{"id":2253,"date":"2022-11-16T01:00:39","date_gmt":"2022-11-15T18:00:39","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2253"},"modified":"2022-11-16T09:15:55","modified_gmt":"2022-11-16T02:15:55","slug":"teknik-memanen-tomat-setiap-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknik-memanen-tomat-setiap-hari\/","title":{"rendered":"Ingin Memanen Tomat Setiap Hari? Coba 3 Teknik Ampuh Ini"},"content":{"rendered":"<p>Tomat (<em><i>Solanum \u00a0lycopersicum<\/i><\/em>) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Selain karena permintaan pasar yang cukup tinggi, pembudidayaannya juga tergolong cukup mudah.<\/p>\n<p>Meskipun tergolong mudah, perlu diketahui bahwa tidak setiap hari tomat bisa dipanen. Pada varietas\u00a0tomat <em><i>determinate<\/i><\/em>\u00a0(dataran rendah),\u00a0tomat bisa dipanen selama 3\u00a0hari sekali.\u00a0Produksi buah tomat yang dihasilkan bisa mencapai\u00a010 kali panen.\u00a0Berbeda lagi dengan tomat jenis <em><i>indeterminate<\/i><\/em>\u00a0yang bisa dipanen sekitar 3 hari sekali, dengan jumlah buah yang dihasilkan sebanyak 10-16 kali panen.<\/p>\n<p>Masalah ini perlu segera ditangani\u00a0apalagi tomat merupakan salah satu komoditi penting yang wajib dihasilkan setiap harinya\u00a0untuk memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu,\u00a0perlu sekali diupayakan agar petani dapat memanen tomat tiap hari.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah sedikit tips yang dapat dilalukan oleh para petani tomat agar mampu memanen hasil budidayanya setiap hari\u00a0sehingga keuntungan yang dihasilkan juga meningkat pesat.<\/p>\n<h2>Melakukan Penanaman Dengan Selang 1 Bulan<\/h2>\n<p>Agar dapat memanen tomat setiap harinya, dianjurkan kepada para petani agar tidak menanam tomat secara bersamaan. Tetapi ditanam setelah selang 1\u00a0bulan untuk penanaman periode berikutnya. Hal ini disebabkan oleh hasil produksi tomat di\u00a0panen pertama dan kedua baru sekitar 5-10% dari total. Ini mencapai puncak produksinya pada panen ke-4 dan ke-5.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2255 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Menanam-Tanaman.jpg\" alt=\"Menanam Tanaman\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Apabila penanaman dilakukan secara serentak,\u00a0besar kemungkinan\u00a0hasil produksi tomat di awal bulan pemanenan sangat sedikit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Namun,\u00a0jika dilakukan berselang,\u00a0maka petani dapat memanen jenis tomat yang sudah memasuki puncak produksi\u00a0dan menunggu jenis lainnya memasuki puncak panen. Dengan begitu, memanen tomat setiap hari tidak lagi menjadi masalah.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-hama-tanaman-tomat\/\"><strong>6 Jenis Hama Yang Merusak Tanaman Tomat dan Cara Pengendaliannya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Memperhatikan Jumlah Panen dan Tujuan Pemanenan<\/h2>\n<p>Tips ini diperuntukkan bagi Anda yang menanam tomat di polybag. Anda harus memperhatikan tujuan Anda menanam tomat. Apakah tomat yang ditanam hanya dikonsumsi untuk kebutuhan, ataukah akan dipasarkan di masyarakat?\u00a0Penanaman tomat untuk konsumsi rumah tangga sendiri tentu berbeda dengan penanaman tomat skala industri.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin memanen tomat segar setiap hari\u00a0untuk dikonsumsi sendiri, Anda cukup menanam 2 tanaman tomat setiap bulan.\u00a0Mengapa demikian? Hal ini karena tomat mulai memasuki masa panen setelah 60 hari penanaman dan pada pemanenan ke-1 dan ke-2,\u00a0hanya menghasilkan 2-3 jenis buah.<\/p>\n<h2>Merambatkan Tanaman Tomat Pada Lanjaran yang Tinggi<\/h2>\n<p>Perlakuan ini khusus dilakukan untuk variasi tomat <em><i>interdeterminate<\/i><\/em>\u00a0atau tomat yang tumbuh di\u00a0dataran tinggi. Tanaman tomat yang mulai berkembang diberikan lanjaran,\u00a0bisa berupa kawat, kayu, atau bambu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2256\" aria-describedby=\"caption-attachment-2256\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2256\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Menanam-Tomat-dengan-Lanjaran.jpg\" alt=\"Menanam Tomat dengan Lanjaran\" width=\"400\" height=\"533\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2256\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: petaniquick.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Dengan adanya lanjaran, pertumbuhan tomat dapat maksimal dan juga mampu memperpanjang umur tomat. Selain itu,\u00a0produktivitas tanaman tomat pun akan berjalan secara optimal.<\/p>\n<p>Hal lain yang perlu diperhatikan dari pemeliharaan tomat <em><i>indeterminate<\/i><\/em>\u00a0agar dapat dipanen setiap hari adalah tidak perlu dilakukan pemucukan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Demikianlah teknik-teknik yang dapat diaplikasikan oleh para petani tomat agar dapat memanen tomat yang berkualitas setiap hari. Permintaan pasar yang tinggi akan kebutuhan tomat yang harus dipenuhi setiap harinya dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi para petani tomat yang mampu menghasilkan produk unggulannya setiap hari karena secara tidak langsung.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-layu-bakteri-tomat\/\"><strong>Cara Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Tomat<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Novita Awalia Rahmah<br \/>\n<\/strong><em>Sumber : Hidayati dan Demawan, 2012. Tomat Unggul. Jakarta : Penebar Swadaya<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi di Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tomat (Solanum \u00a0lycopersicum) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Selain karena permintaan pasar yang cukup tinggi, pembudidayaannya juga tergolong cukup mudah. Meskipun tergolong mudah,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2254,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[545,8,546,71],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Ingin-Memanen-Tomat-Setiap-Hari.-Coba-3-Teknik-Ampuh-Ini.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2253"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2295,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions\/2295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}