{"id":2563,"date":"2024-10-08T01:00:08","date_gmt":"2024-10-07T18:00:08","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2563"},"modified":"2024-10-08T03:58:40","modified_gmt":"2024-10-07T20:58:40","slug":"cara-kulit-pisang-pupuk-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-kulit-pisang-pupuk-organik\/","title":{"rendered":"Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik"},"content":{"rendered":"<p>Pisang merupakan salah satu buah tropis yang sangat banyak ditemukan di Indonesia. Pisang sendiri tidak hanya dikonsumsi secara mentah saja. Banyak sekali berbagai kreasi makanan lain yang diolah dari pisang, mulai dari kulit pisang, sale pisang, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dengan beragam manfaatnya, limbah kulit pisang menjadi permasalahan tersendiri. Selain dapat menganggu pemandangan, kulit pisang yang tidak segera ditimbun atau dibuang akan memunculkan bau yang tidak sedap yang tentunya sangat menggangu.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, saat ini,\u00a0mulai banyak dilakukan penelitian dan juga pengembangan mengenai pengolahan kulit pisang. Yang paling terkenal adalah penemuan terbaru yang menunjukkan potensi kebermanfaatan kulit pisang sebagai pupuk organik.<\/p>\n<h2>Pupuk Organik Kulit Pisang<\/h2>\n<p>Apa itu pupuk organik? Pupuk organik merupakan suatu pupuk yang diolah dengan menggunakan bahan-bahan organik alais tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali. Hadirnya pupuk organik tentunya dapat menjadi solusi bagi masyarakat, mengingat harga pupuk kimia yang cenderung lebih mahal.<\/p>\n<p>Baru-baru ini,\u00a0beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai pupuk organik. Kandungan fosfor, kalium, dan magnesium yang sangat tinggi menjadikan kulit pisang mampu memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi tanaman. Hal ini tentunya sangat menggembirakan,\u00a0mengingat produksi limbah kulit pisang yang sangat melimpah di Indonesia.<\/p>\n<h2>Manfaat Pupuk Organik Kulit Pisang<\/h2>\n<p>Dengan memanfaatkan pupuk organik dari kulit pisang, para petani akan mendapatkan berbagai manfaat yang beragam. Selain dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai jual\u00a0yang tinggi, kulit pisang juga memiliki kandungan potasium yang sangat tinggi sehingga membantu dalam membentuk bunga yang lebih besar dan cerah.<\/p>\n<p>Kandungan kalium pada kulit pisang kering yaitu sekitar 42%. Kalium merupakan salah satu unsur hara mikronutrient yang berfungsi untuk meningkatkan pembungaan dan juga menguatkan perakaran tanaman. \u00a0Selain itu,\u00a0nutrisi kulit pisang yang lain seperti magnesium dan fosfor juga berperan penting dalam perkembangan tanaman.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/blue-java-banana-pisang-biru\/\"><strong>Blue Java Banana, Pisang Biru Unik Bertekstur Selembut Eskrim<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2565\" aria-describedby=\"caption-attachment-2565\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2565\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Pupuk-Organik.jpg\" alt=\"Pupuk Organik\" width=\"640\" height=\"353\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2565\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: kabartani.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pengolahan kulit pisang menjadi pupuk cair organik juga cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan limbah kulit pisang sebanyak 10 kg, air, bakteri perangsang seperti STARDEC atau EM4, dan larutan gula.<\/p>\n<p>Hal pertama yang harus dilakukan adalah memblender kulit pisang terlebih dahulu hingga halus lalu dilarutkan dengan air.\u00a0Perbandingan air dan kulit pisang adalah 1 : 1. Setelah itu,\u00a0campur larutan kulit pisang tadi dengan larutan gula dan bakteri untuk merangsang proses pemecahan senyawa pada kulit pisang.<\/p>\n<p>Setelah itu,\u00a0larutan didiamkan selama 3 hingga 4 hari sehingga terjadi proses fermentasi. Setelah hari ke -5, pupuk organik dari kulit pisang sudah siap untuk digunakan.<\/p>\n<h2>Cara Mengaplikasikan Pupuk Organik Kulit Pisang<\/h2>\n<p>Untuk pengaplikasiannya ke tanaman, pupuk cair ini harus dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Perbandinganya adalah 1 : 10. Satu\u00a0liter pupuk cair berarti harus dilarutkan dengan 10 liter air. Pengaplikasiannya sama\u00a0seperti penggunaan pupuk pada umumnya. Namun,\u00a0yang harus diketahui, pupuk kulit pisang ini sangat rendah nitrogen sehingga pengaplikasiannya perlu dikombinasikan dengan pupuk lain yang kaya nitrogen agar nutrisi tumbuhan dapat tercukupi.<\/p>\n<p>Pengolahan menjadi kulit pisang menjadi pupuk merupakan pilihan yang sangat dianjurkan. Selain dapat membantu petani dalam mengurangi pupuk kimia pada tanaman, pupuk organik juga lebih efisien dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.<\/p>\n<p>Demikianlah informasi terbaru menegnai pemanfaatan kulit pisang menjdi pupuk organik. Selain dapat mengurangi limbah, hadirnya pupuk organik cair dari kulit pisang ini juga diharapkan mampu mengurangi paparan bahan kimia ke produk pertanian sehingga tanaman menjadi lebih aman untuk dikonsumsi dan juga bebas pestisida.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-kulit-buah\/\"><strong>Jangan Dibuang Dulu! Kulit Buah Ini Ternyata Banyak Manfaatnya!<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pisang merupakan salah satu buah tropis yang sangat banyak ditemukan di Indonesia. Pisang sendiri tidak hanya dikonsumsi secara mentah saja. Banyak sekali berbagai kreasi makanan lain yang diolah dari pisang,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2564,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[847,1],"tags":[625,187,223,117,158,288],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Cara-Mengolah-Kulit-Pisang-Menjadi-Pupuk-Organik.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2563"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2563"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15073,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2563\/revisions\/15073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}