{"id":3748,"date":"2021-08-18T04:00:12","date_gmt":"2021-08-17T21:00:12","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3748"},"modified":"2021-08-18T08:41:49","modified_gmt":"2021-08-18T01:41:49","slug":"benarkah-ayam-super-adalah-ayam-kampung-asli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/benarkah-ayam-super-adalah-ayam-kampung-asli\/","title":{"rendered":"Benarkah Ayam Super atau Joper adalah Ayam Kampung Asli?"},"content":{"rendered":"<p>Penggunaan istilah ayam \u201ckampung super\u201d kini makin dikenal luas di kalangan peternak ayam. Konon, istilah kampung super diperkenalkan oleh salah satu pembibit ayam kampung yang berlokasi di Jawa Barat. Penggunaan istilah itu sudah menyebar ke seluruh Indonesia termasuk di Sumatera Utara. Para peternak mengira ayam kampung super atau joper itu adalah ayam yang unggul, istimewa, terbaik, bagus, dan seterusnya. Lantas, apakah ayam kampung super itu benar-benar super?<\/p>\n<p>Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Super artinya lebih dari yang lain; luar biasa, istimewa. Penggunaan istilah \u201cSuper\u201d pada ayam Super merupakan strategi pemasaran yang cukup efektif untuk memikat para peternak pemula. Namun,\u00a0dibalik nama itu,\u00a0terkandung makna yang agaknya sedikit mengelabui para peternak pemula. Ketika mereka membeli dan mencoba memelihara ayam super, barulah mereka menyadari ada yang aneh dari ayam Super ini. Warna bulunya yang tidak sama dengan ayam kampung asli, dagingnya yang kurang alot, dan pertumbuhannya yang sangat cepat seperti ayam ras pedaging (broiler).<\/p>\n<h2>Ciri-Ciri Ayam Super<\/h2>\n<p>Ayam Super bukanlah ayam kampung asli 100 persen. Super merupakan singkatan dari Su (Sudah) dan Per (Persilangan). Ayam Super adalah hasil persilangan antara ayam kampung (jantan) dengan ayam ras petelur (betina) yang diimpor dari luar negeri. Ayam ras petelur ini disebut juga ayam layer, yang memiliki produktivitas telur tinggi dan cepat besar. Inilah alasan mengapa peternak menyilangkan dengan ayam ras petelur yaitu untuk pertumbuhan bobot badan yang cepat.<\/p>\n<p>Ciri-ciri ayam Super adalah bulu anak ayam yang berwarna kuning, berat badan anak ayam baru lahir kisaran 40-42 gr, bulu ayam dewasa dominan berwarna coklat dan putih. Ayam Super bisa mencapai bobot badan 1 kg dalam waktu\u00a060 hari. Harga jual anak ayam Super berkisar Rp 5,000-Rp 5,500 per ekor, lebih murah daripada harga anak ayam kampung asli yang berkisar Rp 6,500-Rp 7,000 per ekor.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-ayam-kampung\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_3750\" aria-describedby=\"caption-attachment-3750\" style=\"width: 960px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3750 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Ayam-Joper.jpg\" alt=\"Ayam Joper\" width=\"960\" height=\"540\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3750\" class=\"wp-caption-text\"><em>Ayam Joper<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Kehadiran ayam Super bukanlah baru terjadi belakangan ini. Lebih dari sepuluh tahun terakhir di Jawa Timur,\u00a0telah dikenal dengan sebutan ayam Joper (Jowo Persilangan). Ayam Joper ini makin meluas di Jawa seiring dengan tingginya permintaan ayam kampung. Perkembangan ayam joper meluas sampai ke Jawa Barat, Banten, Kalimantan, dan Sumatera. Ayam Super atau\u00a0Joper semakin masif dipelihara karena produktivitas ayam kampung asli pada saat itu cenderung lambat sehingga peternak mencari jalan cepat.<\/p>\n<h2>Terjadi Penolakan Ayam Super<\/h2>\n<p>Ayam Super memang menjadi jawaban dari soal lambatnya pertumbuhan ayam kampung. Namun, ayam Super juga memunculkan permasalahan baru. Kehadirannya mendapat penolakan dari peternak-peternak ayam kampung asli. Ada dua alasan penolakan itu. Pertama, ayam super atau joper mengancam plasma nutfah ayam asli Indonesia. Persilangan ayam ini berpotensi merusak darah ayam asli Indonesia yang berdampak kepunahan ayam asli.<\/p>\n<p>Sedikitnya ada 26 jenis ayam Indonesia tapi sebagian besar hampir punah. Kabarnya, ayam Sumatra (Sumatera) dan Ciparage (Karawang) sudah punah dari tempat asalnya. Ayam Sumatra malah berkembang di negara Eropa seperti Amerika Serikat, Belanda, Perancis, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Kedua, peternak ayam kampung asli menolak penjualan ayam super yang menggunakan nama ayam kampung. Tak sedikit penjualan karkas ayam super memakai nama ayam kampung. Asosiasi peternak ayam kampung asli di Jawa Barat pernah meminta kepada manajemen salah satu supermarket untuk membedakan karkas ayam kampung asli dan ayam persilangan. Ini dilakukan agar harga jual ayam kampung asli tidak disamakan dengan ayam super karena biaya produksi kedua ayam itu berbeda. Harga jual ayam kampung asli\u2014hidup maupun karkas\u2014seharusnya tidak bisa disamakan dengan harga ayam Super.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3751\" aria-describedby=\"caption-attachment-3751\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3751\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Ayam-Kampung-Asli.jpg\" alt=\"Ayam Kampung Asli\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3751\" class=\"wp-caption-text\"><em>Ayam Kampung Asli<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Ayam Super memang telah berkembang pesat di Pulau Jawa. Namun,\u00a0ayam Super tidak diminati di\u00a0beberapa pulau seperti Sumatera, Kalimantan, NTB, NTT, Bali, dan Papua. Alasannya karena budaya masyarakat yang sudah mendarah daging mengonsumsi ayam kampung asli. Perbedaan warna bulu ayam dan rasa dagingnya inilah yang membuat beberapa wilayah tidak berminat dengan ayam Super.<\/p>\n<p>Sampai hari ini, kehadiran ayam Super atau Joper masih menjadi polemik yang berkepanjangan di kalangan peternak. Terlepas dari itu, hendaknya para peternak pemula semakin mengenal ternak apa yang ingin dipelihara. Selain itu juga, masyarakat umum sebagai konsumen akhir dari produk pangan ini mengetahui adanya perbedaan ayam kampung asli dan ayam Super atau Joper.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-beli-anak-ayam-kampung-unggulan\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Febroni Purba<\/strong><\/p>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan istilah ayam \u201ckampung super\u201d kini makin dikenal luas di kalangan peternak ayam. Konon, istilah kampung super diperkenalkan oleh salah satu pembibit ayam kampung yang berlokasi di Jawa Barat. Penggunaan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3749,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,842],"tags":[835,836,834],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Benarkah-Ayam-Super-atau-Joper-adalah-Ayam-Kampung-Asli.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3748"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3752,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3748\/revisions\/3752"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}