{"id":3725,"date":"2019-07-31T18:00:22","date_gmt":"2019-07-31T11:00:22","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3725"},"modified":"2020-01-09T11:17:56","modified_gmt":"2020-01-09T04:17:56","slug":"cara-memilih-hewan-qurban-yang-layak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-memilih-hewan-qurban-yang-layak\/","title":{"rendered":"Cara Memilih Hewan Qurban yang Layak"},"content":{"rendered":"<p>Sebentar lagi,\u00a0kita akan memasuki hari raya Idul Adha sehingga akan lebih baik bila kita telah mempersiapkan diri. Berbeda dengan hari raya Idul Fitri yang mengutamakan untuk menahan nafsu duniawi, hari raya Idul Adha lebih dimaknai sebagai tempat untuk beramal khususnya bagi Anda yang memiliki rezeki berlimpah sebagai amal kebaikan anda. Dalam beramal,\u00a0sangatlah penting untuk mengetahui dari setiap ujung rambut hewan ternak yang dikurbankan karena semuanya akan dinilai sebagai amal kebaikan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, seyogianya memilih hewan ternak untuk dikurbankan harus lebih berhati\u2013hati dan lebih cermat yang tentunya sesuai dengan ajaran dalam Islam. Berikut ini adalah 5 cara yang dapat Anda gunakan dalam memilih hewan ternak yang layak untuk qurban.<\/p>\n<h2>Jenis Hewan<\/h2>\n<p>Pada umumnya,\u00a0hewan yang dijadikan sebagai hewan qurban ialah hewan ternak yang terdiri dari sapi, kambing, domba, kerbau, dan unta. Masing-masing hewan memiliki keunggulannya tersendiri sehingga sangatlah penting niat dari Anda untuk memilih dari hewan-hewan\u00a0tersebut sebagai amal kebaikan.<\/p>\n<p>Untuk Indonesia sendiri, hewan yang paling sering dijadikan sebagai hewan qurban ialah ternak sapi dan kambing dengan pertimbangan bahwa populasi hewan ternak lebih banyak. Berbeda dengan unta yang kebanyakan terdapat di daerah Timur Tengah, sedangkan ternak kerbau memiliki jarak antara beranak kembali yang cukup sulit untuk diprediksi sehingga populasi ternak ini sulit untuk dikembangbiakan, alhasil jarang yang menyumbangkan ternak kerbau sebagai hewan qurban.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-menggemukkan-sapi-3-bulan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Ampuh Menggemukkan Sapi dalam 3 Bulan<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2>Cukup Umur<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3728\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Sapi-Hewan-Qurban.jpg\" alt=\"Sapi Hewan Qurban\" width=\"1280\" height=\"851\" \/><\/p>\n<p>Setelah menentukan hewan ternak mana yang ingin Anda\u00a0jadikan sebagai hewan qurban, langkah selanjutnya yang juga cukup penting adalah menentukan umur ternak. Sapi dan kerbau \u00a0harus memiliki usia lebih dari 2\u00a0tahun untuk menjadi hewan qurban sedangkan bila menggunakan unta, maka hewan ternak tersebut harus lebih dari 5\u00a0tahun. Pada ternak domba,\u00a0minimal berusia lebih dari 1\u00a0tahun sedangkan kambing harus berusia lebih dari \u00a02\u00a0tahun.<\/p>\n<p>Sebenarnya,\u00a0hal ini tidak akan terlalu sulit bilamana setiap peternak melakukan pencatatan\u00a0periode kelahiran hewan ternaknya (<em><i>recording<\/i><\/em>). Namun,\u00a0faktanya di lapangan,\u00a0Anda akan cukup sulit mendapatkan peternak yang melakukannya sehingga untuk menentukan umur hewan qurban,\u00a0dapat dilakukan dengan memperhatikan gigi pada ternak.<\/p>\n<p>Dalam menentukan umur lewat gigi, dapat dinilai dari gigi depan (gigi susu) yang sudah tanggal dan beralih ke gigi seri,\u00a0menandakan bahwa ternak sapi atau kerbau tersebut telah dewasa dan memasuki usia lebih dari 2\u00a0tahun sedangkan pada kambing dan domba juga menandakan bahwa umur telah jalan 2\u00a0tahun.<\/p>\n<h2>Dilarang Memotong Betina Produktif<\/h2>\n<p>Sebaiknya,\u00a0dalam memilih hewan qurban,\u00a0Anda memperhatikan bahwa ternak yang dikurbankan berjenis kelamin jantan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 yang melarang pemotongan betina produktif dengan tujuan menjaga dan meningkatkan populasi hewan ternak.<\/p>\n<p>Lalu,\u00a0bagaimana bila betina sudah tidak produktif lagi? Hal ini tergantung dari pribadi Anda untuk mengurbankan hewan terbaik sebagai amal ibadah Anda.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2>Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)<\/h2>\n<p>Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) adalah sebagai salah satu syarat untuk membuktikan bahwa hewan yang akan dikurbankan telah lulus penilaian dari cacat dan penyakit oleh orang yang berkepentingan (dokter hewan).<\/p>\n<p>Namun,\u00a0karena populasi dokter hewan yang masih terbatas serta banyaknya\u00a0pertimbangan lainnya,\u00a0seringkali ditemukan banyak hewan ternak untuk qurban tidak disertai dengan SKKH sehingga pembeli harus lebih sigap dalam membeli hewan ternak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3727\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Domba-Hewan-Qurban.jpg\" alt=\"Domba Hewan Qurban\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan saat menilai hewan ternak sebelum dibeli:<\/p>\n<ol>\n<li>Tidak cacat<\/li>\n<li>Caranya berdiri dan berjalan<\/li>\n<li>Cara bernafas<\/li>\n<li>Kulit dan bulunya harus bersih dan tidak rontok<\/li>\n<li>Mata tidak ada kelainan dan cacingan<\/li>\n<li>Kondisi hidung yang basah<\/li>\n<li>Bibir dan mulut yang basah<\/li>\n<li>Anus yang bersih dan tidak kotor<\/li>\n<li>Testis yang lengkap<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Jangan Memilih Hewan yang Memiliki Penyakit<\/h2>\n<p>Langkah berikutnya setelah menentukan hewan qurban ialah hindari memilih hewan yang memiliki penyakit. Hal ini dapat menyebabkan penyakit zoonosis yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa penyakit pada hewan yang dapat berpotensi zoonosis yang paling sering ditemui:<\/p>\n<ol>\n<li>Antrax atau biasa disebut dengan radang limpa,merupakan penyakit yang dapat menular ke manusia yang disebabkan oleh <em><i>Bacillus anthracis<\/i><\/em>. Hewan yang terserang penyakit ini dapat ditandai dengan keluarnya darah merah kehitaman dari lubang bagian tubuh ternak yakni lubang hidung, telinga, mulut, anus dan vagina,\u00a0serta kotoran ternak yang cair dan bercampur darah.<\/li>\n<li>Scabies atau biasa disebut dengan Penyakit ini disebabkan oleh parasit pada hewan yang ditandai dengan keropeng kemerahan pada lipatan kulit hewan seperti mulut, telinga, dan bagian lain pada tubuh ternak.<\/li>\n<li>Cacing hati yaitu penyakit cacingan pada ternak yang disebabkan oleh <em><i>fasciola gigantic<\/i><\/em>. Penyakit ini dapat ditemukan pada saat pemotongan hewan qurban yang khas ditemukan pada hati hewan tersebut. Umumnya,\u00a0hewan yang terserang penyakit ini lebih kurus karena nutrisi lebih banyak terserap oleh cacing tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Nah, itulah 5 cara dalam memilih hewan qurban yang layak. Mulai dari memilih jenis hewan yang tepat, menentukan umur hewan, hingga memastikan bahwa hewan ternak tersebut tidak memiliki penyakit.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/memilih-daging-ayam-metode-asuh\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Memilih Daging Ayam Berkualitas Dengan Metode ASUH<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis : <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebentar lagi,\u00a0kita akan memasuki hari raya Idul Adha sehingga akan lebih baik bila kita telah mempersiapkan diri. Berbeda dengan hari raya Idul Fitri yang mengutamakan untuk menahan nafsu duniawi, hari&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3726,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[831,832,833,830],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Cara-Memilih-Hewan-Qurban-yang-Layak.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3725"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3725"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3729,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3725\/revisions\/3729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}