{"id":3514,"date":"2024-09-04T01:00:34","date_gmt":"2024-09-03T18:00:34","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3514"},"modified":"2024-09-04T14:50:38","modified_gmt":"2024-09-04T07:50:38","slug":"tips-beternak-ayam-closed-house","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-beternak-ayam-closed-house\/","title":{"rendered":"5 Tips Sukses Beternak Ayam Sistem Closed House"},"content":{"rendered":"<p>Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju juga dirasakan oleh subsektor pertanian Indonesia yaitu sektor peternakan. Pemeliharaan ayam yang pada mulanya berbulan-bulan,\u00a0dengan memanfaatkan rekayasa genetika,\u00a0dapat diperoleh sekarang hanya dalam\u00a0waktu 2-3 bulan, bahkan beberapa sudah mulai memikirkan untuk mendapatkan ayam hanya dengan memeliharanya\u00a0selama 1 bulan penuh.<\/p>\n<p>Selain bibit yang berkualitas, ketahui pula bahwa kandang menjadi salah satu solusi dalam peternakan ayam. Peternakan yang pada awalnya mengadopsi cara konvensional perlu dikembangkan lagi ke arah peternakan \u201cClosed House\u201d untuk memperoleh hasil ternak yang berkualitas.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah beberapa tips sukses beternak ayam dengan sistem Closed House\u00a0yang dapat Anda terapkan :<\/p>\n<h2><strong><b>Kenali lingkungan<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Hampir dalam setiap usaha ataupun bisnis, sangatlah penting untuk\u00a0mengenal lingkungan sebelum menjalankan usaha terutama usaha peternakan. Dalam usaha peternakan,\u00a0mungkin Anda tidak akan terlalu pusing mengenai kejadian penyakit pada suatu lokasi tertentu. Namun,\u00a0yang perlu kalian lakukan ialah mengenali potensi pasar dimana Anda akan menjual ayam hasil produksi dari peternakan ayam anda.<\/p>\n<p>Perbanyak ilmu dengan artikel dan buku mengenai peternakan ayam,\u00a0juga perlu ada mentor dalam proses manajemen peternakan yang Anda kerjakan. Potensi lingkungan lainnya yang dapat Anda kembangkan ialah potensi pakan daerah Anda sehingga tidak membutuhkan pakan pabrikan. Hal ini juga akan menekan jumlah pengeluaran Anda khususnya pengeluaran pakan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><strong><b>Tetapkan sistem pemeliharaan<\/b><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_3516\" aria-describedby=\"caption-attachment-3516\" style=\"width: 768px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3516 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sistem-Closed-House.jpg\" alt=\"Sistem Closed House\" width=\"768\" height=\"432\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3516\" class=\"wp-caption-text\"><em>Peternakan Ayam Sistem Closed House | Foto: alatternakayam.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Sistem pemeliharaan, dalam hal ini, menyangkut tentang kandang peternakan ayam yang akan Anda gunakan. Adapun sistem pemeliharaan dibagi menjadi Open House dan Closed House. Yang menjadi pembahasan di artikel ini adalah sistem Closed House.<\/p>\n<p>Namun, kandang Closed House dibagi lagi menjadi kandang Semi Intensif atau Semi Closed House dan Intensif atau Closed House karena biaya pemeliharaan yang dibutuhkan dalam kandang Intensif secara penuh. Dalam pola pemeliharaan ini, beternak ayam dengan kandang Semi Intensif atau Semi Closed House memberikan kepuasan terhadap hasil peternakan yang tidak maksimal.<\/p>\n<h2><strong><b>Menggunakan kipas kandang<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Pengelolaan peternakan Closed House\u00a0terdapat pada kemampuan kandang untuk menggunakan kipas kandang yang baik. Kipas kandang yang digunakan dapat berupa kipas kandang pabrikan atau kipas hasil rakitan sendiri. Akan tetapi,\u00a0penggunaan kipas rakitan tidak memiliki standar yang bisa diperhitungkan sehingga potensi kerugiannya sangatlah besar. Anda harus lebih bijak dalam kasus ini.<\/p>\n<p>Tujuan dari penggunaan kipas kandang adalah menghasilkan kondisi kandang dengan suhu dan perputaran udara yang sejuk, terkontrol dan dingin,\u00a0membuat ayam tidak stres,\u00a0dan mampu meningkatkan produktivitasnya. Kipas kandang dapat mengurangi kemampuan ayam dalam hal \u201cpanting\u201d untuk menyesuaikan suhu tubuhnya sehingga produktivitasnya meningkat. Perputaran angin\u00a0yang terjadi terus-menerus menyebabkan virus, bakteri,\u00a0ataupun bibit penyakit tidak dapat menghinggap karena sentuhan sirkulasi angin yang lancar.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-beli-anak-ayam-kampung-unggulan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3517\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Anak-Ayam.jpg\" alt=\"Anak Ayam\" width=\"1280\" height=\"779\" \/><\/p>\n<h2><strong><b>Menggunakan kontroler Klimatron<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Kontroler\u00a0Klimatron berfungsi dalam hal penggunaan kipas di dalam kandang. Alat ini berfungsi untuk mengontrol apakah kipas berfungsi atau tidak, mampu menyesuaikan kebutuhan akan sirkulasi udara pada kandang sehingga lebih efisien dalam meningkatkan produktivitas ternak ayam. Manfaat lainnya, ayam tidak perlu melakukan penyesuaian lingkungan dengan kontrol suhu dan sirkulasi yang terstandarisasi sehingga pertumbuhan bobot badan dapat terukur.<\/p>\n<h2><b>Usahakan <\/b><strong><b>listrik stabil<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Dalam peternakan ayam Closed House, listrik berkorelasi dengan kemampuan kipas sehingga bila listrik yang digunakan tidak stabil, hal itu akan menyebabkan kipas mati pula. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan Genset sebagai cadangan listrik untuk mencegah terjadinya pemadaman listrik. Berbeda dengan penggunaan listrik skala konvensional, pada kandang Closed House, listrik yang digunakan umumnya berskala tegangan tinggi karena dibutuhkan oleh penggerak kipas kandang dan pencahayaan pada anak ayam dalam membantu temperatur.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah 5 tips yang bisa Anda terapkan untuk beternak ayam dengan sistem Closed House. Bagaimana menurut Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk beternak ayam dengan sistem Closed House?<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alat-penetas-telur-ayam-sederhana\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Membuat Alat Penetas Telur Ayam yang Sederhana<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis : <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju juga dirasakan oleh subsektor pertanian Indonesia yaitu sektor peternakan. Pemeliharaan ayam yang pada mulanya berbulan-bulan,\u00a0dengan memanfaatkan rekayasa genetika,\u00a0dapat diperoleh sekarang hanya dalam\u00a0waktu 2-3&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3515,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234,4,842,1],"tags":[345,793,38,792,794,287,611],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Tips-Sukses-Beternak-Ayam-Sistem-Closed-House.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3518,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3514\/revisions\/3518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}