{"id":3062,"date":"2022-11-11T01:00:00","date_gmt":"2022-11-10T18:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3062"},"modified":"2022-11-11T04:16:00","modified_gmt":"2022-11-10T21:16:00","slug":"langkah-budidaya-pohon-penghasil-gaharu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-budidaya-pohon-penghasil-gaharu\/","title":{"rendered":"5 Langkah Membudidayakan Pohon Penghasil Gaharu"},"content":{"rendered":"<p>Gaharu dikenal sebagai jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kayu ini dihasilkan dari pohon dengan spesies Aquilaria, terkhusus jenis <em><i>A. malaccensis<\/i><\/em>. Ciri khas dari gaharu yakni memiliki warna hitam pekat dan\u00a0memiliki resin pada bagian gubalnya. Kandungan resin tersebut sering kali dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat wewangian. Aroma dari gaharu sendiri dipercaya bisa menghilangkan stres, penenang, atau digunakan sebagai parfum.<\/p>\n<p>Harga gaharu sendiri saat ini masih cukup tinggi, karena banyak merek parfum mahal yang menggunakan kayu ini sebagai bahan dasar. Tingkat harga gaharu sendiri bergantung pada kualitas gubalnya. Harga gubal gaharu yang memiliki kualitas super bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.<\/p>\n<p>Karena memiliki prospek yang cukup bagus di masa mendatang, maka kita perlu tahu bagaimana membudidayakan\u00a0pohon penghasil gaharu. Dalam proses budidayanya,\u00a0kita harus bisa menerapkan teori secara baik di lapangan, karena memang tidak mudah untuk mendapatkan kualitas gubal gaharu yang terbaik. Berikut ini adalah cara membudidayakan pohon penghasil gaharu dengan baik:<\/p>\n<h2>Pemilihan bibit<\/h2>\n<p>Agar mendapatkan kualitas tanaman terbaik, kita harus jeli dalam memilih bibit tanam. Syarat untuk mendapatkan bibit yang berkualitas adalah bebas dari hama penyakit, akar tanaman tidak menembus media tanam, dan tinggi bibit yang ideal adalah 20 cm hingga 30 cm.<\/p>\n<p>Kemudian,\u00a0ketika bibit akan ditanamkan,\u00a0kita harus melakukannya secara hati-hati\u00a0agar bibit tidak mengalami luka. Perawatan bibit bisa dilakukan dengan melakukan penyiraman secara rutin agar bisa beradaptasi terhadap lingkungan.<\/p>\n<h2>Persiapan lahan tanam<\/h2>\n<p>Setelah bibit siap ditanam, maka yang selanjutnya harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan tanam.\u00a0Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Lubang tanam harus segera disiapkan 2minggu sebelum pohon ditanam<\/li>\n<li>Ukuran lubang tanam bisa disesuaikan dengan lingkungan,tetapi pada umumnya ukuran yang dibuat adalah 30 x 30 x 30 cm.<\/li>\n<li>Jarak tanam juga bisa disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki,bisa juga membuat jarak tanam sekitar 3 x 3 meter.<\/li>\n<li>Agar tanah yang disiapkan memiliki tekstur dankesuburan yang dibutuhkan,\u00a0maka bisa ditambahkan pupuk organik sebanyak 3-5 kg serta 20-30 gram pupuk NPK setiap lubang.<\/li>\n<li>Untuk menjaga pH tanah,kita bisa memberikan 100 gram dolomit pada setiap lubang.<\/li>\n<li>Setelah persiapan selesai dilakukan, maka lahan harus dibiarkan dahulu selama 1 minggu sebelum melakukan penanaman.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Penanaman pohon<\/h2>\n<p>Setelah lubang tanam dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman pohon. Waktu tanam yang terbaik adalah pada musim hujan dan dilakukan pada\u00a0sore hari.<\/p>\n<p>Pada awal penanaman,\u00a0kita bisa melakukannya secara monokultur, lalu ketika tanaman sudah cukup besar,\u00a0baru bisa diselingi dengan tanaman yang lain. Namun,\u00a0melakukan polikultur sejak awal tidak menjadi masalah, namun kita harus memperhitungkan modal serta jenis tanaman yang tepat.<\/p>\n<h2>Pemeliharaan<\/h2>\n<p>Pemeliharaan rutin perlu dilakukan untuk mendapat hasil gaharu yang terbaik. Pada dasarnya,\u00a0pemeliharaan tanaman bisa dilakukan dengan pemberian air yang baik, pemberian tanaman naungan, penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan cabang.<\/p>\n<h2>Pengawasan serta penanganan hama dan penyakit tanaman<\/h2>\n<p>Biota yang muncul akan banyak ketika penanaman pohon sudah dilakukan.\u00a0Beberapa di\u00a0antaranya bisa menjadi hama dan penyakit bagi tanaman. Oleh sebab itu,\u00a0perlu dilakukan pengawasan dan penanganan yang tepat. Kita perlu mengetahui jenis serangga, hewan, dan penyakit apa saja yang berada di\u00a0lahan.<\/p>\n<p>Kemudian, barulah\u00a0melakukan metode penanganan yang sesuai dengan temuan-temuan tersebut. Hal ini dilakukan agar kita tidak menggunakan pestisida dalam jumlah banyak. Karena selain bisa merusak lingkungan,\u00a0pestisida tersebut dapat mempengaruhi kualitas gaharu.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah 5 langkah dalam membudidayakan pohon penghasil gaharu. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-pohon-akasia-cara-menanganinya\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Kenali 4 Hama Pohon Akasia dan Cara Menanganinya<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: aristalife.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Boiman Manik<br \/>\n<\/strong><em>Lulusan Agribisnis 2018 Universitas Brawijaya<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gaharu dikenal sebagai jenis kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kayu ini dihasilkan dari pohon dengan spesies Aquilaria, terkhusus jenis A. malaccensis. Ciri khas dari gaharu yakni memiliki warna hitam&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3063,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[2208,841,1],"tags":[699,702,703,701,700],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Langkah-Langkah-Membudidayakan-Pohon-Penghasil-Gaharu.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3062"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3062"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3065,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3062\/revisions\/3065"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}