{"id":3819,"date":"2019-08-07T18:00:15","date_gmt":"2019-08-07T11:00:15","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=3819"},"modified":"2019-08-12T18:24:30","modified_gmt":"2019-08-12T11:24:30","slug":"jenis-jenis-pola-tanam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-jenis-pola-tanam\/","title":{"rendered":"Apa Saja Jenis-Jenis Pola Tanam dalam Pertanian?"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia pertanian, pola tanam adalah\u00a0metode penanaman pada lahan dengan mengatur tata letak dan urutan tanaman selama periode waktu tertentu. Periode waktu\u00a0termasuk masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami\u00a0tanaman. Di daerah tropis,\u00a0pola tanamnya disusun selama 1\u00a0tahun dengan memperhatikan curah hujan.<\/p>\n<p>Pada artikel pertanian ini, akan dijelaskan jenis-jenis pola tanam yang perlu diketahui, terutama oleh para petani muda yang hendak terjun ke sawah.<\/p>\n<h2>Jenis-Jenis Pola Tanam<\/h2>\n<p>Pola tanam memiliki 2\u00a0jenis yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam polikultur.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pola Tanam\u00a0Monokultur<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pola tanam monokultur adalah pola tanam yang hanya menanam satu jenis tanaman di lahan.\u00a0Contohnya, menanam padi saja, kopi saja, jagung saja, dan lain-lain. Kelebihan pola tanam ini yaitu teknis budidayanya yang relatif mudah\u00a0karena hanya menangani satu tanaman saja. Selain itu, kelemahannya adalah tanaman menjadi lebih mudah diserang hama atau penyakit.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pentingnya-edukasi-pola-tanam\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Pentingnya Edukasi Sistem Pola Tanam Bagi Petani<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3823\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Pola-Tanam-Monokultur.jpg\" alt=\"Pola Tanam Monokultur\" width=\"1280\" height=\"753\" \/><\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pola Tanam\u00a0Polikultur<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pola tanam polikultur merupakan pola tanam yang menanam banyak jenis tanaman di satu\u00a0lahan. Misalnya, selain menanam padi di suatu lahan, seorang petani juga menanam jagung, bawang merah, dan komoditi lainnya.<\/p>\n<p><strong>Apa saja keuntungan dari pola tanam polikultur?<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Mengurangi serangan hama dan penyakit karena jika satu jenis tanaman diserang, tanaman yang lain tidak akan terlalu terganggu. Hal ini juga membuat siklus hidup hama atau penyakit menjadi hilang.<\/li>\n<li>Kesuburan tanah bisa meningkat.\u00a0Contohnya, menanam tanaman yang mempunyai perakaran berbeda,seperti tanaman berakar dangkal ditanam berdampingan dengan tanaman berakar dalam\u00a0sehingga tanah akan menjadi lebih gembur.<\/li>\n<li>Mendapatkan hasil panen yang beragam. Jika harga salah satu tanaman rendah, hal tersebut bisa ditutup oleh harga tanaman lainnyayang lebih tinggi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pola tanam polikultur juga memiliki kelemahan, di antaranya terjadi persaingan penyerapan unsur hara antar tanaman serta jenis OPT yang banyak karena tanaman yang berbeda juga memiliki hama yang berbeda.<\/p>\n<figure id=\"attachment_627\" aria-describedby=\"caption-attachment-627\" style=\"width: 891px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-627\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/pola-tanam-polikultur.jpg\" alt=\"Pola Tanam Polikultur (Tumpangsari)\" width=\"891\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/pola-tanam-polikultur.jpg 891w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/pola-tanam-polikultur-300x176.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/pola-tanam-polikultur-768x450.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/pola-tanam-polikultur-600x352.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 891px) 100vw, 891px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-627\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: budidaya.site<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Tanaman\u00a0Polikultur <\/b><\/strong><strong><b>t<\/b><\/strong><strong><b>erbagi <\/b><\/strong><strong><b>m<\/b><\/strong><strong><b>enjadi <\/b><\/strong><strong><b>5<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>jenis<\/b><\/strong><\/span><strong><b><span style=\"color: #008000;\">, yaitu:<\/span> <\/b><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><b><\/b><strong><b>Tumpang sari (<\/b><\/strong><strong><em><b><i>Intercropping<\/i><\/b><\/em><\/strong><strong><b>)<\/b><\/strong><strong><b>, <\/b><\/strong>menanamlebih dari satu jenis tumbuhan pada waktu yang sama dalam satu tempat.<\/li>\n<li><b><\/b><strong><b>Tumpang gilir<\/b><\/strong><strong><em><b><i>(Multiple Cropping)<\/i><\/b><\/em><\/strong><em><i>,<\/i><\/em><strong><em><b><i>\u00a0<\/i><\/b><\/em><\/strong>cara tanam yang dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan melihat faktor-faktor lain.<\/li>\n<li><b><\/b><strong><b>Tanaman Bersisipan<\/b><\/strong><i><\/i><strong><em><b><i>(Relay Cropping)<\/i><\/b><\/em><\/strong><em><i>,<\/i><\/em><strong><em><b><i>\u00a0<\/i><\/b><\/em><\/strong>cara tanam yang dilakukan dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok.<\/li>\n<li><strong><b>Tanaman Campuran<\/b><\/strong><strong><em><b><i>(Mixed Cropping)<\/i><\/b><\/em><\/strong><em><i>,<\/i><\/em><strong><em><b><i>\u00a0<\/i><\/b><\/em><\/strong>beberapa tanaman tumbuh tanpa diatur jarak tanamnya. Semuanya digabungkan menjadi satu, tetapi cara tanam ini lebih rentan terserang hama dan penyakit. <b><\/b><\/li>\n<li><strong><b>Tanaman bergiliran<\/b><\/strong><em><i>\u00a0<\/i><\/em><strong><em><b><i>(Sequential Planting)<\/i><\/b><\/em><\/strong><em><i>,<\/i><\/em><strong><em><b><i>\u00a0<\/i><\/b><\/em><\/strong>cara tanam yang dilakukan secara bergiliran.\u00a0Setelah satu jenis tanaman dipanen, barulah ditanam jenis tanaman lain pada lahan yang sama.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Itulah jenis-jenis pola tanam yang perlu kamu ketahui, terutama jika kamu ingin belajar dan terjun ke dunia pertanian. Semoga info pertanian ini bermanfaat bagi semua orang.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/petani-pola-tanam-polikultur\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Meningkatkan Pendapatan Petani dengan Pola Tanam Polikultur<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia pertanian, pola tanam adalah\u00a0metode penanaman pada lahan dengan mengatur tata letak dan urutan tanaman selama periode waktu tertentu. Periode waktu\u00a0termasuk masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami\u00a0tanaman. Di&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3822,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[667],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Jenis-Jenis-Pola-Tanam-yang-Perlu-Diketahui.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3819"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3819"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3825,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3819\/revisions\/3825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}