{"id":2942,"date":"2019-06-13T13:56:51","date_gmt":"2019-06-13T06:56:51","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2942"},"modified":"2020-01-09T11:18:30","modified_gmt":"2020-01-09T04:18:30","slug":"syarat-peluang-rumah-potong-hewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-peluang-rumah-potong-hewan\/","title":{"rendered":"Syarat &#038; Peluang Usaha Mendirikan Rumah Potong Hewan"},"content":{"rendered":"<p>Kebutuhan akan protein hewani semakin hari semakin bertambah, diiringi dengan tuntutan untuk mendapatkan daging dengan kualitas terjamin, aman, sehat,\u00a0serta halal. Hal tersebut membuat Pemerintah dengan tegas mengeluarkan <strong><b>Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 tahun 2010 tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Pemotongan Daging (Meat Cutting Plant) <\/b><\/strong>untuk menyelenggarakan proses pemotongan hewan yang terstandarisasi dan memenuhi kriteria <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/memilih-daging-ayam-metode-asuh\/\">ASUH<\/a> (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) untuk dikonsumsi oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Sejalan dengan program Pemerintah tersebut, masih banyak proses pemotongan hewan yang terselenggara sebelumnya yang belum memenuhi kriteria layak atau sesuai dengan standarisasi. Selain itu, jumlah Rumah Potong Hewan di Indonesia dirasa belum mencukupi untuk proses hewan potong. Hal tersebut dapat kamu pertimbangkan sebagai salah satu peluang bisnis yang sangat menggiurkan dan sangat bermanfaat untuk orang-irang di sekitar kita.<\/p>\n<p>Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam mendirikan Rumah Potong Hewan (RPH) yang terstandarisasi ialah<\/p>\n<h2>1. Lokasi<\/h2>\n<p>Hal pertama yang paling penting untuk diperhatikan sebelum mendirikan usaha\/bisnis apapun adalah\u00a0lokasi atau tempat untuk melaksanakan kegiatan usaha tersebut. Nah,\u00a0lokasi yang tepat tentu saja bertujuan untuk menghindari\u00a0gangguan serta terjadinya pencemaran lingkungan, mempunyai lahan yang cukup luas untuk mendirikan bangunan usaha dan pengembangan RPH ke\u00a0depannya, memiliki akses air bersih yang cukup, serta jauh dari jangkuan industri\u00a0yang berbau kimia dan logam.<\/p>\n<h2>2. Sarana Pendukung<\/h2>\n<p>Setelah lokasi yang tepat telah ditentukan, maka sarana pendukung juga perlu diperhatikan untuk jangkauan pasar dan kemudahan dalam berbisnis.\u00a0Oleh karena itu, sangatlah penting untuk meninjau kondisi lokasi yang seyogianya dapat diakses oleh kendaraan roda empat khususnya kendaraan pengangkut hewan potong dan kendaraan daging.<\/p>\n<p>Sumber air bersih yang tersedia sekiranya dalam jumlah\u00a0yang\u00a0cukup ataupun lebih dengan estimasi 1000 liter\/ekor\/hari. Selain itu, sumber tenaga listrik harus cukup dan tersedia terus menerus sehingga lebih memudahkan proses pemotongan hewan ternak ataupun kegiatan yang lain.<\/p>\n<p>Terakhir,\u00a0tempat pengolahan bahan limbah padat dan\u00a0limbah cair. Dalam hal ini,\u00a0dapat mengintegrasikan dengan pembuatan biogas. Selain tidak mencemari lingkungan, biogas dapat menjadi sumberdaya terbarukan yang juga menghemat pengeluaran dalam Usaha Rumah Potong Hewan (RPH).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2950\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Daging-Sapi.jpg\" alt=\"Daging Sapi\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<h2>3. Konstruksi Dasar dan Desain Bangunan<\/h2>\n<p>Dalam memulai usaha rumah potong hewan,\u00a0konstruksi dasar dan desain bangunan akan sangat menentukan kualitas daging yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan. Akan tetapi,\u00a0cukup sulit untuk menerapkan semuanya dengan lengkap dan teratur sehingga ketentuan dasar yang paling tidak harus dimiliki adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Bangunan utama<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Merupakan bangunan yang digunakan untuk tempat penyembelihan hewan ternak, baik itu sapi maupun kerbau. Area ini dapat dibedakan berdasarkan <strong><b>area kotor<\/b><\/strong>\u00a0yang digunakan dalam kegiatan pemotongan, perebahan, pengulitan, dan area pengeluaran darah sedangkan area yang lain disebut <strong><b>area bersih<\/b><\/strong>\u00a0sebagai tempat penyimpanan daging sementara, pemeriksaan post mortem, penimbangan karkas,\u00a0dan pengeluaran karkas atau daging.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Kandang penampungan<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Merupakan kadang yang digunakan untuk menampung ternak yang akan segera dipotong. Penampungan dilakukan dengan tujuan untuk mengistirahatkan hewan ternak sehingga daging yang diperoleh tidak mengalami penurunan kualitas akibat stres yang dialami oleh hewan ternak selama di perjalanan.<\/p>\n<p>Kandang penampungan\u00a0juga dapat dibedakan\u00a0menjadi\u00a0kandang penampungan untuk hewan yang siap untuk dipotong, kandang untuk betina produktif sebagai tempat untuk menyimpan ternak yang diketahui masih produktif,\u00a0dan kandang isolasi\u00a0ternak yang ternyata mengalami sakit\/penyakit sehingga perlu diisolasi.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Ruang pelayuan\/pendinginan<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Merupakan ruang yang disediakan khusus untuk tempat penyimpanan daging yang telah diperoleh kemudian dilakukan pendinginan. Daerah ini termasuk daerah bersih yang bebas dari zat toksik, tidak ada aliran air ataupun limbah. Tersedia alat penggantung sehingga karkas tidak menyentuh lantai dengan fasilitas suhu ruang yaitu\u00a0-4<sup>o<\/sup>C sampai 4<sup>o<\/sup>C. Produk daging yang dihasilkan ialah produk daging segar dingin (<em><i>chilled<\/i><\/em>) atau beku (<em><i>frozen<\/i><\/em>) sehingga memerlukan ruangan tambahan untuk pelepasan daging (<em><i>deboning room<\/i><\/em>), pemotongan daging, pengemasan daging (<em><i>wrapping dan packing<\/i><\/em>), serta fasilitas <em><i>chiller<\/i><\/em>, <em><i>freezer<\/i><\/em>, <em><i>blast freezer<\/i><\/em>\u00a0dan gudang dingin (<em><i>cold storage<\/i><\/em>).<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Kantor administrasi dan kantor dokter hewan<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Merupakan tempat yang digunakan untuk mengurus kepentingan administrasi dan proses tejadinya transaksi antara penjual dan penerima jasa. Kantor administrasi dapat disatukan dengan kantor dokter hewan atau juga bisa dipisah dengan beberapa pertimbangan.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Fasilitas pemusnahan bangkai<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam hal ini,\u00a0terdapat ruang fasilitas yang disediakan khusus dalam menangani permasalahan produk yang tidak bisa digunakan lagi\u00a0atau bangkai hewan yang dianggap tidak bisa diperjualbelikan.\u00a0Dalam hal ini,\u00a0fasilitas ini akan berdekatan dengan ruang isolasi atau berada dalam satu bagian,\u00a0tergantung pengaturan yang Anda sukai.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Sarana pengolahan limbah<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Penting untuk diketahui bahwa bisnis yang sehat ialah yang tidak meninggalkan dampak buruk pada lingkungannya sehingga daerah pengolahan limbah cair maupun padat sangat penting, selain untuk menghindari\u00a0bau busuk, kejadian penyakit, keamanan pangan asal hewan,\u00a0dan menjaga lingkungan tetap sehat.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Ruang\/fasilitas lainnya<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Ruang tambahan lainnya yang mungkin akan dibutuhkan ialah kantin, mushola, ruang istirahat pegawai, tempat penyimpanan barang pribadi, kamar mandi,\u00a0dan WC. Rumah jaga menjadi opsional bagi Anda\u00a0yang memiliki <em><i>budget<\/i><\/em>\u00a0yang cukup sehingga proses usaha menjadi lebih baik lagi.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Laboratorium sederhana<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>RPH berorientasi ekspor dilengkapi dengan laboratorium yang digunakan untuk menguji kelayakan secara laboratorium terkait dengan pemeriksaan organoleptik, kimiawi sederhana, uji pembusukan awal dan pengeluaran darah,\u00a0serta uji cemaran mikroba dan parasit.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-beli-anak-ayam-kampung-unggulan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2951\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Kandang-Ayam.jpg\" alt=\"Kandang Ayam\" width=\"1280\" height=\"854\" \/><\/p>\n<h2>4. Peralatan<\/h2>\n<p>Adapun peralatan yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tidak mudah korosif, mudah dibersihkan dan didesinfeksi,\u00a0serta mudah dirawat. Adapun beberapa alat penunjang yang digunakan dalam kegiatan RPH adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Alat pada bangunan utama<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Alat untuk memfiksasi hewan \u00a0(r<em><i>estraining box<\/i><\/em>), alat <em><i>c<\/i><\/em><em><i>radle<\/i><\/em>, alat pengerek karkas \u00a0(<em><i>h<\/i><\/em><em><i>oist<\/i><\/em>), rel dan alat penggantung karkas, peralatan pemeriksaan post-mortem, peralatan desinfeksi, timbangan hewan, karkas,\u00a0dan daging.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Ruang jeroan<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Alat mengeluarkan isi jeroan, mencuci jeroan, menangani dan memproses jeroan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong><b>Ruang pelepasan daging dan pemotongan karkas dan\/atau daging<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Meja\u00a0stainless steel, talenan dari bahan polyvinyl, mesin gergaji karkas dan\/atau daging (<em><i>bone saw electric<\/i><\/em>), mesin pengiris daging (<em><i>slicer<\/i><\/em>), mesin penggiling daging \u00a0(<em><i>mincer\/grinder<\/i><\/em>), pisau yang terdiri\u00a0dari pisau\u00a0<em><i>trimming<\/i><\/em>\u00a0dan pisau <em><i>cutting<\/i><\/em>, fasilitas untuk mensterilkan pisau yang dilengkapi dengan air panas dan metal detector.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Alat dokter hewan penanggung jawab di RPH dan\/atau \u00a0petugas \u00a0pemeriksa<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pakaian pelindung diri, pisau yang tajam dan pengasah pisau, stempel karkas. Perlengkapan lainnya untuk pekerja ialah pakaian kerja, apron plastik, tutup kepala dan sepatu boot.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Sanitasi dan Desinfeksi<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pintu masuk dilengkapi dengan peralatan mencuci tangan lengkap dengan sabun, \u00a0desinfektan, <em><i>foot dip<\/i><\/em>,\u00a0dan sikat sepatu agar proses pembersihan dan desinfeksi dapat dilakukan secara baik dan efektif.<\/p>\n<h2>5. Administrasi<\/h2>\n<p>Keperluan administrasi dalam Rumah Potong Hewan ialah melaporkan ke instansi terkait,\u00a0dalam hal ini,\u00a0Dinas Peternakan, Dinas Pertanian,\u00a0ataupun Dinas Ketahanan Pangan yang ada di Kabupaten\/Kota Anda. Biasanya, bidang Peternakan, Pertanian,\u00a0dan Ketahanan Pangan bergabung dalam satu instansi ataupun terpisah,\u00a0tergantung dari Pemerintah setempat. Selain itu, dengan adanya intervensi dari Pemerintah,\u00a0akan menguatkan posisi Rumah Potong Hewan yang Anda miliki untuk dipercayai oleh lapisan masyarakat.<\/p>\n<p>Selain itu, Anda upayakan untuk mendapatkan <strong><b>Izin Mendirikan Rumah Potong Hewan<\/b><\/strong>\u00a0dari Pemerintah setempat. Untuk sekarang,\u00a0perizinan dibawahi secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten\/Kota dengan garis komando satu pintu sehingga tidak akan merepotkan lagi. Biasanya,\u00a0Anda akan diarahkan oleh Dinas Peternakan atau Dinas Pertanian atau Dinas Ketahanan Pangan dimana Anda melapor untuk membuat Izin Rumah Potong Hewan.<\/p>\n<p>Hal yang tidak lupa harus disertakan dalam hal ini adalah <strong><b>Sertifikat Halal<\/b><\/strong>\u00a0yang dapat Anda miliki dengan mengajukan permohonan ke MUI. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang penerapan sistem ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) untuk menjamin keamanan pangan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-memasarkan-daging-kemasan-ritel\/\" rel=\"bookmark\"><strong>6 Langkah Memasarkan Daging Kemasan Secara Ritel<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>6. Strategi Usaha<\/b><\/h2>\n<p><b><\/b>Dalam memulai peluang usaha,\u00a0ada baiknya Anda jangan lupa untuk memperhatikan strategi sehingga jenis usaha yang dijalankan tidak mati di tengah jalan. Hal<strong><b>\u00a0<\/b><\/strong>pertama yang harus\u00a0diperhatikan ialah <strong><b>Potensi Ternak<\/b><\/strong>\u00a0di daerah Anda akan mendirikan Rumah Potong Hewan. Hal ini cukup penting untuk membuat usaha Anda tetap konsisten.<\/p>\n<p>Hal kedua ialah <strong><b>Potensi Pasar<\/b><\/strong>.<strong><b>\u00a0<\/b><\/strong>Dalam hal ini,\u00a0Anda harus lebih jeli dalam mengamati peluang bisnis ini diterapkan di Kabupaten\/Kota dengan memperhatikan orang-orang yang akan membeli daging pada Rumah Potong Hewan milik Anda. Utamanya ialah jumlah Rumah Makan, Restoran, Catering dan Penyedia Makanan sejenis.<\/p>\n<p>Hal ketiga ialah <strong><b>Promosikan Rumah Potong Hewan Anda<\/b><\/strong>. Tentu saja ini menjadi peluang bagi Anda mengingat seperti yang sebelumnya telah saya jelaskan di atas bahwa Rumah Potong Hewan di Indonesia masih sangat dibutuhkan. Jikalau belum layak atau tidak terstandarisasi, mulalahi perkenalkan Rumah Potong Hewan Anda dan pastikan mereka nyaman dengan pelayanan yang Anda berikan.<\/p>\n<h2>7. Analisis Usaha<\/h2>\n<p>Sebagai bahan pertimbangan,\u00a0bagi Anda yang masih ragu ataupun masih setengah-setengah dalam mendirikan Rumah Potong Hewan, berikut ini kami sajikan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Azwanda et al., (2017) mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari Usaha Rumah Potong Hewan:<\/p>\n<figure id=\"attachment_2944\" aria-describedby=\"caption-attachment-2944\" style=\"width: 525px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2944 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Biaya-Produksi.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"324\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2944\" class=\"wp-caption-text\"><em>Biaya Produksi<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_2946\" aria-describedby=\"caption-attachment-2946\" style=\"width: 525px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2946 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Jumlah-Penerimaan.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"254\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2946\" class=\"wp-caption-text\">Jumlah Penerimaan<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_2945\" aria-describedby=\"caption-attachment-2945\" style=\"width: 530px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2945 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Jumlah-Pendapatan.jpg\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"188\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2945\" class=\"wp-caption-text\">Jumlah Pendapatan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis : <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebutuhan akan protein hewani semakin hari semakin bertambah, diiringi dengan tuntutan untuk mendapatkan daging dengan kualitas terjamin, aman, sehat,\u00a0serta halal. Hal tersebut membuat Pemerintah dengan tegas mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2948,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,842],"tags":[634,685,686,683,684],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Syarat-dan-Peluang-Usaha-Mendirikan-Rumah-Potong-Hewan.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2942"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2942"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2956,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2942\/revisions\/2956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}