{"id":2115,"date":"2023-01-14T01:00:19","date_gmt":"2023-01-13T18:00:19","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2115"},"modified":"2023-01-14T09:13:27","modified_gmt":"2023-01-14T02:13:27","slug":"tips-mujarab-membudidayakan-talas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-mujarab-membudidayakan-talas\/","title":{"rendered":"5 Tips Mujarab dalam Membudidayakan Talas"},"content":{"rendered":"<p>Tahukah\u00a0sahabat tani,\u00a0saat ini negeri kita saat sedang dirundung masalah dengan tingginya biaya impor gandum dan beras sebagai salah satu komoditi pokok dalam bahan pangan di masyarakat?<\/p>\n<p>Timbulnya permasalahan ini disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap kedua bahan pangan ini. Pemerintah pun tidak mampu membendung tingginya permintaan pasar\u00a0sehingga mau tidak mau aktivitas impor dilakukan untuk bisa \u201cmenambal\u201d kebutuhan masyarakat walaupun biaya yang dikeluarkan cukup besar.<\/p>\n<p>Talas merupakan salah satu komoditi pangan lokal yang berpotensi sebagai penganti beras dan gandum. Namun,\u00a0pembudidayaannya secara besar-besaran masih jarang dijumpai di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh\u00a0kurangnya informasi dan pengetahuan di masyarakat mengenai cara membudidayakan\u00a0pangan lokal serta latar belakang pemikiran masyarakat petani kita yang masih menganggap bahwa talas tidak termasuk ke\u00a0dalam komoditi yang potensial untuk dikembangkan.<\/p>\n<p>Sebenarnya apa yang menyebabkan talas menjadi komoditi yang menguntungkan untuk dikembangkan?\u00a0Menurut Rukmana dan Yudirachman (2015) dalam bukunya \u201d<em><i>Untung berlipat dari Budidaya Talas<\/i><\/em>\u201d, talas berpotensi sebagai bahan pangan pokok. Daun dan batangnya dapat digunakan sebagai sayuran serta akarnya dapat digunakan sebagai obat tradisional.<\/p>\n<p>Baru-baru ini,\u00a0hasil penelitian dari Balitbang Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa talas dapat diolah menjadi bioetanol atau bahan bakal alami. Satu\u00a0liter etanol dengan kadar 99,4% membutuhkan umbi talas sebanyak 8,7 kg. Hebat sekali bukan??!!<\/p>\n<p>Nah,\u00a0sahabat tani, melihat besarnya potensi yang dimiliki oleh talas ini, penulis akan memaparkan 5 tips mujarab dalam membudidayakan tanaman talas. Selain berpotensial\u00a0dalam\u00a0meningkatkan keuntungan, secara tidak langsung kita juga membantu pemerintah dalam memecahkan masalah ketahanan pangan negeri ini. Yuk, mari kita\u00a0simak satu per satu.<\/p>\n<h2>Pilih bibit berkualitas<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2120\" aria-describedby=\"caption-attachment-2120\" style=\"width: 258px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2120 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Pembuatan-bibit-talas-dengan-teknik-kultur-jaringan.jpg\" alt=\"Pembuatan bibit talas dengan teknik kultur jaringan\" width=\"258\" height=\"415\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2120\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pembuatan bibit talas dengan teknik kultur jaringan | Sumber: kulturjaringanseamebiotrop.blogspot.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Penyiapan bibit merupakan aspek terpenting dalam memulai untuk membudidayakan talas. Pengambilan bibit dapat dilakukan dengan 2\u00a0cara yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Diambil dari induk atau umbi anakan yang didapatkandari hasil panen<\/li>\n<li>Dihasilkan dengan menggunakan teknik kultur jaringan (<em><i>tissue culture<\/i><\/em>) yang dilakukan di laboratorium<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Olah tanah di akhir musim hujan\/awal musim kemarau<\/h2>\n<p>Terdapat 2 hal yang perlu dilakukan untuk mengolah tanah di akhir musim hujan atau awal musim kemarau, yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Tanah dicangkul dan dibersihkan dari rumput dan gulma yang masih ada<\/li>\n<li>Membuat bedengan selebar 60-120 cm atau guludan dengan lebar bawah 40-60cm, tinggi 15\u00a0cm,\u00a0dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahan yang digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tanam bibit di awal musim hujan<\/h2>\n<p>Selanjutnya, untuk membudidayakan talas, bibit perlu ditanam di awal musim hujan dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Bibit talas yang telah berdaun satu, berakar, dan menggulung dicelupkan terlebih dahulu ke\u00a0dalam larutan Benlete 2 gram per liter sebelum ditanam. Hal ini berfungsi untuk menghilangkan mikroba merugikan yang masih menempel pada bibit.<\/li>\n<li>Umbi diletakkan pada lubang tanaman dengan kedalaman maksimum 10 cm.<\/li>\n<li>Bibit ditimbun dengan tanah di sekitar lubang.<\/li>\n<li>Penyiraman dilakukan setelah tanam, harus disesuaikan dengan kondisi tanah.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-mudah-membudidayakan-kapulaga\/\"><strong>5 Langkah Mudah Membudidayakan Kapulaga<\/strong><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_2121\" aria-describedby=\"caption-attachment-2121\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2121\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Pembudidayaan-Talas.jpg\" alt=\"Pembudidayaan Talas\" width=\"700\" height=\"393\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2121\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber : makassar.tribunnews.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Lakukan perawatan tanaman dengan 7P<\/h2>\n<p>Apa itu 7P? Ini adalah program pemeliharaan dan perawatan talas yang harus dilakukan secara berurutan dalam membudidayakan talas. 7P tersebut adalah pengairan, penyulaman, penyiangan, pemupukan, pembuangan tunas (anakan), pemangkasan daun, dan pengendalian hama\u00a0dan\u00a0penyakit.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pengairan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada fase awal,\u00a0pengairan dilakukan 1-2 kali sehari. Untuk selanjutnya,\u00a0dapat disesuaikan dengan kondisi tanah. Sahabat tani perlu ingat bahwa cara mengairi yang benar adalah mula-mula air dialirkan ke kebun talas kemudian didiamkan\u00a0selama kurang lebih 15-30 menit hingga tanah menjadi basah.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penyulaman<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Penyulaman merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan agar bibit yang tumbuh nantinya dapat seragam. Penyulaman dilakukan pada bibit tanaman yang mati atau tumbuh abnormal.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penyiangan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Penyiangan dilakukan sekitar 2\u00a0minggu setelah tanam. Sahabat tani harus melakukan penyiangan dengan cara dicabut\u00a0dan tidak menggunakan alat tajam. Ini dilakukan\u00a0supaya\u00a0tidak merusak akar tanaman talas.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pemupukan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam perawatan tanaman karena pemberian unsur hara sangat menentukan pertumbuhan tanaman ke\u00a0depannya. Dosis dan waktu pemberian pupuk pada tanaman talas akan dijelaskan pada tabel berikut ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2124\" aria-describedby=\"caption-attachment-2124\" style=\"width: 850px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2124\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Pemberian-Pupuk-Berdasarkan-Waktu-1.jpg\" alt=\"Pemberian Pupuk Berdasarkan Waktu\" width=\"850\" height=\"338\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2124\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber : Rukmana dan Yudirarachman, 2015<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><strong>Pembuangan tunas (anakan)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pembuangan tunas (anakan) dilakukan ketika tanaman talas sudah mulai muncul banyak tunas. Ini disebabkan\u00a0oleh tunas-tunas tersebut dapat memperkecil bobot talas yang akan dihasilkan nantinya. Cara membuangnya yaitu dengan membongkar tanah di sekeliling talas dan anakan mulai dicabut atau bisa juga dipangkas.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pemangkasan daun<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada talas, pemangkasan daun dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 bulan, 4 bulan, dan 5 bulan. Pemangkasan dilakukan pada daun-daun tua dan menyisakan sedikitnya 4 daun muda.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pengendalian penyakit<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Serangan penyakit juga tidak luput terjadi pada talas. Berbagai macam penyakit yang biasa menyerang talas antara lain busuk tangkai, daun, dan umbi, hawar daun, serta\u00a0virus mosaic.<\/p>\n<p>Penyakit busuk dapat dikendalikan dengan mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang, memperbaiki drainase, dan melakukan pola rotasi tanaman. Serangan hawar daun dapat dikendalikan dengan memperbaiki sanitasi kebun. Bila perlu,\u00a0semprotkan fungisida efektif yaitu Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.<\/p>\n<h2>Pemanenan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2122\" aria-describedby=\"caption-attachment-2122\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2122\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Talas-yang-sedang-dipanen.jpg\" alt=\"Talas yang sedang dipanen\" width=\"594\" height=\"353\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2122\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: antarafoto.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemanenan talas dilakukan setelah talas berumur 5-6 bulan. Ciri-ciri yang ditunjukkan yaitu daun mulai menguning, layu, dan mati. Sebaiknya,\u00a0panen jangan dilakukan saat hujan turun. Talas dicabut beserta dengan umbinya secara hati-hati, \u00a0jangan menggunakan cangkul untuk mencabutnya karena dikhawatirkan akan merusak calon bibit yang berasal dari tunas hasil panen.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, sahabat tani, setelah penulis menjelaskan tentang cara membudidayakan talas, ternyata proses pembudidayaannya\u00a0sangat mudah sekali bukan?\u00a0Melihat berbagai macam potensi talas,\u00a0baik sebagai\u00a0komoditi pangan maupun potensi lain seperti di bidang medis dan <em><i>bioenergy<\/i><\/em>,<em><i>\u00a0<\/i><\/em>membuat<em><i>\u00a0<\/i><\/em>prospek budidaya ini semakin cerah<em><i>. <\/i><\/em><\/p>\n<p>Selain itu, secara tidak langsung,\u00a0kita juga bisa berkontribusi menyelamatkan negara dalam mengurangi impor beras dan jagung yang semakin meningkat tiap tahunnya. Jadi,\u00a0apakah kalian sudah siap untuk membudidayakan talas?<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-tanaman-salak-cepat-berbuah\/\"><strong>Ingin Tanaman Salak Cepat Berbuah? Ketahui Tips Ini<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: wikipedia.org<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber:<\/em><br \/>\n<em>Rukmana dan Yudirachman, 2015. Untung Berlipat dari Budidaya Talas Tanaman Multi Manfaat.\u00a0Yogyakarta : Lily Publisher<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi di Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah\u00a0sahabat tani,\u00a0saat ini negeri kita saat sedang dirundung masalah dengan tingginya biaya impor gandum dan beras sebagai salah satu komoditi pokok dalam bahan pangan di masyarakat? Timbulnya permasalahan ini disebabkan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2119,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[40,491,490],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/5-Tips-Mujarab-dalam-Membudidayakan-Talas.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2115"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2115"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2127,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2115\/revisions\/2127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}