{"id":347,"date":"2023-09-18T02:55:28","date_gmt":"2023-09-17T19:55:28","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=347"},"modified":"2023-09-18T10:13:37","modified_gmt":"2023-09-18T03:13:37","slug":"mengendalikan-penyakit-cabai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-cabai\/","title":{"rendered":"6 Cara Mengendalikan Penyakit Antraknosa \/ Patek pada Cabai"},"content":{"rendered":"<p>Penyakit antraknosa pada cabai, atau dalam bahasa sehari disebut penyakit patek, merupakan serangan yang sangat umum ditemukan pada tanaman cabai.<\/p>\n<p>Penyakit ini dapat membawa kerugian besar bagi petani. Bahkan Balai Penelitian Holtikultura Lembang mengatakan bahwa hasil panen cabai dapat berkurang hingga 50 &#8211; 100% pada musim hujan, terutama jika tidak dikendalikan dengan cepat dan tepat.<\/p>\n<p>Penyakit patek disebabkan oleh dua jenis jamur <em>Colletotricum capsici <\/em>dan jamur <em>Gloeosporium<\/em>\u00a0<em>sp<\/em>. Keduanya memiliki ciri serangan yang berbeda-beda.<\/p>\n<ul>\n<li>Jamur <em>Colletotricum capsici <\/em>biasanya bekerja di bagian tengah buah cabai dan menyerang cabai yang sudah tua, sementara;<\/li>\n<li>\u00a0<em>Gloeosporium<\/em>\u00a0<em>sp <\/em>biasanya bekerja di bagian ujung buah cabai dan menyerang cabai yang tua maupun muda.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Faktanya, jamur-jamur penyebab penyakit antraknosa tidak hanya menyerang bagan buah cabai saja, tetapi juga menyebar hingga ke batang, ranting, dan daun. Oleh karena itu, petani harus was-was dengan jenis penyakit cabai yang satu ini.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-menanam-cabai-untuk-pemula\/\">Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Petani juga harus berusaha mencegah dan mengendalikan serangan jamur penyebab penyakit antraknosa tersebut. Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n<h2><strong>1. Perhatikan lingkungan penanaman cabai<\/strong><\/h2>\n<p>Jamur penyebab antraknosa berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki kelembaban yang tinggi disertai suhu udara yang juga tinggi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, pastikan lingkungan penanaman cabai tidak banyak terdapat genangan air, karena ini dapat menjadi tempat yang sangat baik untuk perkembangan <em>Colletotricum capsici <\/em>dan <em>Gloeosporium<\/em>\u00a0<em>sp.<\/em><\/p>\n<p>Selain itu, kita juga perlu memastikan bahwa lokasi penanaman cabai kita bukanlah bekas lahan cabai, tomat, terong, dan tanaman lain yang satu famili dengan cabai.<\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan spora jamur <em>Colletotricum capsici <\/em>dan <em>Gloeosporium<\/em>\u00a0<em>sp <\/em>dapat bertahan di dalam tanah hingga waktu tahunan.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-tanaman-hortikultura\/\">5 Jenis Tanaman Hortikultura<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>2. Perhatikan jarak penanaman<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-349\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Cara-Menanam-Cabe-Rawit-Di-Halaman-Rumah-1.jpg\" alt=\"Cara menanggulangi penyakit cabe\" width=\"800\" height=\"524\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Cara-Menanam-Cabe-Rawit-Di-Halaman-Rumah-1.jpg 800w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Cara-Menanam-Cabe-Rawit-Di-Halaman-Rumah-1-300x197.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Cara-Menanam-Cabe-Rawit-Di-Halaman-Rumah-1-768x503.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Cara-Menanam-Cabe-Rawit-Di-Halaman-Rumah-1-600x393.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Usahakan menanam cabai dengan membuat jarak tanaman yang tidak terlalu rapat.<\/p>\n<p>Jika tanaman terlalu rapat dan hujan turun terus-menerus, maka kelembaban lingkungan penanaman tersebut akan semakin tinggi dan membuat jamur cepat berkembang.<\/p>\n<h2><strong>3. Pilih bibit yang sehat <\/strong><\/h2>\n<p>Pemilihan bibit tentu sangat berpengaruh pada keberhasilan panen tanaman, termasuk cabai.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, pilihlah bibit yang berasal dari cabai sehat, bukan bibit dari cabai yang sebelumnya sudah terkena penyakit antraknosa. Hal ini dikarenakan spora jamur masih bisa bertahan pada benih.<\/p>\n<figure id=\"attachment_348\" aria-describedby=\"caption-attachment-348\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-348\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/bibit-cabai-infoagribisnis.com_-1.jpg\" alt=\"Penyakit cabe\" width=\"600\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/bibit-cabai-infoagribisnis.com_-1.jpg 600w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/bibit-cabai-infoagribisnis.com_-1-300x255.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-348\" class=\"wp-caption-text\"><em>Source: infoagribisnis.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h2><strong>4. Perhatikan penggunaan pupuk dan fungisida<\/strong><\/h2>\n<p>Untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, gunakanlah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen rendah.<\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan unsur Nitrogen dapat akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akhirnya membuat lingkungan tanaman tersebut menjadi lembab.<\/p>\n<p>Untuk pemupukan tanaman, gunakanlah pupuk yang mengandung unsur Kalium dan Kalsium yang tinggi. Kedua unsur ini dapat membantu pengerasan kulit buah cabai.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan fungisida juga sangat penting diterapkan pada tanaman yang rentan terkena jamur. Untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, gunakanlah fungisida dengan bahan aktid mankozeb atau tembaga hidroksi.<\/p>\n<p>Penyemprotan fungisida ini harus sesuai dengan ketentuan.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produksi-cabai-terus-naik-harga-cabai-tinggi\/\">Data Produksi Cabai Terus Meningkat, Namun Harga Pasar Selalu Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>5. Lakukan pengamatan tanaman<\/strong><\/h2>\n<p>Amatilah tanaman cabaimu secara rutin. Jika terdapat tanaman yang menunjukkan gejala-gejala terserang antraknosa, segera lakukan penanganan yang tepat.<\/p>\n<p>Penanganan dapat dilakukan dengan cara membuat atau membakar buah cabai yang sakit agar jamurnya tidak pindah ke tanaman yang sehat.<\/p>\n<h2><strong>6. Penggunaan mulsa<\/strong><\/h2>\n<p>Untuk meminimalisir perkembangan jamur penyebab antraknosa, sebaiknya kita menggunakan mulsa plastik berwarna hitam perak.<\/p>\n<p>Mulsa jenis ini dapat memantulkan sinar matahari lebih maksimal ke permukaan bawah daun cabai. Hal ini akan mengurangi tingkat kelembaban di area lingkungan tanaman.<\/p>\n<p>Di samping itu, penggunaan mulsa juga efektif untuk menghindari penyebaran spora jamur yang biasanya ikut bersama dengan percikan hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis:\u00a0<a href=\"http:\/\/geniuslector.com\/\"><strong>Hutri Cika Berutu<\/strong><\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit antraknosa pada cabai, atau dalam bahasa sehari disebut penyakit patek, merupakan serangan yang sangat umum ditemukan pada tanaman cabai. Penyakit ini dapat membawa kerugian besar bagi petani. Bahkan Balai&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":350,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846],"tags":[37,58,6],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/penyakit-cabe.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=347"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":354,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347\/revisions\/354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}