{"id":2692,"date":"2024-12-27T01:00:29","date_gmt":"2024-12-26T18:00:29","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2692"},"modified":"2024-12-27T08:17:30","modified_gmt":"2024-12-27T01:17:30","slug":"masalah-sistem-penanaman-vertikultur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/masalah-sistem-penanaman-vertikultur\/","title":{"rendered":"3 Masalah yang Muncul pada Sistem Penanaman Vertikultur"},"content":{"rendered":"<p>Dewasa ini,\u00a0tren <em><i>urban farming<\/i><\/em>\u00a0kian diminati oleh masyarakat,\u00a0terutama masyarakat di kota-kota besar. Hal tersebut dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan alasan kesehatan juga, para penggiat <em><i>urban farming<\/i><\/em>\u00a0pun kian bertambah. Produk pertanian yang tersedia di pasar masih terikat dengan yang namanya bahan kimia seperti pestisida yang jika terus di konsumsi,\u00a0akan meninggalkan residu pada tubuh dan terus menumpuk sehingga dapat mengganggu kesehatan.<\/p>\n<p>Maka dari itu,\u00a0demi menciptakan pola hidup sehat, para penggiat <em><i>urban farming<\/i><\/em>\u00a0terus berusaha untuk memproduksi komoditas pertanian yang terbebas dari cemaran bahan kimia yang berbahaya.<\/p>\n<p>Ada banyak sistem penanaman dalam metode <em><i>urban farming<\/i><\/em>\u00a0seperti hidroponik, aquaponik, vertikultur, dan lain\u00a0sebagainya. Dalam hal ini,\u00a0sistem vertikultur mungkin banyak diminati karena selain cocok diterapkan di\u00a0lahan sempit, sistem vertikultur juga tidak terlalu memerlukan biaya yang cukup besar, tidak seperti sistem penanaman dengan cara hidroponik dan aquaponik yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.<\/p>\n<p>Namun, dibalik kelebihan yang dimiliki oleh sistem vertikultur, tidak bisa dipungkiri akan muncul suatu masalah pada sistem ini. Berikut ini adalah masalah-masalah\u00a0yang mungkin akan muncul jika kita menerapkan sistem tanam vertikultur.<\/p>\n<h2>Pemberian pupuk yang cukup sulit<\/h2>\n<p>Pada sistem penanaman vertikultur, wadah yang digunakan untuk menampung media tanam bisa dikatakan terbatas yang memungkinkan kandungan unsur hara yang ada pada media tanam tersebut dapat habis karena digunakan oleh tanaman untuk proses tumbuhnya. Apabila unsur hara yang ada pada media tanam tersebut habis, maka dapat dipastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat terganggu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2694\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Sistem-Penanaman-Vertikultur.jpg\" alt=\"\" width=\"481\" height=\"398\" \/><\/p>\n<p>Maka dari itu,\u00a0kita harus menambah unsur hara dengan cara memberikan pupuk pada media tanam. Jika kita menerapkan sistem organik, pupuk yang kita tambahkan tidak sedikit volumenya. Mau tidak mau,\u00a0kita harus membongkar seluruh instalasi vertikultur kita untuk menambahkan pupuk organik pada media tersebut.<\/p>\n<p>Solusi untuk menanggulangi masalah tersebut adalah mengganti pupuk organik yang kita gunakan dengan pupuk organik cair. Kita juga dapat menambahkan pupuk hayati\u00a0sehingga mikroorganisme yang terkandung dalam pupuk hayati tersebut dapat dengan cepat menyediakan unsur hara yang dapat langsung diserap oleh tanaman.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-kulit-pisang-pupuk-organik\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Hama dan penyakit mudah menyebar<\/h2>\n<p>Karena\u00a0jarak tanam yang cukup rapat pada sistem vertikultur, hama dan penyakit yang menyerang tanaman dapat dengan cepat menyebar dan berkembang. Terutama pada musim hujan, penyakit dapat cepatnya menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi masalah ini, kita harus sering-sering me-<em><i>monitoring<\/i><\/em>\u00a0tanaman kita. Jika terdapat hama, kita dapat mengendalikannya dengan perlakuan mekanis, dengan menangkap dan membuang hama atau bagian tanaman tersebut. Kita juga dapat mengendalikannya dengan membuat pestisida nabati yang disemprotkan ke tanaman yang terserang hama.<\/p>\n<p>Jika ada tanaman yang terkena penyakit,\u00a0kita bisa mencabutnya dan\u00a0membuangnya ke tempat yang jauh dari lokasi penanaman. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah menularnya penyakit ke tanaman yang lain.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tanaman-refugia-pengusir-hama-alami\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Tanaman Refugia, Pengusir Hama Tanaman yang Alami<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Mudah rusaknya media tanam<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2695\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Vertikultur.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" \/><\/p>\n<p>Karena sistem penanaman vertikultur yang dibuat menjulang ke atas, hal ini memungkinkan rusaknya media tanam yang disebabkan oleh cuaca yang ekstrim. Kurangnya ketelitian dalam pemasangan instalasi vertikultur juga dapat menjadi pemicu rusaknya media tanam.<\/p>\n<p>Oleh kearena itu,\u00a0dalam pemasangan instalasi vertikultur,\u00a0diperlukan ketelitian dan keterampilan yang baik. Pemilihan tempat dalam pemasangan instalasi\u00a0vertikultur juga harus diperhatikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh cuaca yang buruk. Karena memakai wadah, kita juga dapat memindahkan media tanam yang kita gunakan ke tempat yang menurut kita aman dari gangguan cuaca.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 3 masalah yang muncul dalam sistem penanaman vertikultur. Dengan mengetahui masalah vertikultur tersebut, kita dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat menghasilkan produk pertanian yang mempunyai kualitas yang baik dan layak dikonsumsi.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bertanam-di-lahan-sempit\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:<strong> M. Rizki Permadi Putra<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dewasa ini,\u00a0tren urban farming\u00a0kian diminati oleh masyarakat,\u00a0terutama masyarakat di kota-kota besar. Hal tersebut dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan alasan kesehatan juga, para penggiat urban&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2693,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[844],"tags":[653,50,127,654,652],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/3-Masalah-yang-Muncul-pada-Sistem-Penanaman-Vertikultur.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2692"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2692"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3909,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2692\/revisions\/3909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}