adalah tanaman yang memiliki warna bunga mencolok seperti bunga matahari, bunga kertas zinnia, bunga kenikir,\u00a0dan lain-lain.<\/p>\n<h4>2. Gulma<\/h4>\n<p>Gulma sering dianggap sebagai musuh tanaman\u00a0karena pertumbuhannya yang biasanya lebih cepat dari tanaman lain. Gulma\u00a0juga akan menyerap unsur hara dari dalam tanah lebih cepat\u00a0sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman utama. Namun,\u00a0gulma juga bisa dimanfaatkan sebagai refugia.\u00a0Beberapa jenis gulma yang dapat digunakan seperti babadotan, ajeran, dan bunga tahi ayam.<\/p>\n<h4>3. Sayuran<\/h4>\n<p>Beberapa jenis sayuran justru\u00a0bisa digunakan sebagai refugia\u00a0sehingga penggunaan jenis sayuran ini akan memberikan\u00a0keuntungan ganda bagi petani, berkurangnya hama\/OPT,\u00a0dan \u00a0menghasilkan sayuran segar. Beberapa jenis sayuran yang bisa digunakan sebagai refugia adalah jagung, kacang panjang, bayam, dan lain-lain.<\/p>\n<h4>4. Tumbuhan liar<\/h4>\n<p>Beberapa jenis tumbuhan liar justru bisa digunakan sebagai refugia. Beberapa di\u00a0antaranya\u00a0adalah rumput setaria, rumput kancing ungu, bunga legetan,\u00a0dan kacang pentoi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2104\" aria-describedby=\"caption-attachment-2104\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2104\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Kacang-Pentoi.jpg\" alt=\"Kacang Pentoi\" width=\"960\" height=\"565\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2104\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kacang Pentoi | Sumber: hkti.online<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Teknik Penanaman Refugia<\/h2>\n<p>Seperti yang sudah dibahas di atas, refugia merupakan tanaman yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan penyedia makanan untuk predator alami hama. Namun, hal ini diperlukan\u00a0penanaman dengan cara yang tepat agar tanaman refugia tersebut tidak merugikan tanaman utama.<\/p>\n<p>Tanaman refugia sangat cocok ditanam di pematang sawah dan diusahakan ditanam sejajar dengan sinar matahari agar tidak menganggu sinar matahari pada\u00a0tanaman utama. Penanaman pada lahan kering juga dapat dilakukan di pinggiran tanaman sayuran dan\u00a0ditanam pada saat dilakukannya pengolahan tanah\u00a0agar tanaman refugia sudah berbunga ketika tanaman sayuran beranjak dewasa. Penanaman tanaman refugia juga disarankan jangan terlalu rimbun agar tidak mengundang tikus untuk bersarang.<\/p>\n<h2>Keuntungan Menanam Refugia<\/h2>\n<p>Tanaman refugia akan memberikan banyak keuntungan bagi petani, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Mengendalikan\/mengusir hama yang menyerang tanaman<\/li>\n<li>Menambah semangat kerja bagi petani karena keindahan bunga refugia<\/li>\n<li>Memberikan penghasilan tambahan bagi petani, jika bunga refugia tersebut laku untuk dijual<\/li>\n<li>Pada daerah tertentu, lahan pertanian bisa dijadikan sebagai tempat wisata sederhana dan menambah pemasukan bagi petani<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah informasi singkat mengenai tanaman refugia yang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk mengusir hama\/OPT secara alami. Tentu penggunaan tanaman refugia dapat menghemat biaya dan waktu penggunaan pestisida.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/biopestisida\/\"><strong>Biopestisida, Pengganti Pestisida Kimia yang Ramah Lingkungan<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, penggunaan pestisida maupun insektisida dianggap sudah wajar dan seperti sebuah keharusan untuk mengatasi\u00a0serangan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Padahal, penggunaan pestisida berbahan kimia bisa menjadi sumber&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2102,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,4,1],"tags":[47,108,486,8,487],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tanaman-Refugia-Pengusir-Hama-Tanaman-yang-Alami.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2101"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2105,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2101\/revisions\/2105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}