{"id":3687,"date":"2022-11-05T01:00:30","date_gmt":"2022-11-04T18:00:30","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3687"},"modified":"2022-11-05T06:17:50","modified_gmt":"2022-11-04T23:17:50","slug":"bahan-dapur-sumber-benih-kebun-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bahan-dapur-sumber-benih-kebun-rumah\/","title":{"rendered":"Manfaatkan Bahan Dapur Ini untuk Sumber Benih Kebun Kamu"},"content":{"rendered":"<p>Senang rasanya ketika bisa memasak dengan bahan-bahan yang kita petik dari kebun sendiri. Cabai, terong, tomat, timun, bayam, dan banyak sekali sayur-sayuran yang ingin kita tanam di kebun rumah kita sendiri. Namun, dari mana kita bisa memperoleh benih-benih tanaman tersebut?<\/p>\n<p>Jawabannya adalah Dapur!<\/p>\n<p>Mengambil satu saja bahan masakan yang ada di dapur seperti satu buah cabai, kemudian diolah dengan cara yang baik dan benar, kita sudah mendapatkan benih baru untuk ditanam di kebun kita.<\/p>\n<p>Nah, sudah penasaran? Berikut ini adalah 3 bahan dapur yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber benih kebun kamu.<\/p>\n<h2><strong><b>Cabai<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Dalam buah cabai,\u00a0terdapat banyak sekali biji. Cukup ambil satu saja buah cabai, nantinya dapat menjadi lebih dari 10 tanaman cabai baru. Cara mendapatkan bijinya pun sangat mudah. Cukup jemur cabai segar hingga kering di bawah sinar matahari langsung. Biasanya,\u00a0buah cabai akan mengering pada hari ke-7\u00a0setelah penjemuran. Benih yang sudah kering\u00a0bisa langsung ditanam di tanah dan akan mulai berkecambah setelah umur satu minggu.<\/p>\n<p>Cabai yang busuk pun dapat dimanfaatkan menjadi pestisida nabati pengusir hama. Caranya mudah sekali. Tumbuk cabai hingga halus, kemudian rendam dalam air secukupnya sehari semalam. Air hasil rendaman cabai ini dapat langsung disemprotkan pada tanaman.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mahasiswa-brawijaya-penemu-penghambat-patek-cabai\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Hebat! 3 Mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya Temukan Bakteri Penghambat Patek Cabai<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3689\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Cabai-Salah-Satu-Bahan-Dapur-untuk-Sumber-Benih-Kebun.jpg\" alt=\"Cabai, Salah Satu Bahan Dapur untuk Sumber Benih Kebun\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<h2><strong><b>Bawang Merah dan Bawang Putih<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Rumus penanaman bawang merah biasanya 1:9, artinya untuk 1 kilogram bawang merah yang ditanam,\u00a0bisa menghasilkan kurang lebih 9 kilogram bawang merah. Namun, untuk skala kebun rumah,\u00a0cukup menggunakan 1 siung bawang merah saja untuk menghasilkan 9 siung bawang merah baru.<\/p>\n<p>Cara memperoleh benihnya pun sangat mudah.\u00a0Ambil 1 siung bawang merah, lalu kupas kulit arinya. Setelah dikupas, potong ujung bawang merah seperempat bagian. Siung yang sudah terpotong kemudian ditancapkan di tanah dengan posisi bagian atas tidak tertutup tanah, hanya pangkalnya saja yang berada dalam tanah. Setelah 3-4\u00a0bulan, bawang merah sudah dapat dipanen.<\/p>\n<p>Cara yang sama berlaku untuk bawang putih, namun bawang putih tidak perlu dipotong ujungnya. Siung bawang putih dapat langsung ditancapkan di dalam tanah.<\/p>\n<p>Dengan cara yang sama seperti cabai, bawang merah dan bawang putih juga dapat digunakan sebagai pestisida nabati.<\/p>\n<h2><strong><b>Tomat dan Terong<\/b><\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3690\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Tomat.jpg\" alt=\"Tomat\" width=\"1280\" height=\"854\" \/><\/p>\n<p>Biji tomat dan terong berada di dalam buah dan berlendir. Cara untuk memperoleh biji yang siap untuk ditanam adalah dengan menjemur buah tomat dan terong utuh hingga\u00a0kadar airnya berkurang. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengeringkan buah tomat dan terong.<\/p>\n<p>Setelah kadar air dari tomat berkurang, pisahkan biji dan daging buahnya kemudian keringkan biji yang sudah terpisah tersebut. Biji yang sudah benar-benar kering sudah siap untuk ditanam. Pada umur kurang lebih 2 bulan,\u00a0tomat dan terong sudah dapat siap dipanen.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-menanam-tomat-musim-hujan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Sukses Menanam Tomat Saat Musim Hujan<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><strong><b>Ampas Teh<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Selain benih-benih sayuran di atas, tahukah kamu bahwa ampas bekas teh yang setiap pagi kamu buat bisa dijadikan sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi? Caranya sangat mudah, cukup taruh ampas teh pada permukaan tanah kemudian ratakan ke seluruh permukaan dan ampas teh menjadi makanan yang lezat untuk tanaman.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 3 bahan dapur yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber benih kebun kamu, ditambah dengan ampas teh yang bisa dijadikan sebagai pupuk organik. Nah, setelah membaca uraian di atas, apakah kamu sudah siap berkebun di rumah? Ayo, mulai dari apa yang ada di dapur!<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bahan-amelioran-untuk-menyuburkan-tanah\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Bahan Amelioran yang Bisa Menyuburkan Tanah<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Hafidz Fikri Asyari<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di .<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senang rasanya ketika bisa memasak dengan bahan-bahan yang kita petik dari kebun sendiri. Cabai, terong, tomat, timun, bayam, dan banyak sekali sayur-sayuran yang ingin kita tanam di kebun rumah kita&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3688,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[825,821,823,51,192,37,822,824,71],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Manfaatkan-Bahan-Dapur-Ini-untuk-Sumber-Benih-Kebun-Kamu.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3687"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3687"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3693,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3687\/revisions\/3693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}