{"id":3238,"date":"2019-06-28T12:00:47","date_gmt":"2019-06-28T05:00:47","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3238"},"modified":"2019-08-09T06:39:36","modified_gmt":"2019-08-08T23:39:36","slug":"harga-ayam-anjlok-asosiasi-sarankan-tahan-produksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/harga-ayam-anjlok-asosiasi-sarankan-tahan-produksi\/","title":{"rendered":"Harga Ayam Anjlok, Asosiasi Sarankan Tahan Jumlah Produksi Ayam Tingkat Peternak"},"content":{"rendered":"<p>Sugeng Wahyudi selaku Sekretaris Jendral Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan alternatif untuk mengatasi anjloknya harga ayam di tingkat peternak.<\/p>\n<p>&#8220;Di asosiasi kita mengumpulkan pelaku usaha untuk mencari jalan keluarnya. Supaya harga jual segera mendekati HPP (Harga Pokok Produksi),&#8221; kata dia, ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (26\/6).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/harga-ayam-anjlok-peternak-jadi-merana\/\">Harga Ayam Anjlok, Peternak Jadi Merana<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari masalah yang sudah diteliti, kelebihan pasokan ayam di tingkat peternak yang menjadi penyebab utama jatuhnya harga ayam. Sehingga jalan keluar yang harus diambil adalah dari tingkat peternak itu sendiri.<\/p>\n<p>Harga ayam anjlok ditingkat peternak yang jauh dibawah HPP membuat pihak asosiasi menggandeng Perhimpunan Insan Perunggas Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia).<\/p>\n<figure id=\"attachment_3242\" aria-describedby=\"caption-attachment-3242\" style=\"width: 975px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3242\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/ayam2.png\" alt=\"\" width=\"975\" height=\"654\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3242\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Ilustrasi<\/strong> : Harga ayam anjlok ternyata sangat dipengaruhi oleh tingginya produksi pasar di tingkat peternak<\/figcaption><\/figure>\n<p>&#8220;Kita minta kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi besar itu untuk menahan diri dulu. Untuk memastikan jangan jual harga murah. Gopan dengan Pinsar,&#8221; terang dia.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/memilih-daging-ayam-metode-asuh\/\">Memilih Daging Ayam Berkualitas Dengan Metode ASUH<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Anjloknya harga ayam di tingkat peternak hingga Rp 8.000,-\/kg hingga Rp 10.000,-\/kg namun harga tetap tinggi di tingkat konsumen.<\/p>\n<p>Menurut dia, lebarnya selisih harga terjadi karena, meski harga murah, pedagang tetap mengambil ayam sesuai kebutuhan masyarakat. &#8220;Begini permintaan di pasar itu kan tetap. Pedagang di pasar tiap hari jual 500 ekor. Dia nggak akan mampu tambah sampai 700. Tapi persediaan di kandang banyak. Dia milih-milih itu otomatis karena barangnya banyak, dia pilih yang paling murah. Sehingga harga disesuaikan saja,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Dilansir dari <strong>Liputan 6<\/strong><\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sugeng Wahyudi selaku Sekretaris Jendral Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan alternatif untuk mengatasi anjloknya harga ayam di tingkat peternak. &#8220;Di asosiasi kita mengumpulkan pelaku&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3239,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,842],"tags":[345,738,661,18,675,6,12,708,38,611],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/ayam-1.png","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3238"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3238"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3278,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3238\/revisions\/3278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}