{"id":302,"date":"2022-11-07T01:00:19","date_gmt":"2022-11-06T18:00:19","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=302"},"modified":"2022-11-07T12:34:06","modified_gmt":"2022-11-07T05:34:06","slug":"cara-menanam-bawang-merah-secara-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-menanam-bawang-merah-secara-hidroponik\/","title":{"rendered":"Cara Mudah Tanam Bawang Merah Secara Hidroponik"},"content":{"rendered":"<p>Bawang merah adalah tanaman asli indonesia. Tanaman ini merupakan jenis tanaman umbi umbian. Tepatnya umbi lapis. Bawang merah terdiri dari berbagai lapisan umbi yang saling melekat dan menyatu.<\/p>\n<p>Bawang merah juga termasuk dalam kategori tanaman rempah rempah. Sebagai rempah rempah, bawang merah memiliki fungsi sebagai penambah cita rasa pada masakan.<\/p>\n<p>Untuk teknik penanaman sendiri, <strong>mayoritas petani masih menggunakan cara lama<\/strong>. Yaitu cara tradisional dengan menggunakan media tanah . dan bahkan sistem pengairannya tidak sedikit yang masih mengandalkan air hujan.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/inspirasi-produk-pertanian\/\">3 Inspirasi Cantik dari Produk Pertanian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Adakah media lain yang dapat digunakan sebagai media penanaman bawang merah?<\/p>\n<h2>Bawang Merah Hidroponik dengan Media Kotak Telur<\/h2>\n<p>Jawabannya ada. Salah satunya adalah dengan <strong>media kotak telur<\/strong>. Bagaimana caranya? Mari simak penjelasan berikut ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Persiapan bibit.<\/li>\n<li>Pilihlah bibit dengan kualitas baik. Ciri cirinya yaitu tidak memiliki cacat, berukuran besar, dan sudah tua.<\/li>\n<li>Siapkan gelas plastik atau wadah lain lalu di isi air hingga agak penuh.<\/li>\n<li>Tusukkan lidi ditengah- tengah umbi bawang dan gantungkan bawang di atas gelas dengan mengaitkan ujung lidi pada mulut gelas.<\/li>\n<li>Usahakan bagian akar bawang merah terendam air namun jangan sampai seluruh bagian umbi terendam. Cukup bagian akarnya saja.<\/li>\n<li>Tempatkan media pembibitan di tempat yang gelap.<\/li>\n<li>Tunggu hingga muncul tunas sekitar 2 hingga 5 cm . dan bibit siap untuk ditanam.<\/li>\n<li>Media tanam<\/li>\n<li>Siapkan cairan nutrisi hidroponik atau pupuk cair kemudian campurkan dengan air yang sudah di campur dengan tumbukan bawang merah.<\/li>\n<li>Siramkan campuran cairan tersebut pada media kotak telur agar merangsang pertumbuhan akar bawang merah dan mempermudah bawang merah untuk beradaptasi.<\/li>\n<li>Tumpuklah 5 hingga 6 buah kotak telur menjadi satu serta pastisak kotak telur tidak terbuat dari plastik dan kondisinya masih baik.<\/li>\n<li>rendamlah tumpukan kotak telur tersebut dengan cairan yang telah kita campur tadi. Usahakan semua lapisan terendam .<\/li>\n<li>Angkatlah kotak telur dari rendaman. Diamkan sehingga tidak ada cairan tergenang pada permukaan kotak telur namun masih dalam kondisi lembab.<\/li>\n<li>Campurkan sekan, tanah yang memiliki tekstur gembur, dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1:1.<\/li>\n<li>Isilah cekungan kotak telur dengan campuran sekam, tanah dan kompos tadi.<\/li>\n<li>Penanaman bibit bawang merah<\/li>\n<li>Setelah media tanam siap, anda bisa mulai membuat lubang tanam pada media tanam menggunakan alat seperti sekop kecil ataupun dengan tangan anda.<\/li>\n<li>Setelah itu, anda bisa mengambil bibit yang telah siap ditanam, sebelumnya pastikan anda telah melepaskan lidi yang menancap pada umbi bawang dan mencuci bibit dengan air bersih terlebih dahulu.<\/li>\n<li>Setelah bibit siap, masukkan bibit pada lubang tanam dan tutupi lubangnya menggunakan tanah campuran yang sama. Jangan lupa untuk memadatkan tanah terlebih dahulu agat bibit dapat berdiri kokoh.<\/li>\n<li>Perawatan<\/li>\n<li>Untuk penyiraman pada 3 hari pertama setelah masa tanam, anda bisa menyiramnya dengan air biasa menggunakan media spray.<\/li>\n<li>Untuk hari berikutnya akan lebih baik jika anda menyiramnya dengan cairan nutrisi.<\/li>\n<li>Adapun alternatif lain jkika anda tidak bisa menemukan cairan nutrisi yang tepat, anda bisa menyiram tanaman bawang menggunakan cairan teh, cairan kulit telur yang diblender dan air cucian beras.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Itulah cara menanam bawang merah dengan sistem hidroponik, keuntungannya selain menghemat lahan juga lebih mudah mengurusnya dan bisa dilakukan secara sambilan.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-berkebun-untuk-mama-muda\/\">Berkebun! Cara Sederhana Mengatasi Baby Blues Sindrom<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong><em>Penulis Rusdi<\/em><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bawang merah adalah tanaman asli indonesia. Tanaman ini merupakan jenis tanaman umbi umbian. Tepatnya umbi lapis. Bawang merah terdiri dari berbagai lapisan umbi yang saling melekat dan menyatu. Bawang merah&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":303,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[51,50],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/bawang-merah-hidroponik-kebunhidro.com_.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=302"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":306,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions\/306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}