{"id":3394,"date":"2024-08-24T01:00:04","date_gmt":"2024-08-23T18:00:04","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3394"},"modified":"2024-08-24T14:08:44","modified_gmt":"2024-08-24T07:08:44","slug":"varietas-syarat-tumbuh-lada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/varietas-syarat-tumbuh-lada\/","title":{"rendered":"Kenali Varietas dan Syarat Tumbuh Lada, Primadona Rempah Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa orang menyebut lada sebagai merica atau sahang. Tanaman yang memiliki nama latin <em><i>Piper Albi Linn<\/i><\/em>\u00a0mulanya berasal dari pesisir pantai Malabar, India. Sejak dahulu, sudah dikenal secara luas oleh manusia dan merupakan salah satu jenis rempah paling tua dan populer. Lada sendiri banyak dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti Asia Tenggara dan Amerika Selatan.<\/p>\n<p>Lada masuk ke dalam kategori tanaman merambat dan kaya akan kandungan minyak, memiliki rasa sedikit pahit, pedas,\u00a0dan umumnya digunakan sebagai bumbu masakan. Lada sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni lada putih dan lada hitam. Kedua jenis tanaman lada ini merupakan salah satu komoditas dagang dunia, sampai-sampai lada disebut sebagai <em><i>The King of Spice<\/i><\/em>, dengan kebutuhan hingga 280.000 ton\/tahun.<\/p>\n<p>Indonesia adalah salah satu pengekspor komoditas lada dan menduduki peringkat ke-5 dunia sebagai negara eksportir lada. Hampir 80% produksi lada dalam negeri diekspor ke mancanegara. Hal ini mendapat respon positif dari petani lada dalam negeri. Melonjaknya harga lada dunia semakin mendorong petani untuk giat berproduksi dan melakukan budidaya lada secara konsisten untuk menghasilkan kualitas lada yang dapat bersaing di pasar dunia.<\/p>\n<h2><strong><b>Varietas Lada di Indonesia<\/b><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_3396\" aria-describedby=\"caption-attachment-3396\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3396\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Lada-Primadona-Rempah-di-Indonesia.jpg\" alt=\"Lada, Primadona Rempah di Indonesia\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3396\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: asiaagro.co.id<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Ada beberapa jenis varietas tanaman lada, maka salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses budidayanya adalah varietas tanaman lada yang akan ditanam. Terdapat 2 varietas lada yang banyak dibudidayakan di Indonesia, yakni varietas natar dan petaling. Secara morfologi,\u00a0mungkin tidak ditemukan perbedaan yang cukup mencolok, tetapi dari sisi genetis,\u00a0sudah pasti ada perbedaan.<\/p>\n<p>Varietas natar memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap serangan hama dan penyakit, sedangkan varietas petaling merupakan varietas yang paling mudah dibudidayakan. Oleh karena itu, dalam proses awal budidaya, sangat dianjurkan untuk memilih bibit lada yang berkualitas atau tersertifikasi dari varietas natar atau petaling.<\/p>\n<p>Adapun beberapa faktor yang dapat menentukan kesesuaian lahan dengan varietas tanam tersebut, yakni tanah,\u00a0iklim dan topografi,\u00a0serta faktor sosial-ekonomi. Jadi, perlu dipastikan kesesuaian antara lahan dengan varietas lada yang akan ditanam, karena akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi lada di kemudian hari.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/komoditas-pertanian-laris-pasar-internasional\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Wajib Tahu! 6 Komoditas Pertanian yang Laris di Pasar Internasional<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Di sisi lain, sebenarnya tidak ada perbedaan varietas antara lada putih dan lada hitam. Semua varietas lada bisa menghasilkan lada putih dan lada hitam.<\/p>\n<p>Apabila ingin menghasilkan lada hitam, maka proses panen bisa dilakukan lebih awal (dipetik ketika masih hijau), lalu dikeringkan bersama kulitnya hingga warnanya menghitam. Selain itu, lada putih dipanen (dipetik) ketika sudah matang, kemudian dilakukan proses pengeringan setelah kulitnya dikupas, sehingga terlihat lebih bersih dibandingkan dengan lada hitam.<\/p>\n<h2><strong><b>Syarat Tumbuh Lada<\/b><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_3397\" aria-describedby=\"caption-attachment-3397\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3397\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Tanaman-Lada.jpg\" alt=\"Tanaman Lada\" width=\"640\" height=\"480\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3397\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: steemit.com\/<a href=\"https:\/\/steemit.com\/photography\/@jefryagooners\/fruit-lada-merica-piper-albi-linn-fruit-spices-2017105t01743857z\">@jefryagooners<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika mengacu pada kesesuaian wilayah, tanaman lada cocok dibudidayakan di wilayah beriklim tropis dengan suhu rata-rata 20 sampai 34 derajat Celcius dan curah hujan antara 2200 sampai 5000 mm\/tahun.<\/p>\n<p>Tanaman lada juga sangat cocok dibudidayakan pada\u00a0ketinggian 5 sampai 700 mdpl dengan jenis tanah andisol dan inceptisol. Tentu saja,\u00a0lada membutuhkan kondisi tanah yang memiliki drainase dan\u00a0aerase yang baik, karena lada membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhan serta suhu yang tinggi untuk melancarkan proses pematangan buah.<\/p>\n<p>Tanaman ini juga sangat menyukai tanah yang kaya bahan organik dengan pH berkisar antara 5,5-5,6. Intensitas penyinaran matahari juga sangat mempengaruhi budidaya tanaman ini, 50-70% cahaya matahari dibutuhkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang ideal. Itulah syarat-syarat tumbuh lada yang perlu diketahui sebelum mulai membudiayakannya.<\/p>\n<p>Secara umum, budidaya lada sangat mudah dilakukan di Indonesia, khususnya di daerah lereng bukit bergelombang. Beberapa daerah penghasil lada Indonesia seperti Lampung, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan memiliki geografi yang sesuai untuk melakukan budidaya lada secara intensif.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-tumbuh-tanaman-kopi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: busy.org<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Boiman Manik<br \/>\n<\/strong><em>Lulusan Agribisnis 2018 Universitas Brawijaya<\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa orang menyebut lada sebagai merica atau sahang. Tanaman yang memiliki nama latin Piper Albi Linn\u00a0mulanya berasal dari pesisir pantai Malabar, India. Sejak dahulu, sudah dikenal secara luas oleh manusia&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3411,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,4],"tags":[242,784,783,785,786,782,787],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Kenali-Varietas-dan-Syarat-Tumbuh-Lada-Primadona-Rempah-Indonesia.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3394"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3398,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3394\/revisions\/3398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}