{"id":2681,"date":"2019-05-24T12:00:23","date_gmt":"2019-05-24T05:00:23","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2681"},"modified":"2020-01-09T11:32:53","modified_gmt":"2020-01-09T04:32:53","slug":"aplikasi-hara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/aplikasi-hara\/","title":{"rendered":"Aplikasi HARA Dapat Mengatasi Masalah Lahan Pertanian Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa makanan merupakan hal pokok yang harus dipenuhi setiap hari. Dilansir dari \u00a0Smulders, Perwakilan FAO untuk Indonesia, 13 juta ton makanan terbuang percuma di Indonesia setiap tahun. Hal tersebut merupakan fakta yang mencengangkan,\u00a0mengingat krisis makanan masih kerap terjadi\u00a0di pelosok negeri ini.<\/p>\n<p>Membludaknya jumlah penduduk Indonesia serta ketidaktersediaannya lahan pangan dilansir menjadi penyebab utama masalah ini. Sumber pangan membutuhkan lahan yang luas agar dapat berproduksi secara maksimal. Namun,\u00a0kenyatannya,\u00a0banyak lahan yang seharusnya dapat dioptimalkan untuk memproduksi bahan pangan tetapi kurang produktif.<\/p>\n<p>Memasuki era revolusi industri 4.0 dimana semua teknologi lebih berproses kepada metode digital dan siber fisik, sistem pertanian dituntut untuk dapat menyeimbangkan\u00a0kemajuan teknologi agar ke\u00a0depannya produk pertanian dapat berproduksi secara maksimal, memiliki kualitas tinggi,\u00a0serta dapat memenuhi kebutuhan pangan di\u00a0seluruh pelosok negeri tanpa harus mengandalkan produk impor.<\/p>\n<h2>Mengenal Aplikasi HARA<\/h2>\n<p>Dengan melihat fakta bahwa masih banyaknya lahan-lahan di Indonesia yang belum produktif, kehadiran teknologi digital diharapkan mampu menjadi solusi andalan. Salah satu teknologi digital hasil karya anak Indonesia yang\u00a0menangani permasalahan lahan pertanian adalah aplikasi HARA.<\/p>\n<p>Aplikasi\u00a0HARA merupakan salah satu teknologi inovatif yang mengumpulkan berbagai macam data terkait karakteristik lahan pertanian sehingga dapat menjadi salah satu bahan rujukan yang berharga bagi para petani yang akan menggarap lahan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2686\" aria-describedby=\"caption-attachment-2686\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2686 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Logo-Aplikasi-HARA.jpg\" alt=\"Logo Aplikasi HARA\" width=\"225\" height=\"225\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2686\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: mediaindonesia.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Aplikasi HARA diluncurkan oleh Regi Wahyu. Dalam wawancaranya,\u00a0beliau memaparkan bahwa aplikasi ini dirancang agar para petani dapat memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Tujuan inti dari hadirnya aplikasi HARA adalah sebagai sarana pertukaran data dan informasi terkait pertanian melalui <em><i>blo<\/i><\/em><em><i>c<\/i><\/em><em><i>kchain<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Data yang dihasilkan dari aplikasi ini terdiri dari 3\u00a0hal yaitu kondisi lahan, riwayat lahan, dan juga petani. Untuk bisa mendeteksi jenis lahan, cuaca, dan temperatur tanah, aplikasi HARA\u00a0telah dibekali sensor khusus yang telah dikalibrasi dengan satelit agar data yang didapatkan\u00a0lebih akurat.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0satelit juga akan memberikan gambaran yang jelas terhadap kondisi lahan di daerah tertentu, baik dari posisinya, penyebaran hama yang ada di\u00a0sana, serta sistem irigasi pada lahan tersebut.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kenali-penyakit-tanaman-dr-tania\/\"><strong>Mudah Kenali Penyakit Tanaman dengan Aplikasi Dr Tania<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Cara Kerja Aplikasi HARA<\/h2>\n<p>Aplikasi HARA bekerja dengan menggunakan metode pengumpulan informasi. Metodologi yang digunakan yaitu <em>Distributed Computing System<\/em>.<b> <\/b>Aplikasi ini sudah digunakan di beberapa daerah di bagian Indonesia Timur. Di Bojonegoro,\u00a0misalnya, aplikasi HARA sudah mulai digunakan untuk mengembangkan sistem pertanian di\u00a0sana.<\/p>\n<p>Aplikasi HARA sebagai platform data, akan memberikan profil lengkap para petani mulai dari KTP, KK, serta kultivasi pertanian yang saat ini mereka jalani,\u00a0mulai dari pemakaian pupuk, jenis tanaman yang ditanam, hingga hama apa saja yang menyerang. Selain itu,\u00a0untuk memberikan data mengenai ukuran dan petak sawah, digunakan teknologi GPS.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2687\" aria-describedby=\"caption-attachment-2687\" style=\"width: 1100px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2687 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Cara-Kerja-Aplikasi-HARA.jpg\" alt=\"Cara Kerja Aplikasi HARA\" width=\"1100\" height=\"620\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2687\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: id.techinasia.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Berbagai jenis data yang telah dilampirkan di dalam aplikasi ini dapat di-<em><i>update<\/i><\/em>\u00a0secara berkala dan sudah bisa diintegrasikan ke\u00a0dalam smartphone Android. Namun,\u00a0karena termasuk ke\u00a0dalam teknologi baru, aplikasi ini baru bisa dijalankan oleh dinas pertanian atau penyuluhan daerah guna memantau kondisi pertanian di daerahnya.<\/p>\n<p>Aplikasi HARA merupakan salah satu teknologi digital yang sudah mulai banyak dikembangkan oleh anak bangsa negeri ini. Dengan kehadiran teknologi ini,\u00a0diharapkan mampu mengatasi permasalahan lahan pertanian di Indonesia, serta dapat mengefektifkan produksi pangan di seluruh pelosok tanah air.<\/p>\n<h2>Cara Aplikasi HARA Menghubungkan Penyedia dan Penerima Data Informasi Pertanian<\/h2>\n<p>Inti dari aplikasi HARA sendiri adalah sebagai media pertukaran informasi antara pemberi data dan penerima data. Hal pertama yaitu penyedia data akan memberikan data-data seputar lahan, baik mengenai hama,\u00a0pupuk,\u00a0jenis tanaman, hingga ukuran lahan. Setelah penyedia data menerima data, pihak penilai\u00a0akan meninjau dan memverifikasi data yang telah diajukan.<\/p>\n<p>Aplikasi HARA nantinya juga akan mengolah data-data mentah yang telah diverifikasi menjadi bentuk laporan yang sudah siap di-<em><i>upload<\/i><\/em>. Setelah itu, pihak pembeli data nantinya akan membeli data yang telah tersedia sesuai dengan tujuan mereka masing-masing.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/aplikasi-untuk-petani-milenial-indonesia\/\"><strong>Ini Dia, 5 Aplikasi yang Dibutuhkan Petani Milenial Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: goodnewsfromindonesia.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa makanan merupakan hal pokok yang harus dipenuhi setiap hari. Dilansir dari \u00a0Smulders, Perwakilan FAO untuk Indonesia, 13 juta ton makanan terbuang percuma di Indonesia setiap tahun.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2685,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[844,1],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Aplikasi-HARA-Dapat-Mengatasi-Masalah-Lahan-Pertanian-Indonesia.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2681"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2681"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2688,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2681\/revisions\/2688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}