{"id":3149,"date":"2023-11-07T01:10:10","date_gmt":"2023-11-06T18:10:10","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3149"},"modified":"2023-11-07T10:08:51","modified_gmt":"2023-11-07T03:08:51","slug":"fitobiotik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/fitobiotik\/","title":{"rendered":"Fitobiotik, Pengganti Antibiotik pada Ternak yang Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p>Penggunaan antibiotik yang selama ini tidak terkontrol menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat di bidang kesehatan manusia. Terhitung, beberapa bakteri telah dikatakan resisten terhadap antibiotik namun persoalan resistensi antibiotik juga\u00a0dirasakan dalam bidang kesehatan hewan.<\/p>\n<p>Selama ini, pemanfaatan antibiotik sebagai AGP (<em><i>antibiotic growth promotors<\/i><\/em>) yang pemakaiannya untuk meningkatkan jumlah serapan pakan dan penangkal penyakit secara terus-menerus,\u00a0menyebabkan antibiotik tidak lagi mempan sebagai obat terapi pada hewan ternak.<\/p>\n<p>Selain itu, praktik jual-beli antibiotik secara bebas di beberapa grosiran Toko Tani masih beredar luas di masyarakat tanpa resep dari Dokter Hewan. Adapun legalitas hukum yang mengatur penggunaan obat hewan baru keluar pada tahun 2017 dengan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan dimana obat antibiotik masuk dalam jajaran <strong><b>Obat Keras<\/b><\/strong>\u00a0yang seharusnya dikeluarkan dengan <strong><b>Resep Dokter Hewan<\/b><\/strong>\u00a0sehingga pemakaian antibiotik selama ini dirasakan tidak rasional dan tidak bijak.<\/p>\n<p>Dalam upaya menanggulangi permasalahan tersebut,\u00a0sebenarnya alam kita telah memberikannya terlebih dahulu dengan menghadirkan obat alami yang berfungsi sebagai pengobatan bakteri. Dengan begitu, penggunaan antibiotik sintetik yang selama ini digunakan pada hewan seyogianya diberikan sebagai opsi terakhir,\u00a0dengan catatan mendapatkannya melalui resep Dokter Hewan sehingga lebih bijak dan lebih rasional dalam menggunakannya.<\/p>\n<p>Nah, membahas lebih lanjut mengenai obat alami sebagai pengobatan mikroba, para ahli telah mengklasifikasikannya ke dalam satu bidang studi yakni Fitobiotik. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Fitobiotik.<\/p>\n<h2>Apa itu Fitobiotik?<\/h2>\n<p>Fitobiotik adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia yang bermanfaat bagi tubuh makhluk hidup. Selain itu,\u00a0fungsinya dapat berperan ganda sebagai <em><i>feed additive <\/i><\/em>dalam formulasi pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak. Konsep pemberian tanaman sebagai bahan penyembuh telah lama ada sejak dulu\u00a0namun terlupakan karena onset kerja yang lebih lama dibandingkan dengan obat sintetik tetapi memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat sintetik pada umumnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3151\" aria-describedby=\"caption-attachment-3151\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3151\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Daun-Binahong-Salah-Satu-Fioboitik-Pada-Unggas-kradiojember.com_.jpg\" alt=\"Daun Binahong, Salah Satu Fiobiotik Pada Unggas (kradiojember.com)\" width=\"800\" height=\"600\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3151\" class=\"wp-caption-text\"><em>Daun Binahong, Salah Satu Fiobiotik Pada Unggas (kradiojember.com) | Foto: kradiojember.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Adapun beberapa contoh fitobiotik yang dapat Anda gunakan sebagai <em><i>feed ad<\/i><\/em><em><i>ditive<\/i><\/em>\u00a0dalam pakan sebagai pencegahan penyakit pada ternak yaitu\u00a0<span style=\"color: #008000;\"><strong>temulawak, kunyit, jintan hitam, bawang putih, jahe, dan beberapa tanaman jenis lainnya<\/strong><\/span>. Penggunaannya dapat diberikan secara langsung atau dibuat dalam bentuk ekstraksi,\u00a0dalam bentuk sediaan bubuk yang dicampurkan di dalam pakan ternak,\u00a0dan pemberian sediaan cairan untuk ditambahkan pada air minum atau dicecokkan ke\u00a0mulut ternak.<\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-sebelum-pakan-ternak-fermentasi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Ingin Mengaplikasikan Pakan Ternak Fermentasi? Ketahui 3 Tips Ini Dulu<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Bagaimana Cara Kerjanya dan Manfaatnya?<\/h2>\n<p>Fungsi obat fitobiotik mampu bekerja dengan mempengaruhi sistem syaraf, metabolisme serta\u00a0meningkatkan fungsi dan kekebalan tubuh. Bau\u00a0dan rasa yang dihasilkan dari tanaman obat akan mempengaruhi fungsi otak dengan menstimulasi kelenjar saliva dan sekresi cairan pencernaan pada lambung, hati, pankreas, dan usus kecil yang berguna dalam mengontrol efektivitas enzim pencernaan. Lingkungan asam akan berpengaruh baik pada bakteri baik dan berefek toksik pada bakteri patogen.<\/p>\n<p>Fungsi lainnya ialah <em><i>anti<\/i><\/em><em><i>&#8211;<\/i><\/em><em><i>stress<\/i><\/em>\u00a0atau <em><i>immunomodulatory<\/i><\/em>,\u00a0khususnya pada ternak yang memakan zat anti-nutrisi, mengalami diare atau gangguan pencernaan lainnya sehingga mampu menstimulasi pencernaan rumen pada masa pra-ruminasi dan\u00a0menghindari gangguan pencernaan karena efek antimicrobial.<\/p>\n<p>Tanaman obat pun mampu meningkatkan kecernaan zat-zat makanan yang berfungsi sebagai probiotik serta meningkatkan metabolisme nitrogen, asam amino, glukosa,\u00a0dan konversi energi guna meningkatkan bobot badan dan produktivitas ternak.<\/p>\n<p>Selain itu, tanaman obat berguna sebagai pengawet alami pada pakan ternak dengan efek anti-microbial. Yang tidak kalah menarik\u00a0adalah fungsinya sebagai pembentukan sistem kekebalan tubuh pada ternak dengan menstimulasi sistem saraf pusat, memperbaiki dan mempertahankan permukaan epitel tubuh, meningkatkan fungsi liver dan ginjal, meningkatkan produksi sel darah putih,\u00a0dan menghambat replikasi virus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3150\" aria-describedby=\"caption-attachment-3150\" style=\"width: 637px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3150 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Mekanisme-kerja-tanaman-obat-sebagai-Fitobiotik.jpg\" alt=\"Mekanisme kerja tanaman obat sebagai Fitobiotik\" width=\"637\" height=\"423\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3150\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: Maria Ulfah, 2006<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tanaman sebagai fitobiotik,\u00a0memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi tubuh ternak, bukan hanya sebagai <em><i>feed ad<\/i><\/em><em><i>ditive<\/i><\/em>,\u00a0namun juga berfungsi secara\u00a0biokimia, bioaktivitas,\u00a0maupun aktivitas kimia lainnya dalam memperlancar fungsi kerja tubuh,\u00a0utamanya sistem pencernaan. Senyawa tersebut seperti\u00a0<em><i>essenstial oils<\/i><\/em>, alkaloid, asam, steroid, tannin, saponin, dan kelompok utama lainnya.<\/p>\n<p>Senyawa <em><i>Essential oils<\/i><\/em>\u00a0atau minyak atsiri merupakan salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri dan antifungi dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam tubuh, bakteri gram positif (<em><i>Bacillus cereus<\/i><\/em>\u00a0dan\u00a0<em><i>Staphylococcus aureus)<\/i><\/em>, bakteri gram negatif (<em><i>Escherichia coli<\/i><\/em>\u00a0dan\u00a0<em><i>Pseudomonas aeruginosa<\/i><\/em>),\u00a0serta kelompok fungi (<em><i>Penicillium aurantiogriseum<\/i><\/em>,\u00a0<em><i>Penicillium expansum<\/i><\/em>,\u00a0<em><i>Penicillium citrinum<\/i><\/em>,\u00a0<em><i>Penicillium digitatum, dan<\/i><\/em>\u00a0<em><i>Aspergillus niger)<\/i><\/em>.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membuat-alat-pemberi-pakan-ikan-otomatis\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Membuat Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis SGDB<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Dimana Bisa Mendapatkannya?<\/h2>\n<p>Tentu saja untuk mendapatkannya,\u00a0alam Indonesia menyediakan semua tanaman tersebut di alam sekitar. Mungkin Anda harus membudidayakannya dengan halaman yang luas dan butuh waktu yang cukup lama sehingga perlu dipanen lagi. Tetapi,\u00a0jangan khawatir tentang itu karena Anda sudah bisa mulai melirik beberapa produk yang sebenarnya sudah siap digunakan dan telah dikomersialisasikan oleh beberapa produsen di Indonesia namun kemungkinan penyebarannya masih kurang merata.<\/p>\n<p>Beberapa tanaman obat (fitobiotik), khususnya pada peternakan unggas, telah tersebar di beberapa negara maju seperti Belgia,\u00a0Spanyol,\u00a0dan negara lain\u00a0seperti India yang sudah mulai menerapkan sistem ini sebagai <em><i>feed additive<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em>pada pakan ternak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3153\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Unggas-Ayam.jpg\" alt=\"Unggas Ayam\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<p>Di\u00a0negara Indonesia sendiri,\u00a0penggunaannya tergolong masih banyak dalam bentuk jamu yang diproduksi secara rumah tangga dan sudah mulai banyak dikembangkan oleh Universitas maupun produsen pabrikan pengobatan serta pelaku importir produk obat hewan di Indonesia.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Adapun peluang ini bisa ditangkap sebagai salah satu industri\u00a0yang perlu kamu perhatikan sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Tetapi,\u00a0yang paling penting dari kesemuanya adalah Fitobiotik dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik\u00a0pada ternak, membuat\u00a0industri peternakan menjadi ramah lingkungan,\u00a0serta tentu saja berkelanjutan guna menyejahterahkan peternak dan masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/probiotik-peningkatan-kualitas-ikan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Probiotik, Solusi Peningkatan Kualitas Ikan yang Ramah Lingkungan<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis : <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan antibiotik yang selama ini tidak terkontrol menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat di bidang kesehatan manusia. Terhitung, beberapa bakteri telah dikatakan resisten terhadap antibiotik namun persoalan resistensi antibiotik juga\u00a0dirasakan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3152,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,842],"tags":[345,683,317,300,287,723,724],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Fitobiotik-Solusi-Peternakan-Berkelanjutan-dan-Ramah-Lingkungan.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3149"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3149"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3155,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3149\/revisions\/3155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}