{"id":2135,"date":"2024-11-07T01:00:49","date_gmt":"2024-11-06T18:00:49","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2135"},"modified":"2024-11-06T10:01:08","modified_gmt":"2024-11-06T03:01:08","slug":"jenis-penyakit-jagung-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-penyakit-jagung-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Kenali Ragam Jenis Penyakit Jagung dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p>Jagung merupakan salah satu komoditi andalan pertanian yang diproduksi oleh petani Indonesia. Hal ini sesuai dengan data Kementerian Pertanian yang menunjukkan bahwa produksi jagung nasional mengalami tren peningkatan setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Namun, seiring dengan peningkatan jumlah produksi,\u00a0pertanian jagung juga diikuti dengan semakin maraknya dan mudahnya penyebaran penyakit yang bisa mengakibatkan berkurangnya hasil panen. Bahkan pada tingkatan yang parah, penyakit jagung tersebut bisa menyebabkan kegagalan panen.<\/p>\n<p>Untuk itu, agar terhindar dari kegagalan panen akibat penyakit, Anda\u00a0perlu mengenali \u00a0jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang tanaman jagung serta solusi yang tepat untuk mengatasinya. Ingin\u00a0tahu lebih lanjut? Simak ulasan berikut.<\/p>\n<h2>Hawar Daun<\/h2>\n<p>Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit penyerang tanaman jagung yang sering ditemui di banyak daerah di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh jamur <em><i>Helminthosporium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>turcicum<\/i><\/em>\u00a0ini menunjukkan gejala awal berupa bercak kecil berbentuk oval yang semakin lama semakin menyebar dan memanjang.<\/p>\n<p>Gejala akhir yang ditunjukkan adalah daun jagung berwarna kecokelatan dan biasanya serangan penyakit ini dimulai dari daun yang paling bawah dan terus meningkat ke\u00a0atas. Pada kasus yang berat, tanaman jagung yang terinfeksi penyakit ini akan lebih cepat mati sehingga proses pembuahan tidak terjadi secara maksimal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2136\" aria-describedby=\"caption-attachment-2136\" style=\"width: 756px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2136\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Penyakit-Hawar-Daun-pada-Jagung.jpg\" alt=\"Penyakit Hawar Daun pada Jagung\" width=\"756\" height=\"567\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2136\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: karonewsupdate.wordpress.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun, penyakit ini dapat diatasi dengan cara-cara berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menanam jenis bibit jagung yang tahan hawar daun, seperti: Bisma, Pioner-2, Pioner-14, Semar-2,dan Semar-5<\/li>\n<li>Memusnahkan tanaman dengan cara membakar keseluruhan batang jagung yang terinfeksi penyakit hawar<\/li>\n<li>Menyemprotkan fungisida yang memiliki kandungan aktif<em><i>mankozeb<\/i><\/em>\u00a0atau <em><i>dithiocarbamate<\/i><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Busuk Pelepah<\/h2>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen yang bernama <em><i>Rhizoctonia solani<\/i><\/em>\u00a0dan biasanya menunjukkan gejala di bagian pelepah jagung. Gejala yang ditimbulkan berupa bercak yang berwarna agak kemerahan lalu mengalami perubahan,\u00a0seiring waktunya,\u00a0menjadi abu-abu dan kecokelatan.\u00a0Penyakit ini juga akan menghambat pengiriman\u00a0nutrisi sewaktu proses pembuahan jagung\u00a0sehingga besar buah jagung tidak bisa mencapai ukuran maksimalnya.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Menanam jenis bibit jagung yang tahan terhadap penyakit ini, seperti: Semar-2, Rama, Galur GM 27<\/li>\n<li>Mengatur jarak tanam yang lebih luas<\/li>\n<li>Mengatur pengairan dengan baik<\/li>\n<li>Melakukan pergantian jenis tanaman lain pada lahan yang sama<\/li>\n<li>Melakukan penyemprotan fungisida yang memilik kandungan aktif <em><i>mancozeb<\/i><\/em>atau <em><i>karbendazim<\/i><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Penyakit Bulai<\/h2>\n<p>Penyakit Bulai disebabkan oleh Jamur <em><i>Peronosclerospora<\/i><\/em>\u00a0<em><i>maydis<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>Peronosclerospora<\/i><\/em>\u00a0<em><i>philippinensis<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em>dimana kedua jenis jamur ini memang sangat mudah ditemui di\u00a0areal pertanian. Penyakit ini juga merupakan salah satu jenis penyakit yang menjadi momok bagi petani jagung\u00a0karena penyakit ini menyerang tanaman jagung yang masih muda dan juga sangat mudah menyebar.<\/p>\n<p>Gejala yang ditimbulkan penyakit ini berupa munculnya warna khlorotik (agak kekuning-kuningan) yang memanjang mengikuti jajaran tulang daun. Jenis penyakit ini akan menghambat proses pertumbuhan tanaman\u00a0sehingga akan terlihat kerdil dan tidak sehat.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Menanam jenis bibit jagung yang tahan terhadap penyakit bulai, seperti: Bima 1, Bima 3, Bima 9, Bima 14, Bima 15, Lagaligo, Gumarang<\/li>\n<li>Memiliki periode waktu bebas tanaman pada lahan yang akan ditanam jagung selama 2-4 minggu<\/li>\n<li>Menanam jagung secara serentak<\/li>\n<li>Memusnahkan dengan cara membakar keseluruhan batang jagung yang terserang penyakit<\/li>\n<li>Menggunakan fungisida <em><i>metalaksil<\/i><\/em>pada benih dengan dosis 2 gr\/kg benih<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-mengatasi-penyakit-bulai-pada-jagung\/\"><strong>Cara Mengatasi Penyakit Bulai pada Jagung<\/strong><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_2137\" aria-describedby=\"caption-attachment-2137\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2137\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Penyakit-Bulai-pada-Jagung.jpg\" alt=\"Penyakit Bulai pada Jagung\" width=\"400\" height=\"533\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2137\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: temanpetani.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Busuk Tongkol (Fussarium\/Diplodioa\/Gibrella)<\/h2>\n<p>Penyakit ini masing-masing disebabkan oleh <em><i>Fusarium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>moniliforme<\/i><\/em>, <em><i>Diplodia<\/i><\/em>\u00a0<em><i>maydis,<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em>dan<em><i>\u00a0Gibberella roseum.<\/i><\/em><em><i>\u00a0G<\/i><\/em>ejala yang ditimbulkan oleh ketiga jenis penyakit tersebut terlihat mirip, yaitu terjadinya pembusukan tongkol jagung yang kemudian berimbas pada warna buah\u00a0(biji) jagung yang biru hitam dan tidak sehat. Buah yang dihasilkan tidak mungkin lagi dijual\u00a0karena memang tidak dapat diolah.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat diatasi dengan cara berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pemberian jenis pupuk tanaman yang berimbang<\/li>\n<li>Tidak membiarkan tongkol terlalu lama mengering dilahan<\/li>\n<li>Pada saat musim hujan, lakukan pemotongan pangkal tongkolagar tongkol jagung tidak mengarah keatas<\/li>\n<li>Melakukan pergiliran tanaman dengan kacang-kacangan<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Busuk Batang<\/h2>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis jamur, seperti <em><i>Colletotrichum<\/i><\/em>\u00a0<em><i>graminearum<\/i><\/em>, <em><i>Diplodia<\/i><\/em>\u00a0<em><i>maydis<\/i><\/em>, <em><i>Gibberella<\/i><\/em>\u00a0<em><i>zeae<\/i><\/em>, <em><i>Fusarium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>moniliforme<\/i><\/em>, <em><i>Macrophomina<\/i><\/em>\u00a0<em><i>phaseolina<\/i><\/em>, <em><i>Pythium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>apanidermatum<\/i><\/em>, <em><i>Cephalosporium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>maydis<\/i><\/em>, dan <em><i>Cephalosporium<\/i><\/em>\u00a0<em><i>acremonium<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Jenis penyakit ini termasuk ke\u00a0dalam jenis penyakit yang parah karena dapat menghambat keseluruhan proses pertumbuhan tanaman. Gejala yang ditimbulkan adalah perubahan warna pada pangkal batang jagung dari hijau menjadi kecokelatan, bagian dalam batang mengalami pembusukan, dan\u00a0kulit luar batang jagung terlihat tipis. Hal tersebut menyebabkan pohon jagung mengalami kerapuhan dan tidak mampu menopang buah yang dihasilkan.<\/p>\n<p>Selain mampu merugikan petani dalam skala besar, penyakit ini juga dapat menular secara cepat melalui angin yang membawa bibit-bibit jamur dan menempel pada pohon jagung lainnya.<\/p>\n<p>Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah<\/p>\n<ul>\n<li>Menanam jenis bibit jagung yang tahan terhadap penyakit ini, seperti BISI-1, BISI-4, Surya, xp. 9702, Exp. 9703, CPI-2, FPC 9923, Pioneer-8, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14, Semar-9, Palakka, atau J1-C3.<\/li>\n<li>Melakukan pergiliran tanaman<\/li>\n<li>Melakukan pemupukan berimbang (hindari kelebihan kandungan Nitrogendan kekurangan Kalium)<\/li>\n<li>Mengatur sistem pengairan yang baik<\/li>\n<li>Cara yang alami dapat dilakukan yaitu dengan menyebarkan jamur <em><i>antagonis<\/i><\/em><em><i>Trichodermasp<\/i><\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_2138\" aria-describedby=\"caption-attachment-2138\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2138\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Penyakit-Busuk-Batang-pada-Jagung.jpg\" alt=\"Penyakit Busuk Batang pada Jagung\" width=\"500\" height=\"453\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2138\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: fredikurniawan.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Karat Daun<\/h2>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh jamur <em><i>Puccinia<\/i><\/em>\u00a0<em><i>polysora<\/i><\/em>, dengan gejala yang ditimbulkan berupa bercak-bercak kecil pada permukaan atas maupun bawah daun. Penyakit ini banyak menyerang tanaman jagung yang dibudidayakan\u00a0di\u00a0daerah rendah sampai tinggi dan mampu berkembang dengan baik di musim hujan maupun kemarau.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat diatasi dengan cara berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menanam jenis bibit jagung yang tahan karat daun, sepertiLamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima-1,\u00a0atau Semar-10<\/li>\n<li>Memusnahkan pohon tanaman yang terserang penyakit<\/li>\n<li>Menggunakan fungisida yang memiliki kandungan aktif <em><i>benomil<\/i><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Bercak Daun<\/h2>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh <em><i>Bipolaris<\/i><\/em>\u00a0<em><i>maydis<\/i><\/em>\u00a0<em><i>Syn<\/i><\/em>. Gejala yang ditimbulkan berupa munculnya bercak yang berwarna hijau kekuningan atau cokelat kemerahan pada daun.\u00a0Penyakit ini bisa menyebabkan biji buah jagung rusak\u00a0bahkan tongkol jagung dapat gugur (terlepas dari pohonnya). Penyakit ini juga sangat mudah menular melalui media angin ataupun percikan air hujan.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat diatasi dengan cara berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menanam varietas yang tahan bercak daunseperti: Bima-1, Srikandi Kuning-1, Sukmaraga,\u00a0atau Palakka<\/li>\n<li>Memusnahkan pohon jagung yang terserang penyakit<\/li>\n<li>Menggunakan fungisida yang mengandung bahan aktif <em><i>mancozeb<\/i><\/em>atau <em><i>karbendazim<\/i><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Virus Mosaik<\/h2>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui serangga <em><i>Myzus<\/i><\/em>\u00a0<em><i>percicae<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>Rhopalopsiphum<\/i><\/em>\u00a0<em><i>maydis<\/i><\/em>. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini berupa tanaman jagung yang mengerdil, daun berwarna mosaik atau hijau yang diselingi dengan garis-garis kuning.<\/p>\n<p>Jika dilihat secara keseluruhan,\u00a0daun tanaman akan tampak berwarna kekuning-kuningan, mirip seperti gejala pada penyakit bulai. Tanaman yang terinfeksi penyakit ini akan sangat merugikan petani\u00a0karena mampu menurunkan hasil pertanian secara signifikan.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat diatasi dengan cara\u00a0berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Mencabut sedini mungkin tanaman jagung yang terindikasi penyakit ini<\/li>\n<li>Melakukan pergiliran tanaman<\/li>\n<li>Menyemprotkan pestisida<\/li>\n<li>Tidak menanam dari induk jagung yang terkena penyakit ini<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah 8 jenis penyakit jagung yang harus diketahui oleh petani jagung atau orang yang membudidayakannya. Dengan mengetahui jenis-jenis penyakit jagung, petani jagung dapat mengantisipasi serangan penyakit tersebut dan langsung mengatasinya dengan cepat.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyakit-pada-nenas-dan-pengendaliannya\/\">Kenali 3 Penyakit Pada Nenas dan Pengendaliannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jagung merupakan salah satu komoditi andalan pertanian yang diproduksi oleh petani Indonesia. Hal ini sesuai dengan data Kementerian Pertanian yang menunjukkan bahwa produksi jagung nasional mengalami tren peningkatan setiap tahunnya.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2139,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846],"tags":[47,64,58,493],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Kenali-Ragam-Jenis-Penyakit-Jagung-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2135"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2135"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2141,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2135\/revisions\/2141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}