{"id":2157,"date":"2022-11-16T01:00:59","date_gmt":"2022-11-15T18:00:59","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2157"},"modified":"2022-11-16T09:16:54","modified_gmt":"2022-11-16T02:16:54","slug":"teknologi-petani-padi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-petani-padi\/","title":{"rendered":"5 Teknologi Tepat Guna yang Dibutuhkan Petani Padi"},"content":{"rendered":"<p>Teknologi tepat guna merupakan istilah yang menggambarkan penerapan suatu jenis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Karakteristiknya yaitu terdesentralisasi, berskala kecil, hemat energi,\u00a0dan berkaitan dengan kondisi lokal. Teknologi tersebut dirancang dan diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah sekaligus\u00a0meningkatkan nilai ekonominya.<\/p>\n<p>Teknologi tepat guna pada umumnya menghubungkan teknologi tradisional dengan teknologi modern. Hal ini dilakukan supaya masyarakat bisa beradaptasi dengan mudah dalam menggunakannya, khususnya teknologi tepat guna di bidang pertanian. Saat ini, petani Indonesia\u00a0lebih terbiasa menggunakan teknologi tradisional dalam kegiatan sehari-hari.<\/p>\n<p>Namun, perkembangan teknologi yang semakin pesat\u00a0memaksa petani untuk belajar lebih cepat pula dalam menggunakan teknologi tepat guna yang lebih modern\u00a0walaupun sosialisasi mengenai teknologi tepat guna belum dilaksanakan secara merata. Selain itu, orang yang tertarik mengembangkan sistem pertanian, baik dari segi pemasaran maupun pengembangan teknologi tepat guna,\u00a0juga ikut serta dalam modernisasi alat pertanian agar lebih tepat guna.<\/p>\n<p>Salah satu pertanian yang banyak digeluti oleh para petani Indonesia adalah pertanian padi. Nah, apa saja teknologi tepat guna yang dibutuhkan oleh petani padi Indonesia saat ini? Yuk, langsung saja simak uraian berikut ini.<\/p>\n<h2>Teknologi Tanam Padi<\/h2>\n<p>Pertanian Indonesia yang sangat luas dan beragam bentuk lahannya\u00a0mengharuskan petani ikut serta dalam menggunakan mesin tanam padi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan. Penerapan traktor penanam padi yang berukuran cukup besar dan berat\u00a0di\u00a0daerah pertanian yang datar dan luas dapat dilakukan dengan mudah dan efisien.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2161\" aria-describedby=\"caption-attachment-2161\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2161\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Traktor-Tanam-Padi.jpg\" alt=\"Traktor Tanam Padi\" width=\"800\" height=\"600\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2161\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: http:\/\/agribisnisjogja.blogspot.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun,\u00a0teknologi tersebut tidak berguna jika diterapkan di\u00a0daerah pegunungan dengan kondisi sawah yang umumnya sempit dan bertingkat.\u00a0Inovasi teknologi tepat guna untuk penanaman padi di\u00a0wilayah pegunungan harus sesuai dengan kondisi\u00a0alatnya yaitu dengan ukuran yang lebih ramping dan ringan\u00a0agar petani tidak mengalami kesulitan dalam memindahkan\u00a0alat.<\/p>\n<h2>Teknologi Membajak<\/h2>\n<p>Saat ini,\u00a0sudah ada beragam teknologi atau mesin traktor untuk membajak yang biasa digunakan oleh petani, baik di\u00a0lahan yang landai maupun lahan pegunungan. Teknologi ini sangat dibutuhkan oleh petani, khususnya petani milenial (muda) yang identik dengan kemudahan dan pekerjaan ringan. Selain itu, teknologi tersebut bisa mempercepat usaha pertanian padi dibandingkan dengan kegiatan membajak manual (mencangkul).<\/p>\n<p>Kegiatan membajak yang lebih cepat dan ringan akan membuat petani Indonesia bisa mengerjakan hal-hal produktif lainnya. Dengan begitu, kesejahteraan petani pun ikut naik seiring dengan penambahan penghasilan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produk-dihasilkan-pemanfaatan-sekam-padi\/\"><strong>4 Produk yang Bisa Dihasilkan Melalui Pemanfaatan Sekam Padi<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Teknologi Penebar Pupuk<\/h2>\n<p>Pertanian saat ini lebih akrab dengan penebaran\u00a0pupuk secara manual. Biasanya,\u00a0penyebaran pupuk tidak merata dan sering kali hanya mengumpul di satu bagian. Oleh karena itu, penggunaan teknologi penebar pupuk akan sangat membantu petani dalam menyebarkan pupuk lebih cepat dan lebih merata. Hal ini bisa membuat pertumbuhan dan produksi buah pada padi lebih optimal.<\/p>\n<p>Kegiatan penebaran pupuk yang lebih cepat juga akan menambah produktivitas petani. Namun,\u00a0teknologi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan petani, baik di lahan pegunungan maupun lahan datar yang luas. Teknologi penebar pupuk yang menggunakan tenaga baterai yang berkapasitas besar juga akan mempercepat kegiatan pemupukan.<\/p>\n<h2>Teknologi Pemanen Padi<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2162\" aria-describedby=\"caption-attachment-2162\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2162\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Mesin-Panen-Padi.jpg\" alt=\"Mesin Panen Padi\" width=\"900\" height=\"600\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2162\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: portalsatu.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Kegiatan panen padi juga sangat banyak menyita waktu dan tenaga petani\u00a0sehingga dibutuhkan solusi teknologi pemanenan yang lebih mudah. Teknologi pemanenan padi (<em><i>harvester<\/i><\/em>) yang biasanya berbentuk traktor dengan ukuran yang cukup besar, memerlukan pengembangan lebih lanjut agar bisa digunakan secara maksimal juga di\u00a0lahan pegungunan.<\/p>\n<p>Hasil akhir dari pemanenan padi yang menggunakan teknologi tersebut sebaiknya berbentuk bulir-bulir padi yang sudah dirontokkan dari batangnya. Dengan begitu, pekerjaan panen menjadi lebih cepat, mudah,\u00a0dan hemat. Pemanenan secara manual membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu.<\/p>\n<h2>Teknologi Penggiling Padi Sederhana<\/h2>\n<p>Padi yang sudah dipanen dan mengering biasanya akan digiling untuk mengupas kulit-kulitnya. Proses penggilingan biasanya menggunakan mesin yang besar dan tertanam pada suatu tempat tertentu. Nah, teknologi penggilingan padi yang lebih sederhana dan lebih irit dibutuhkan oleh petani agar bisa menghemat biaya penggilingan padi dan memproduksi beras yang nyatanya lebih menguntungkan dibandingkan dengan penjualan gabah.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itu dia teknologi tepat guna yang dibutuhkan oleh petani padi. Tentu teknologi tersebut bisa mempermudah dan mempercepat kegiatan pertanian di Indonesia. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mencapai nawacita untuk menjadi lumbung pangan dunia di masa depan.<\/p>\n<p>Apakah teknologi tersebut sudah cukup menurut\u00a0Anda? Silahkan tulis pendapat Anda\u00a0di\u00a0kolom komentar\u00a0ya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-peningkatan-produksi-padi\/\"><strong>3 Teknologi Peningkatan Produksi Padi<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknologi tepat guna merupakan istilah yang menggambarkan penerapan suatu jenis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Karakteristiknya yaitu terdesentralisasi, berskala kecil, hemat energi,\u00a0dan berkaitan dengan kondisi lokal. Teknologi tersebut dirancang&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2164,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,4,844],"tags":[507,506,46,12,492,141,27,504,505],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Teknologi-Tepat-Guna-yang-Dibutuhkan-oleh-Petani-Padi.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2157"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2157"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2336,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2157\/revisions\/2336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}