{"id":2501,"date":"2022-06-23T07:00:04","date_gmt":"2022-06-23T00:00:04","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2501"},"modified":"2022-06-23T10:05:15","modified_gmt":"2022-06-23T03:05:15","slug":"tips-beli-anak-ayam-kampung-unggulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-beli-anak-ayam-kampung-unggulan\/","title":{"rendered":"5 Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dasawarsa ini, usaha peternakan ayam kampung di Indonesia semakin masif seiring dengan perkembangan mutu genetik ayam kampung. Hal ini terkait dengan \u201cpenemuan\u201d bibit\/anak ayam kampung unggulan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian (Balitbangtan). Sebagian besar peternak ayam kampung sudah tidak asing lagi dengan bibit unggul tersebut yaitu ayam kampung unggul Balitnak\u00a0(KUB) dan ayam Sentul Seleksi (Sensi). Salah satu keunggulannya yaitu mencapai berat rata-rata 0,9-1 kg selama 70 hari.<\/p>\n<p>Tulisan ini akan membahas tentang\u00a0bagaimana membeli anak ayam kampung umur sehari\/<em><i>day old chicken<\/i><\/em>\u00a0(DOC) unggulan. Tulisan ini dibuat karena banyak peternak pemula yang ingin memelihara ayam kampung tapi sulit mendapatkan informasi lengkap tentang bibit ayam kampung unggulan. Di samping itu, semakin banyak pula bermunculan,\u00a0terutama di media sosial,\u00a0penjual DOC yang mengklaim ayam KUB dan Sensi tanpa ada \u201cbukti\u201d yang jelas.<\/p>\n<p>Secara kasat mata,\u00a0perbedaan yang paling mencolok antara ayam KUB dengan ayam Super (Sudah Persilangan) adalah pada warna bulunya. Warna bulu ayam KUB dan Sentul yang dominan adalah warna hitam dan abu-abu. Sebelum kita membahas tips mendapatkan DOC ayam KUB dan Sensi, mari lihat apa itu ayam KUB dan ayam Sensi.<\/p>\n<h2>Ayam KUB?<\/h2>\n<p>Ayam KUB merupakan singkatan dari Kampung Unggul Balitnak. Ayam ini adalah ayam kampung hasil seleksi genetik selama enam generasi oleh peneliti dari Balai Penelitian Ternak (Badan Litbang Pertanian), Kementerian Pertanian. Asal usul ayam KUB dimulai dari program Balitnak pada tahun 1997 dengan mendatangkan indukan ayam kampung dari beberapa daerah di Jawa Barat seperti Cipanas, Cianjur, Jatiwangi, Pondok Rangon, Depok, Ciawi, dan Jasinga.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2504\" aria-describedby=\"caption-attachment-2504\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2504\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Ayam-KUB.jpg\" alt=\"Ayam KUB\" width=\"300\" height=\"449\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2504\" class=\"wp-caption-text\"><em>Ayam KUB<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Karakteristik dan keunggulan ayam KUB ini yaitu warna bulunya\u00a0beragam seperti ayam kampung pada umumnya. Bobot badan umur 20 minggu mencapai 1.200-1.600 gram, berat telur 35-45 gram, umur pertama bertelur lebih awal (18-20 minggu), produksi telur lebih tinggi (160-180 butir\/ekor\/tahun), produksi telur (henday) 50%, puncak produksi telur 65-70%,\u00a0dan lebih tahan terhadap penyakit <em><i>(<\/i><\/em><a href=\"http:\/\/www.litbang.pertanian.go.id\/info-teknologi\/2721\/\"><em><i>http:\/\/www.litbang.pertanian.go.id\/info-teknologi\/2721\/<\/i><\/em><\/a><em><i>)<\/i><\/em>.<\/p>\n<h2>Ayam Sentul Terseleksi (Sensi)<\/h2>\n<p>Ayam Sensi juga disebut dengan Sensi 1 Agrinak yang merupakan karya Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Jenis ini merupakan salah satu galur murni (<em><i>pure line<\/i><\/em>) ayam lokal pedaging unggul. Ayam ini dapat dimanfaatkan sebagai ayam komersil (<em><i>final stock<\/i><\/em>) atau ayam tetua (<em><i>parent stock<\/i><\/em>). Galur ayam Sensi 1 Agrinak ini merupakan\u00a0hasil seleksi fenotip dan bobot badan umur 70 hari selama enam generasi dari rumpun ayam Sentul yang merupakan sumber daya genetik ayam asli Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Sensi 1 Agrinak memiliki warna abu-abu dengan keseragaman 88%, bentuk jengger kacang pada umur 70 hari. Berat DOC 29,7 gram per ekor. Berat pejantan umur 70 hari mencapai 1.000 gram per ekor dan 800 gram per ekor untuk ayam betina. Produksi telur sebesar 52 persen pada\u00a0umur 29-45 minggu dengan bobot telur 44,5 gram per butir <em><i>(<\/i><\/em><a href=\"http:\/\/www.litbang.pertanian.go.id\/info-teknologi\/2721\/\"><em><i>http:\/\/www.litbang.pertanian.go.id\/info-teknologi\/2721\/<\/i><\/em><\/a><em><i>)<\/i><\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2505\" aria-describedby=\"caption-attachment-2505\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2505 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Ayam-Sentul.jpg\" alt=\"Ayam Sentul\" width=\"1024\" height=\"684\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2505\" class=\"wp-caption-text\"><em>Ayam Sentul<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2>Harga DOC, Ongkir, dan Penyebaran<\/h2>\n<p>Bibit ayam kampung unggul ini sudah menyebar hampir ke seluruh pelosok tanah air mulai dari Banda Aceh hingga Manokwari. Sayangnya, produksi anak ayam tersebut masih terkonsentrasi di provinsi Jawa Barat sehingga tantangannya adalah tingginya biaya pengiriman melalui jalur udara ke luar pulau. Biaya pengiriman\u00a0anak ayam bervariasi. Untuk pulau Sumatera, biayanya\u00a0Rp 1.500-Rp 2.500 per ekor, pulau Kalimantan \u00a0Rp 1.900-Rp 2.500 per ekor, sedangkan biaya pengiriman anak ayam untuk wilayah timur mencapai Rp 7.000-Rp 8.500 per ekor.<\/p>\n<p>Karena persoalan biaya pengiriman yang mahal itu,\u00a0salah satu perusahaan yang memiliki lisensi penjualan ayam KUB dan ayam Sensi berencana mendirikan cabang penetesan di Bali, Jambi, dan Makassar. Pada bulan Februari yang lalu, penetasan ayam kampung telah dibuka di Bali. Awal Juli,\u00a0penetasan di Jambi dibuka. Akhir\u00a0tahun ini dibuka lagi untuk Makassar.\u00a0Dengan demikian,\u00a0diharapkan peternak mendapatkan bibit ayam kampung kualitas terbaik dengan harga yang lebih terjangkau.<\/p>\n<p>Harga bibit ayam KUB dan ayam Sensi ini memang lebih mahal ketimbang ayam kampung biasa. Harga di lokasi penetasan di Bogor mencapai Rp 7.300 \u2013 7.750 per ekor. Harga ayam kampung biasa yaitu Rp 6.500-Rp 7.000 per ekor. Ayam kampung Super (Sudah Persilangan) atau Joper (Jowo Persilangan) berkisar\u00a0Rp 5.500-Rp 6.000 per ekor.<\/p>\n<p>Tingginya harga ayam KUB\u00a0dan Sensi dipengaruhi oleh pembayaran royalti yang dikenakan pemerintah,\u00a0dalam hal ini Kementerian Pertanian,\u00a0kepada pemegang lisensi. Hal lainnya adalah karena sudah divaksin ND (Tetelo) dan IB (Pernafasan).<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alat-penetas-telur-ayam-sederhana\/\"><strong>Cara Membuat Alat Penetas Telur Ayam yang Sederhana<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan<\/span><\/h2>\n<p>Kembali pada bahasan kita di awal,\u00a0apa saja tips-tips mendapatkan anak ayam kampung unggulan yaitu ayam KUB dan ayam Sensi?<\/p>\n<ol>\n<li><b><\/b><strong><b>Berasal dari badan usaha yang memiliki lisensi<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Hanya ada 6 badan usaha yang memiliki lisensi ayam Sensi dan KUB yaitu\u00a0PT Sumber Unggas Indonesia di Cogreg,\u00a0Bogor;\u00a0Warso Unggul Farm di Tangkil, Bogor; Dedi Farm di Gunung Endut, Sukabumi; BUMT Tiyuh di Tulang Bawang Barat, Lampung; DnR Farm di Ciampea, Bogor; dan PT ISFIN di Sleman, Yogyakarta. Selain badan usaha\u00a0tersebut,\u00a0patut dipertanyakan keaslian DOC-nya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b><\/b><strong><b>Memiliki Sertifikasi Layak Bibit<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Pasal Ayat 5, setiap benih atau aibit yang beredar wajib memiliki sertifikat benih atau bibit yang memuat keterangan mengenai silsilah dan ciri-ciri keunggulannya. Sayangnya,\u00a0baru satu perusahaan yang memiliki Sertifikasi Keterangan Layak Bibit yaitu Sumber Unggas Indonesia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2507\" aria-describedby=\"caption-attachment-2507\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2507\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Surat-Keterangan-Layak-Bibit-1.jpg\" alt=\"Contoh Surat Keterangan Layak Bibit\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2507\" class=\"wp-caption-text\"><em>Contoh Surat Keterangan Layak Bibit<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<ol start=\"3\">\n<li><b><\/b><strong><b>Menerapkan Good Breeding Practice<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Perusahaan yang memproduksi DOC wajib menerapkan pembibitan yang baik atau dikenal dengan isitilah Good Breeding Practice (GBP). Dalam mendukung produksi ayam kampung yang baik,\u00a0maka Menteri Pertanian mengeluarkan kebijakan peraturan No 49\/Permentan\/OT.140\/10\/2006\u00a0tentang Pedoman Pembibitan Ayam Lokal yang Baik. Tujuannya adalah menjamin pelestarian dan pemanfaatan keberlanjutan sumber daya genetik ayam asli dan ayam lokal.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b><\/b><strong><b>Memiliki Kompartemen Bebas Penyaki<\/b><\/strong><strong><b>t <\/b><\/strong><strong><b>Avian Influenza (Flu Burung)<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Industri perunggasan nasional masih mengalami permasalahan serius terkait merebaknya penyakit flu burung. Penyakit ini sifatnya menular dan mematikan,\u00a0terutama pada hewan unggas lainnya. Kompartemen dan zinifikasi merupakan salah satu solusi penting yang telah mendapatkan rekomendasi dari Office Internationale de Epizooticae (OIE) untuk mengendalikan dan membebaskan suatu kawasan dari penyakit unggas terutama Flu Burung.<\/p>\n<p>Saat ini,\u00a0di Indonesia,\u00a0satu-satunya perusahaan yang memiliki kompartemen bebas AI adalah Sumber Unggas Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-2508\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Contoh-Kompartemen-Bebas-AI.jpg\" alt=\"Contoh Kompartemen Bebas AI\" width=\"500\" height=\"667\" \/><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong><b>Melakukan vaksinasi<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Setiap peternak wajib mengetahui dan menerapkan bahwa setiap ternak diberikan vaksin. Manusia saja sejak kecil diberi vaksin,\u00a0apalagi hewan yang hidupnya sangat dekat dengan kotoran. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang telah melakukan vaksin pada DOC. Idealnya vaksin yang diberikan adalah vaksin Tetelo (ND) dan vaksin pernafasan (IB).<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, mulai sekarang,\u00a0peternak pemula tidak perlu khawatir lagi untuk membeli anak ayam kampung unggulan. Lima tips di atas dapat dicoba ketika para peternak ingin mendapatkan DOC\/anak ayam kampung unggulan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a class=\"wpp-post-title\" title=\"4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Febroni Purba<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dasawarsa ini, usaha peternakan ayam kampung di Indonesia semakin masif seiring dengan perkembangan mutu genetik ayam kampung. Hal ini terkait dengan \u201cpenemuan\u201d bibit\/anak ayam kampung unggulan oleh Badan Litbang&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2503,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[345,39,610,609,38,287,611],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Tips-Membeli-Anak-Ayam-Kampung-Unggulan.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2501"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2501"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3913,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2501\/revisions\/3913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}