{"id":2357,"date":"2024-10-11T02:00:12","date_gmt":"2024-10-10T19:00:12","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2357"},"modified":"2024-10-11T09:14:39","modified_gmt":"2024-10-11T02:14:39","slug":"review-buku-pertanian-organik-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/review-buku-pertanian-organik-2\/","title":{"rendered":"[Review] Buku Pertanian Organik, Solusi Alternatif Pertanian"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Untuk itu,\u00a0perkembangan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia sangat diperlukan. Beberapa tahun terakhir,\u00a0penggunaan bahan-bahan kimia sintetis seperti pupuk obat-obatan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman banyak digunakan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.<\/p>\n<p>Walaupun cara ini bisa dikatakan berhasil,\u00a0namun terdapat efek samping yang buruk dari penggunaan bahan-bahan kimia yang berlebihan. Dampak negatifnya antara lain\u00a0kandungan residu yang terkandung dalam produk pertanian dapat meracuni konsumen. Selain itu, penggunaan bahan kimia berlebihan juga dapat menurunkan kualitas lingkungan.<\/p>\n<p>Maka dari itu,\u00a0beberapa pihak seperti pemerintah dan para ilmuwan saat ini sedang gencar-gencarnya menyuarakan pertanian organik. Salah satu tanggapan dari pemerintah adalah dengan mencanangkan <em><i>Go<\/i><\/em>\u00a0<em><i>Organic<\/i><\/em>\u00a02010. Tentunya,\u00a0untuk keluar dari pola pikir para petani dalam penggunaan bahan kimia adalah dengan melakukan penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat tentang program pertanian organik.<\/p>\n<p>Salah satu penyebaran informasi mengenai pertanian organik dapat dilakukan dengan mengeluarkan buku-buku panduan mengenai pertanian organik. Salah satu buku yang membahas mengenai pertanian organik adalah buku karya Bargumono yang berjudul Pertanian Organik Solusi Alternatif Pertanian. Buku ini dikarang oleh Bargumono dan diterbitkan oleh Global Pustaka Utama Yogyakarta pada tahun 2016.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2360 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Sawah-1.jpg\" alt=\"Sawah\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<h2>Biografi Penulis<\/h2>\n<p>Ir. H. Bargumono, M. Si. merupakan seorang penulis sekaligus dosen di Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 12 September 1956.<\/p>\n<p>Selain bekerja sebagai dosen dan penulis, beliau juga aktif sebagai praktisi lapangan, menjalin kerjasama dengan berbagai instansi negeri maupun swasta,\u00a0dan aktif dalam kegiatan organisasi profesional sosial maupun keagamaan. Sebelumnya,\u00a0Ir. HM. Bargumono, M. Si telah menulis berbagai macam judul buku yang berhubungan dengan pertanian,\u00a0ekologi,\u00a0tanaman,\u00a0lingkungan,\u00a0keagamaan,\u00a0dan wisata alam.<\/p>\n<h2>Isi Buku<\/h2>\n<p>Buku ini sendiri memiliki panjang 23 cm dan lebar 15,5 cm. Dengan terdiri dari 114 halaman,\u00a0terdapat 7 bab yang menjelaskan tentang pertanian organik.<\/p>\n<p>Pada bab pertama, terdapat latar belakang atau alasan disusunnya buku ini. Kemudian,\u00a0pada bab kedua,\u00a0dijelaskan mengenai sejarah penemuan pertanian organik, pengertian pertanian organik,\u00a0dan prinsip pertanian organik. Pada bab ketiga,\u00a0dijelaskan mengenai perkembangan pertanian organik, termasuk metode pengembangan pertanian organik serta kelemahan dan kelebihan sistem pertanian organik. Untuk para petani,\u00a0juga dijelaskan mengenai tantangan dan strategi dalam pengembangan pertanian organik.<\/p>\n<p>Pada bab keempat,\u00a0petani atau pembaca diberikan materi mengenai prinsip dasar budidaya pertanian organik dan\u00a0teknik budidaya pertanian organik. Kemudian,\u00a0bab kelima\u00a0berisi mengenai pemasaran produk pertanian organik yang dimulai dari hambatan,\u00a0strategi, \u00a0konsep,\u00a0dan sertifikasi.<\/p>\n<p>Bab keenam berisi tentang contoh budidaya pertanian organik di Indonesia,\u00a0dimulai dari budidaya komoditas padi,\u00a0sawi hijau,\u00a0dan buah naga organik.\u00a0Contoh-contoh tersebut akan dijelaskan secara rinci dalam buku ini. Terakhir, bab ketujuh berisi penutup yang membahas mengenai kesimpulan dari sistem pertanian organik.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/keuntungan-dan-perkembangan-pertanian-organik\/\"><strong>Keuntungan dan Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2362 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Petani-di-Sawah.jpg\" alt=\"Petani di Sawah\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<h2>Kekurangan dan Kelebihan Buku<\/h2>\n<p>Di buku pertanian organik ini,\u00a0terdapat gambar-gambar yang menambah pemahaman bagi pembaca. Gambar yang disajikan juga jelas walaupun tidak berwarna. Selain itu,\u00a0gambar-gambar yang disajikan juga membuat buku ini tidak bosan untuk dibaca sampul yang menarik yaitu judul dengan latar belakang gambar sayuran dan persawahan menarik para pembaca untuk membuka buku ini.<\/p>\n<p>Pada beberapa halaman belakang,\u00a0terdapat bagian indeks\u00a0dimana bagian ini dapat membantu para pembaca yang kesulitan dengan kosakata baru. Yang menjadi kekurangan dari buku ini adalah gambar ilustrasi yang diberikan tidak berwarna sehingga para pembaca sulit membedakan bentuk gambar yang disajikan.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0secara keseluruhan,\u00a0buku ini sangat bermanfaat bagi para petani dan pelajar karena buku ini memuat tentang segala hal mengenai pertanian organik dan cocok untuk para kaum milenial yang ingin terjun ke\u00a0dunia pertanian yang berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/review-buku-pertanian-organik\/\"><strong>[Review Buku] PERTANIAN ORGANIK (Persyaratan, Budidaya, dan Sertifikasi)<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Dino Laferda<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa Universitas Muria Kudus<\/em><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Untuk itu,\u00a0perkembangan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia sangat diperlukan. Beberapa tahun terakhir,\u00a0penggunaan bahan-bahan kimia sintetis&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2359,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[19,529],"tags":[564,565,563,6],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Review-Buku-Pertanian-Organik-Solusi-Alternatif-Pertanian.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2357"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2357"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2363,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2357\/revisions\/2363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}