{"id":2813,"date":"2025-07-27T01:00:23","date_gmt":"2025-07-26T18:00:23","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2813"},"modified":"2025-07-28T08:54:04","modified_gmt":"2025-07-28T01:54:04","slug":"review-buku-membangun-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/review-buku-membangun-pertanian\/","title":{"rendered":"[Review Buku] Membangun Pertanian dengan Pemberdayaan Masyarakat Tani"},"content":{"rendered":"<p>Memasuki era globalisasi yang kian tajam\u00a0membuat persaingan menjadi semakin ketat. Tidak hanya bersaing dengan orang-orang dari satu daerah dan satu negara. Namun,\u00a0persaingan juga akan terjadi dengan orang-orang dari luar negeri. Dengan adanya era globalisasi,\u00a0maka berbagai jenis barang dan produk impor akan semakin bebas masuk ke dalam negeri. Salah satunya adalah produk hortikultura dan pertanian.<\/p>\n<p>Saat ini,\u00a0menemukan berbagai produk pertanian impor sudah tidak sulit lagi. Mulai dari supermarket ternama hingga kios pinggir jalanan, hampir terdapat produk sayur dan buah impor. Kualitasnya yang lebih bagus dan harganya yang lebih murah menjadikan produk tani impor semakin penuh sesak membanjiri pasar tanah air.<\/p>\n<p>Lalu,\u00a0bagaimana dengan produk dalam negeri? Apakah benar Indonesia yang dikenal dengan negara agraris tidak mampu memproduksi berbagai macam produk pertanian untuk memenuhi kebutuhan negerinya sendiri sehingga harus mengandalkan produk impor luar negeri?<\/p>\n<p>Pada buku pertanian yang berjudul &#8220;Membangun Pertanian dengan Pemberdayaan Masyarakat Tani&#8221;,\u00a0kita akan menemukan salah satu kunci permasalahannya yaitu masih kurangnya produktivitas masyarakat petani. Di dalam buku ini,\u00a0kita akan mengetahui secara mendalam mengenai seluk beluk petani dan juga bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk memberdayakan para petani agar pamornya menjadi semakin naik dan tidak selalu diidentikkan dengan kemiskinan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alasan-petani-bergabung-koperasi-pertanian\/\"><strong>3 Alasan Petani Harus Bergabung Dengan Koperasi Pertanian<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Keunggulan dan Kekurangan Buku<\/h2>\n<p>Keunggulan dari buku ini adalah penjelasannya yang runtut dan spesifik. Buku ini juga sangat menarik karena dibuka dengan bab pertama yang membahas fakta-fakta hebat mengenai kekayaan sumber daya alam Indonesia dan berbagai strategi petanian yang pernah dilakukan. Membaca bab pertama akan membuka wawasan pembaca mengenai alasan mengapa pemberdayaan para petani Indonesia harus segera dilakukan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2815\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Petani-Beras-Indonesia.jpg\" alt=\"Petani Beras Indonesia\" width=\"1280\" height=\"923\" \/><\/p>\n<p>Memasuki bab-bab selanjutnya, penulis langsung mengarahkan pembaca untuk mengenal berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para petani dan menangani bagaimana konsep-konsep pemberdayaan yang bisa dilakukan untuk menyejahterakan para petani dan membangun pertanian Indonesia.<\/p>\n<p>Selain cocok dibaca oleh pembaca umum\u00a0serta kalangan mahasiswa dan peneliti, buku ini juga sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh para penyuluh petani pemula yang masih kesulitan dalam mengembangkan konsep-konsep penyuluhan yang sesuai. Hal ini karena\u00a0di dalam buku ini,\u00a0juga dibahas mengenai strategi pelatihan petani, berbagai macam metode pelatihan dan pengembangan progam petani, serta cara melakukan evaluasi pasca pelaksanaan penyuluhan.<\/p>\n<p>Membaca buku ini seperti membaca satu paket, karena tidak hanya membahas mengenai berbagai permasalahan petani dan materi pemberdayaan saja. Buku ini juga menghadirkan berbagai jenis konsep dan juga cara-cara menarik yang sangat singkat dan jelas dan bisa digunakan oleh para penyuluh agar bisa menerapkan langsung program pemberdayaan pertanian langsung ke masyarakat.<\/p>\n<p>Kekurangan dari buku ini sendiri terletak pada\u00a0tulisannya yang terlalu monoton karena hanya menghadirkan warna hitam putih. Selain itu,\u00a0kurangnya gambar-gambar deskriptif juga menjadikan para pembaca sedikit kesulitan untuk membayangkan berbagai penjelasan yang telah dihadirkan di buku ini.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Demikianlah <em><i>review<\/i><\/em>\u00a0singkat mengenai salah satu buku pertanian yang sangat menarik untuk Anda baca. Selain dapat menjadi wawasan tambahan, berbagai ilmu yang ada juga bisa diterapkan langsung untuk membangun pertanian sehingga kesejahteraan masyarakat petani semakin meningkat. Selain itu, produk pertanian yang dihasilkan\u00a0pun tidak kalah saing dengan berbagai produk impor dari luar negeri.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a class=\"link link--forsure\" href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/melihat-kiprah-koperasi-pertanian-indonesia\/\"><strong>Melihat Kiprah Koperasi Pertanian Dalam Menyejahterakan Petani Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Informasi Buku<\/h2>\n<p>Judul: Membangun Pertanian dengan Pemberdayaan Masyarakat Tani<br \/>\nNama penulis: Sukino, S.PKP.MM<br \/>\nKota Penerbitan: Yogyakarta<br \/>\nPenerbit: Penerbit Pustaka Baru Press<br \/>\nTahun Terbit: 2016<br \/>\nJumlah Halaman: 235 halaman<br \/>\nISBN : &#8211;<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki era globalisasi yang kian tajam\u00a0membuat persaingan menjadi semakin ketat. Tidak hanya bersaing dengan orang-orang dari satu daerah dan satu negara. Namun,\u00a0persaingan juga akan terjadi dengan orang-orang dari luar negeri.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2814,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70,19,529],"tags":[530,679,678,6,12,532],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Review-Buku-Membangun-Pertanian-dengan-Pemberdayaan-Masyarakat-Tani.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2813"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2813"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2872,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2813\/revisions\/2872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}