{"id":2995,"date":"2024-10-07T02:15:11","date_gmt":"2024-10-06T19:15:11","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=2995"},"modified":"2024-10-08T04:01:27","modified_gmt":"2024-10-07T21:01:27","slug":"gaya-hidup-hijau-urban-farming","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/gaya-hidup-hijau-urban-farming\/","title":{"rendered":"Gaya Hidup Hijau dengan Urban Farming"},"content":{"rendered":"<p><em><i>Urban farming<\/i><\/em>\u00a0sebetulnya muncul atas dasar keresahan banyak orang karena kerusakan lingkungan. Kemudian,\u00a0tren tersebut semakin menjamur karena sudah menjadi gaya hidup baru. Banyak orang menyebutnya dengan gaya hidup hijau (<em><i>green lifestyle<\/i><\/em>). Dampak yang muncul tentu saja positif, saat ini orang memiliki kesadaran bahwa <em><i>urban farming <\/i><\/em>merupakan gaya hidup yang sehat.<\/p>\n<p>Manfaat dari <em><i>urban farming <\/i><\/em>sendiri dinilai memiliki dampak yang besar terhadap kualitas hidup seseorang dan lingkungannya. Praktik pertanian ini sendiri banyak dilakukan secara organik atau membatasi penggunaan bahan kimia. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan memiliki residu pestisida yang kecil,\u00a0bebas dari bahan kimia berbahaya, serta yang lebih penting adalah kandungan nutrisinya tetap terjaga.<\/p>\n<h2><strong><b>Peningkatan Kualitas Lingkungan Perkotaan dari Terbatasnya Ruang Terbuka Hijau<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Masyarakat perkotaan yang menjalankan <em><i>urban farming<\/i><\/em>\u00a0turut serta dalam membantu perbaikan kualitas lingkungan. Pada penerapannya, banyak orang menggunakan barang-barang bekas seperti botol plastik sebagai media tanam. Seperti yang kita ketahui,\u00a0sampah plastik adalah masalah perkotaan yang cukup sulit untuk dikontrol penggunaannya. Terlebih lagi, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga sangat kurang. Oleh sebab itu,\u00a0dampak negatif yang dihasilkan dari sampah plastik dapat dikurangi dengan adanya <em><i>urban farming<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Gaya hidup hijau ini turut serta pula dalam peningkatan kualitas udara perkotaan. Fotosintesis dari tanaman akan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tentu dengan semakin banyaknya tanaman yang ditanam,\u00a0maka jumlah oksigen yang dilepas juga akan semakin banyak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2693\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/3-Masalah-yang-Muncul-pada-Sistem-Penanaman-Vertikultur.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bertanam-di-lahan-sempit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit<\/strong><\/a><\/p>\n<p><em><i>Urban farming <\/i><\/em>bisa disebut sebagai jawaban dari terbatasnya ruang terbuka hijau di\u00a0perkotaan yang banyak digerus oleh pembangunan. Padahal,\u00a0ruang terbuka hijau sangat penting sebagai penyangga kualitas udara perkotaan. Metode penanaman seperti hidroponik, vertikultur, serta akuaponik dapat diterapkan pada\u00a0area yang terbatas. Walau ruang terbuka hijau semakin sedikit, tetapi kualitas lingkungan masih tetap dijaga apabila kita sepenuh hati menerapkan <em><i>urban farming<\/i><\/em>.<\/p>\n<h2><strong><b>Pertanian Masa Depan untuk Pemberdayaan Masyarakat <\/b><\/strong><strong><b>dan<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0Menjaga Ketahanan Pangan<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Masalah pertanian yang saat ini muncul adalah menyempitnya lahan produktif. Hal ini tentu saja bisa menyebabkan terbatasnya sumber makanan bagi setiap orang. <em><i>Urban farming <\/i><\/em>bisa menjawab persoalan tersebut jika dilakukan secara serius dan dengan praktik yang tepat. Setiap masyarakat kota akan memiliki kemandirian dalam memenuhi sebagian kebutuhan akan makanan mereka.<\/p>\n<p>Kegiatan <em><i>urban farming<\/i><\/em>\u00a0tentu akan berimbas pada pemberdayaan masyarakat kota. Orang-orang akan memiliki waktu yang lebih dari biasanya untuk berinteraksi dengan alam dan sesama. Mereka juga akan membangun relasi yang baik dengan sesama penggiat gaya hidup hijau ini. Peningkatan kualitas hidup akan muncul bagi mereka yang serius menjalani gaya hidup hijau. Jadi, tertarikkah kalian menerapkan <em><i>urban farming<\/i><\/em>?<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menanam-sayur-urban-gardening\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Menanam Sayur di Rumah dengan Urban Gardening<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Boiman Manik<br \/>\n<\/strong><em>Lulusan Agribisnis 2018 Universitas Brawijaya<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Urban farming\u00a0sebetulnya muncul atas dasar keresahan banyak orang karena kerusakan lingkungan. Kemudian,\u00a0tren tersebut semakin menjamur karena sudah menjadi gaya hidup baru. Banyak orang menyebutnya dengan gaya hidup hijau (green lifestyle).&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2997,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,19,841],"tags":[688,689,691,692,690,241],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Gaya-Hidup-Hijau-dengan-Urban-Farming.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2995"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2995"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2998,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2995\/revisions\/2998"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}