{"id":2825,"date":"2019-06-10T16:16:28","date_gmt":"2019-06-10T09:16:28","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2825"},"modified":"2019-08-12T18:47:33","modified_gmt":"2019-08-12T11:47:33","slug":"harga-sawit-susah-naik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/harga-sawit-susah-naik\/","title":{"rendered":"Ini Alasan Kenapa Harga Sawit Susah Naik"},"content":{"rendered":"<p>Walaupun menurut keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, volume ekspor sawit Indonesia terus meningkat hingga sekitar 5% pada periode januari-april 2019. Namun, hal itu tidak serta merta mendongkrak harga CPO dan produk olahannya.<\/p>\n<p>Lalu, kenapa harga sawit susah mengalami penaikan? Ini dia alasannya.<\/p>\n<h3>1. Produksi sawit yang sangat tinggi<\/h3>\n<p>Total produksi minyak sawit Indonesia mencapai 41,98 juta ton pada tahun 2017 dan 47,43 juta ton pada tahun 2018. Krnaikan produksi yang tinggi sayangnya tidak dibarengi dengan jumlah permintaan yang &#8216;segitu-segitu&#8217; saja.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/masalah-perkebunan-sawit-indonesia\/\">7 Masalah Perkebunan Sawit di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Akibatnya, stok minyak sawit kemudian menggunung dan sesuai dengan hukum pasar, pasokan yang melimpah membuat harga terus mengalami tekanan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1137\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Ciri-Ciri-Morfologi-Kelapa-Sawit-dan-Perkembangbiakannya.jpg\" alt=\"Ciri-Ciri Morfologi Kelapa Sawit dan Perkembangbiakannya\" width=\"1209\" height=\"907\" \/><\/p>\n<h3>2. Peningkatan Pajak Impor Sawit India<\/h3>\n<p>India merupakan importir minyak sawit terbesar didunia, sehingga setiap kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan sawit akan langsung mempengaruhi keseimbangan harga pasar.<\/p>\n<p>Peningkatan pajak impor sawit mengakibatkan serapan pasokan minyak sawit berkurang, alhasil harga sawit berimbas mengalami penurunan.<\/p>\n<h3>3. Perang Dagang Amerika Serikat (AS) &#8211; China<\/h3>\n<p>Perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia juga berdampak besar pada pergerakan harga minyak sawit. Sebagai informasi, China memberlakukan pajak sebesar 10% pada import kedelai, dimana AS merupakan asal kedelai impor nomor 2 di dunia.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-kelapa-sawit\/\">Jenis-Jenis Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebagai akibatnya, permintaan kedelai dari China menurun, Stok kedelai AS meningkat, Harga kedelai menurun maka harga minyak sawit pun ikut terkena imbasnya.<\/p>\n<p>Tercatat bahwa\u00a0Harga Minyak Sawit (Crude Palm Oil\/CPU) kontrak pengiriman Juli terjun bebas hingga 2,32% ke level MYR 1.981\/ton, padahal harga CPO. sudah anjlok hingga 1,07% akhir pekan lalu. Hingga tahun berjalan, harga CPO telah terkoreksi 6,46%.<\/p>\n<h3>4. Ancaman Pelarangan Sawit di Uni Eropa<\/h3>\n<p>Uni Eropa mengeluarkan rancangan peraturan yang mengkategorikan minyak sawit sebagai produk yang &#8216;tidak berkelanjutan dengan alasan ekspansi kebun sawit menyebabkan deforestasi.<\/p>\n<p>Penggunaan minyak sawit yang menurun drastis dari eropa mengakibatkan permintaan menurun dan harga minyak sawit juga menurun.<\/p>\n<p>Nah itu dia penyebab mengapa harga sawit susah naik sobat PTD. Bagaimana menurut Kamu?<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><strong>Dikutip dari berbagai sumber<\/strong><\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Walaupun menurut keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, volume ekspor sawit Indonesia terus meningkat hingga sekitar 5% pada periode januari-april 2019. Namun, hal itu tidak serta merta mendongkrak harga&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1889,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tips-Mengelola-Perkebunan-Sawit.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2825"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2825"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2828,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2825\/revisions\/2828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}