{"id":2190,"date":"2023-12-01T01:00:54","date_gmt":"2023-11-30T18:00:54","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2190"},"modified":"2023-12-01T09:48:34","modified_gmt":"2023-12-01T02:48:34","slug":"tips-masalah-teknologi-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-masalah-teknologi-hidroponik\/","title":{"rendered":"5 Tips Mengatasi Masalah Keseharian Teknologi Hidroponik"},"content":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi hidroponik saat ini meningkat tajam. Hal ini disebabkan\u00a0oleh sistemnya yang hanya memerlukan sedikit lahan dan kebanyakan tidak menggunakan tanah sehingga lebih efisien.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0perlu diingat bahwa dalam membudidayakan\u00a0tanaman dengan teknologi hidroponik ini, jangan hanya terpaku pada\u00a0segi keuntungan semata, tetapi juga perlu mengetahui masalah apa saja yang nantinya muncul selama pengelolaan tanaman.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui berbagai permasalahan dalam teknologi hidroponik, berikut ini akan diuraikan\u00a0berbagai masalah yang melingkupi budidaya dengan teknologi hidroponik dan juga tips jitu yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.<\/p>\n<h2>Perubahan kepekatan larutan<\/h2>\n<p>Membudidayakan tanaman dengan teknologi hidroponik di tempat terbuka memerlukan kehati-hatian yang ekstra. Pasalnya,\u00a0jika musim hujan tiba, air hujan yang turun akan masuk ke sela-sela instalasi yang menampung larutan nutrisi. Parahnya lagi, air hujan mampu mengubah kepekatan larutan nutrisi sehingga menyebabkan kepekatan larutan berubah, salah satu akibatnya adalah pH larutan menjadi turun.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0unsur-unsur penting yang terkandung dalam larutan seperti Kalium\u00a0akan mengendap di\u00a0dasar larutan sehingga tidak bisa diserap oleh akar tanaman.<\/p>\n<p>Jika peristiwa ini sudah terjadi,\u00a0solusi yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan membuat bak penampungan yang bisa dibuka dan ditutup. Selain itu,\u00a0bisa juga membuat\u00a0saluran alternatif sehingga air hujan dapat keluar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2192 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Teknologi-Hidroponik.jpg\" alt=\"Teknologi Hidroponik\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<h2>Temperatur larutan yang tinggi<\/h2>\n<p>Temperatur larutan sangat berkaitan erat dengan kadar oksigen. Semakin tinggi suhu pada larutan nutrisi, semakin sedikit kadar oksigennya. Jika kandungan oksigen dalam nutrisi sedikit, hal ini tentu berpengaruh pada\u00a0perkembangan tanaman.<\/p>\n<p>Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan meletakkan tendon penampung larutan di\u00a0dalam tanah. Hal ini bertujuan agar tendon terlindung dari sinar matahari dan suhu larutan tetap stabil.<\/p>\n<h2>Pengaruh sinar matahari<\/h2>\n<p>Pada pertanian dengan teknologi hidroponik, sinar matahari yang berlebihan\u00a0dapat menjadi ancaman yang serius. Hal ini disebabkan oleh\u00a0sinar matahari dapat memanaskan pemanasan tutup talang\u00a0sehingga mengakibatkan tanaman yang menempel menjadi rusak bahkan gosong.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0sinar matahari yang berlebihan\u00a0juga dapat membuat aktivitas fotosintesis terlalu tinggi sehingga karbohidrat yang diproduksi menjadi berlebihan pula. Hal ini mengakibatkan tanaman muda memiliki rasa pahit dan getir.<\/p>\n<p>Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan naungan seperti paranet atau jaring peneduh pada area budidaya tanaman hidroponik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2193\" aria-describedby=\"caption-attachment-2193\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2193\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Paranet-pada-Teknologi-Hidroponik.jpg\" alt=\"Paranet pada Teknologi Hidroponik\" width=\"1200\" height=\"900\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2193\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: hidrafarm.blogspot.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Pengendapan larutan nutrisi<\/h2>\n<p>Masalah ini terjadi jika penerapan pertanian dengan teknologi hidroponik tidak dilakukan dengan menggunakan listrik. Akibatnya,\u00a0larutan nutrisi yang berada di instalasi akan statis dan unsur-unsur hara mengendap sehingga tidak dapat terserap oleh akar.<\/p>\n<p>Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan pengadukan rutin sebanyak 3 kali sehari. Pengadukan ini dapat dilakukan dengan mengunakan tangan.<\/p>\n<h2>Gangguan Listrik<\/h2>\n<p>Masalah ini sering terjadi pada sistem teknologi hidroponik yang menggunakan listrik. Pompa yang dibiarkan menyala terus menerus selama 1 x 24 jam akan mengalami pemanasan dan akhirnya mati.\u00a0Jika ini terjadi, sudah pasti akan menimbulkan masalah besar bagi tanaman hidroponik karena nutrisi tidak bisa\u00a0dialirkan ke akar tanaman.<\/p>\n<p>Jika gangguan listrik terjadi selama 2 jam,\u00a0maka kemungkinan besar tanaman akan mati dan mendatangkan kerugian bagi Anda.<\/p>\n<p>Solusi yang tepat untuk menangani masalah ini adalah dengan menerapkan sistem hidroponik yng minim penggunaan listrik seperti jaring apung atau sumbu. Solusi lain yaitu dengan menggunakan media tanam yang mampu mengikat air lebih banyak, salah satu jenis yang sering digunakan adalah rockwool.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Teknologi hidroponik memang memiliki banyak keunggulan. Namun,\u00a0kurangnya informasi mengenai berbagai masalah pertanian hidroponik serta cara penanganannya dapat menjadi boomerang tersendiri bagi Anda yang berencana membudidayakan tanaman dengan teknologi hidroponik.<\/p>\n<p>Oleh karena itu,\u00a0dengan adanya tips-tips ini, diharapkan Anda dapat berlaku cepat dan tanggap dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi selama membudidayakan\u00a0tanaman dengan menggunakan teknologi hidroponik sehingga kerugian dapat diminimalisir.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/gita-yuliarti-hidroponik\/\"><strong>Ini Dia Mahasiswa Pascasarjana, Gita Yuliarti, yang Menekuni Hidroponik<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber : Hendra dan Andoko, 2015. Bertanam Sayuran Hidroponik ala Pak Tani Hydrofarm.\u00a0Jakarta : PT Agro Media Pustaka<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi di Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi hidroponik saat ini meningkat tajam. Hal ini disebabkan\u00a0oleh sistemnya yang hanya memerlukan sedikit lahan dan kebanyakan tidak menggunakan tanah sehingga lebih efisien. Namun,\u00a0perlu diingat bahwa dalam membudidayakan\u00a0tanaman dengan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2191,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[844,1],"tags":[50,127,183,8,27,528],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Tips-Mengatasi-Masalah-Keseharian-Teknologi-Hidroponik.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2190"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2190"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2195,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2190\/revisions\/2195"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}