{"id":2629,"date":"2025-02-08T01:00:49","date_gmt":"2025-02-07T18:00:49","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2629"},"modified":"2025-02-08T10:06:37","modified_gmt":"2025-02-08T03:06:37","slug":"dampak-pupuk-organik-belum-matang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dampak-pupuk-organik-belum-matang\/","title":{"rendered":"5 Dampak Penggunaan Pupuk Organik yang Belum Matang"},"content":{"rendered":"<p>Penggunaan pupuk organik berkembang pesat di Indonesia saat ini. Perkembangan ini didasarkan pada penggunaan pupuk kimia yang mempunyai dampak buruk dan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya struktur tanah, tidak seimbangnya ekosistem lingkungan, dan juga dapat mengancam terhadap kesehatan manusia. Dilihat dari masalah tersebut, penggunaan pupuk organik ini kembali direkomendasikan untuk meminimalisir masalah tersebut.<\/p>\n<p>Pupuk organik mempunyai banyak kelebihan, diantaranya dapat dibuat sendiri di rumah, bahannya mudah didapatkan,\u00a0dan proses pembuatannya tidak serumit pupuk kimia. Akan tetapi,\u00a0pembuatan pupuk organik tersebut harus sesuai dengan prosedur dan harus ada pemeriksaan lebih lanjut sebelum pupuk organik tersebut siap untuk diaplikasikan ke dalam tanah.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui apakah pupuk organik siap diaplikasikan,\u00a0ciri-cirinya adalah tidak berbau, warnanya gelap kehitam-hitaman, mudah hancur, dan jika dipegang terasa dingin. Jika ciri-ciri tersebut belum muncul pada pupuk organik,\u00a0maka dapat dipastikan pupuk tersebut belum matang secara sempurna. Pupuk yang belum matang, jika diaplikasikan ke tanaman,\u00a0akan berdampak buruk pada tanaman tersebut dan yang paling parah dapat menyebabkan kematian.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah 5 dampak yang terjadi bila kita mengaplikasikan pupuk organik yang belum matang:<\/p>\n<h2>Mengandung unsur hara yang rendah<\/h2>\n<p>Tujuan dari pemberian pupuk adalah untuk menambah kandungan unsur hara yang sudah ada di dalam tanah yang kemudian dimanfaatkan oleh tanaman untuk proses berkembangnya\u00a0tanaman tersebut. Apabila kita memberikan pupuk organik yang rendah kandungan unsur haranya,\u00a0maka pertumbuhan tanaman tersebut dapat terhambat serta bisa layu dan mati.<\/p>\n<h2>Terjadinya proses pembusukan<\/h2>\n<p>Apabila kita memberikan pupuk organik yang belum matang,\u00a0maka akan terjadi proses pembusukan lebih lanjut yang dilakukan oleh mikroorganisme pengurai di dalam tanah. Pada proses pembusukan ini,\u00a0mikroorganisme tersebut memerlukan nitrogen dan oksigen untuk proses metabolismenya, sehingga mikroba tersebut mengambil oksigen dan nitrogen yang tersedia di\u00a0dalam\u00a0tanah. Hal ini jelas akan mengurangi kandungan nitrogen dan oksigen yang ada di dalam tanah yang seharusnya\u00a0dimanfaatkan oleh tanaman.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2632\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Pupuk-Organik-1.jpg\" alt=\"Pupuk Organik\" width=\"1432\" height=\"955\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengolah-kotoran-sapi-pupuk-organik\/\"><strong>Cara Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Dapat membawa patogen bagi tanaman<\/h2>\n<p>Karena\u00a0proses penguraian bahan-bahan organik yang belum sempurna, maka di dalam pupuk organik tersebut,\u00a0dapat memungkinkan adanya patogen-patogen tertentu seperti jamur, gulma,\u00a0dan patogen lainnya yang sudah jelas dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Patogen \u00a0ini bersifat parasit bagi tanaman sehingga dapat menyebabkan penyakit dan kerusakan pada tanaman.<\/p>\n<h2>Dapat mengandung racun bagi tanaman<\/h2>\n<p>Proses dekomposisi yang tidak sempurna pada pupuk organik memungkinkan adanya kandungan asam organik dan juga fenol yang bersifat toksik pada tanaman. Pada pupuk organik yang belum matang sempurna, mikroorganisme akan menghasilkan amoniak (bau busuk) yang bersifat racun pada tanaman.<\/p>\n<h2>Dapat meningkatkan suhu tanah<\/h2>\n<p>Pada pupuk organik yang belum matang, proses penguraian pun akan terus dilakukan oleh mikroorganisme sehingga dapat menyebabkan suhu tanah menjadi naik. Kenaikan suhu tanah tersebut dapat menggangu metabolisme tanaman. Fungsi kerja enzim pada tanaman akan terganggu dan proses penyerapan unsur hara menjadi terhambat yang mengakibatkan tanaman menjadi layu dan mati.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 dampak penggunaan pupuk organik yang belum matang. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang berencana atau sudah mengaplikasikan pupuk organik sebagai sumber unsur hara utama tanaman. Jangan sampai pupuk yang bertujuan untuk menyuburkan tanaman malah membuat tanaman menjadi rusak atau menyebabkan kematian.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-kulit-pisang-pupuk-organik\/\"><strong>Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:<strong> M. Rizki Permadi Putra<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan pupuk organik berkembang pesat di Indonesia saat ini. Perkembangan ini didasarkan pada penggunaan pupuk kimia yang mempunyai dampak buruk dan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya struktur tanah, tidak&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2630,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,847],"tags":[644,108,117,643,288],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/5-Dampak-Penggunaan-Pupuk-Organik-yang-Belum-Matang.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2629"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2629"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2633,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2629\/revisions\/2633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}