{"id":2599,"date":"2022-06-08T05:00:39","date_gmt":"2022-06-07T22:00:39","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2599"},"modified":"2022-06-08T10:37:16","modified_gmt":"2022-06-08T03:37:16","slug":"menangani-pasca-panen-bunga-krisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menangani-pasca-panen-bunga-krisan\/","title":{"rendered":"Cara Memanen dan Menangani Pasca Panen Bunga Krisan"},"content":{"rendered":"<p>Produk <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-tanaman-hortikultura\/\">hortikultura<\/a> memiliki ciri utama yaitu kandungan air yang tinggi dan mudah rusak. Produk hortikultura meliputi buah, sayur, tanaman hias, dan tanaman obat.<\/p>\n<p>Bunga krisan merupakan salah satu produk hortikultura yang saat ini semakin berkembang dan memiliki prospek yang menjanjikan seiring dengan berkembangnya komoditas tanaman hias di Indonesia. Terlebih lagi, bunga krisan merupakan salah satu komoditi utama dalam tanaman hias yang umumnya digunakan sebagai <em><i>bouquet <\/i><\/em>\u00a0bunga atau hiasan.<\/p>\n<p>Mutu bunga krisan dinilai dari penampilan visualnya, mulai dari tangkai, daun, dan mahkotanya. Faktor utama dalam menjaga tanaman krisan tetap bermutu adalah panen dan pasca panen yang tepat.<\/p>\n<p>Salah satu masalah utama yang sering muncul saat panen dan pasca panen bunga krisan adalah kehilangan hasil, yang disebabkan oleh faktor fisiologis, faktor iklim mikro, serangan hama dan penyakit, faktor budidaya, serta penanganan panen dan pasca panen.<\/p>\n<h2>Cara Memanen Bunga Krisan<\/h2>\n<p>Bunga krisan harus dipanen pada saat yang tepat,\u00a0pada tingkat kematangan buah yang optimal\u00a0yaitu pada saat bunga tidak terlalu kuncup dan tidak terlalu mekar. Jika bunga dipanen saat belum mekar, maka bunga akan sulit mekar atau akan mekar jika diberi perlakuan khusus yang memakan lebih banyak biaya. Sementara, jika bunga dipanen saat terlalu mekar, maka akan memperpendek masa simpannya.<\/p>\n<p>Pemanenan krisan dilakukan saat tanaman berumur 12-14 minggu. Waktu panen yang baik adalah saat suhu rendah, misalkan pagi sebelum jam 7. Pada saat tersebut, kandungan air masih tinggi sehingga bunga masih tampak segar. Pemanenan juga dapat dilakukan pada sore hari setelah jam 15:00.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2601\" aria-describedby=\"caption-attachment-2601\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2601\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Pemanenan-Bunga-Krisan.jpg\" alt=\"Pemanenan Bunga Krisan\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2601\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: infopublik.id<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemanenan dapat dilakukan apabila bunga yang berada di tengah telah membuka dan bunga yang berada di sekelilingnya telah mekar sepenuhnya. Bunga yang dipanen pada pagi hari akan terlihat lebih segar, sementara bunga yang dipanen pada sore hari sebaiknya diberikan perlakuan khusus yaitu pangkal tangkai direndam dengan air yang dicampur dengan nutrisi tanaman.<\/p>\n<p>Pada saat pemanenan, sebaiknya juga melakukan\u00a0seleksi atau <em><i>grading<\/i><\/em>\u00a0berdasarkan kualitasnya. Bunga yang tidak termasuk <em><i>grade<\/i><\/em>\u00a0I dan <em><i>grade<\/i><\/em>\u00a0II sebaiknya tidak dipanen. Kriteria grade bunga krisan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><em><i>Grade <\/i><\/em>I : bunga mekar (tidak terlalu mekar atau terlalu kuncup), tidak terserang HPT, segar, tidak bergerombol, tidak terdapat busuk kehitaman pada pinggir kelopak bunga, batang besar sesuai dengan jenisnya, tegak\u00a0dan lurus, panjang minimum 75 cm, daun tidak kering dan hijau segar, bentuk bunga normal,\u00a0dan tidak ada kelainan bentuk atau warna.<\/li>\n<li><em><i>Grade<\/i><\/em>\u00a0II : bunga mekar dan segar, boleh bergerombol namun tidak terserang HPT, batang lurus dengan\u00a0ukuran minimum 50 cm namun ukuran diameter boleh sedikit lebih kecil dari <em><i>grade<\/i><\/em>\u00a0I. Kriteria lainnya sama dengan <em><i>grade<\/i><\/em>\u00a0I namun lebih ditoleransi, misalnya daun terserang HPT tapi tidak terlalu parah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemanenan bunga krisan dilakukan dengan memotong tangkai batangnya 15 cm dari permukaan tanah dengan menggunakan gunting panen, kemudian daun dirompes pada 1\/3 bagian tangkai bunga dan dikumpulkan 10 tangkai di atas net agar mempermudah proses penghitungan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-bunga-matahari-yang-wajib-kamu-ketahui\/\"><strong>Manfaat Bunga Matahari dan Cara Mengolahnya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Cara Menangani Pasca Panen Bunga Krisan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2602\" aria-describedby=\"caption-attachment-2602\" style=\"width: 768px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2602\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Pasca-Panen-Bunga-Krisan.jpg\" alt=\"Pasca Panen Bunga Krisan\" width=\"768\" height=\"768\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2602\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: business.google.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Penanganan pasca panen bunga krisan merupakan kegiatan yang dilakukan setelah bunga dipanen sampai bunga tersebut diterima oleh konsumen. Penanganan pasca panen bunga krisan meliputi pengumpulan bunga yang telah ditanam, transport ke tempat sortasi, sortasi dan <em><i>grading<\/i><\/em>, pengikatan, pembungkusan, perendaman, penyimpanan, pengepakan,\u00a0dan pengiriman.<\/p>\n<p>Bunga yang sudah dipanen diletakkan di atas <em><i>wire mesh<\/i><\/em>, yang di bawahnya digunakan kain pelindung dan disimpan di tempat yang teduh, kemudian bunga dibungkus dengan kain tersebut. Tangkai bunga lalu dipotong kembali agar rata.<\/p>\n<p>Kemudian,\u00a0tangkai bunga dimasukkan ke dalam ember yang berisi air. Selanjutnya, bunga dibawa ke ruang pasca panen untuk di-<em><i>grading<\/i><\/em>\u00a0sesuai dengan mutu perusahaan. Untuk pengemasan, bunga termasuk komoditi hortikultura non-pangan yang mudah rusak dan harus dipasarkan dalam keadaan segar. Kemasan merupakan penunjang kegiatan transportasi, distribusi,\u00a0dan merupakan usaha untuk mengatasi persaingan dalam pemasarannya.<\/p>\n<p>Cara pembungkusan bunga yaitu bunga diletakkan di\u00a0atas kertas, kemudian digulung dari sudut kiri bawah sampai kanan bawah hingga membentuk kerucut terbalik, bagian tepi luar dikuatkan dengan selotip, kemudian bunga dimasukkan ke dalam ember berisi air agar tidak layu.<\/p>\n<p>Penyimpanan bunga dilakukan selama masa tunggu bunga untuk disortasi, di-<em><i>grading<\/i><\/em>, dan dibungkus. Penyimpanan bunga diletakkan pada suhu kamar, sementara penyimpanan bunga untuk <em><i>stock<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em>dilakukan dalam <em><i>cool storage<\/i><\/em>\u00a0dengan suhu 7\u2103-15\u2103.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2603\" aria-describedby=\"caption-attachment-2603\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2603\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Bunga-Krisan.jpg\" alt=\"Bunga Krisan\" width=\"400\" height=\"263\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2603\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: serba-budidaya.blogspot.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk pengepakan\u00a0saat bunga dikirim ke konsumen,\u00a0dibedakan antara pengepakan untuk dikirim di dalam negeri dan pengepakan untuk pengiriman luar negeri. Pengepakan dalam negeri\u00a0menggunakan kardus berwarna coklat dengan ukuran 90 cm x 45 cm x 90 cm, sementara pengiriman ke luar negeri menggunakan dus karton putih berbentuk segitiga panjang.<\/p>\n<p>Untuk teknik penyusunan bunga yaitu dengan meletakkan bunga secara berselang-seling dan dipadatkan untuk mengurangi gerakan selama distribusi berlangsung. Bunga yang telah disusun rapi kemudian ditutup dan dilakban, sementara untuk ekspor, kardus diikat dengan mesin tali.<\/p>\n<p>Pengiriman untuk ekspor dilakukan dengan menggunakan mobil box besar pendingin dengan suhu 13\u2103. Sedangkan,\u00a0pengiriman lokal\u00a0menggunakan mobil box besar pendingin atau mobil box kecil tanpa pendingin namun memiliki ventilasi udara.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah cara-cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemanenan dan menangani pasca panen bunga krisan. Dengan melakukan cara-cara tersebut, kehilangan hasil bunga krisan saat panen bisa diminimalisir.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produksi-bunga-potong-indonesia\/\"><strong>Produksi Bunga Potong di Tanah Air<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: bibitonline.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Nevy Widya Pangestika<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Produk hortikultura memiliki ciri utama yaitu kandungan air yang tinggi dan mudah rusak. Produk hortikultura meliputi buah, sayur, tanaman hias, dan tanaman obat. Bunga krisan merupakan salah satu produk hortikultura&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2600,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[143,632,160,633,161],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Cara-Memanen-dan-Menangani-Pasca-Panen-Bunga-Krisan.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2599"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2599"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2599\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4979,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2599\/revisions\/4979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}