{"id":396,"date":"2018-06-05T09:55:12","date_gmt":"2018-06-05T02:55:12","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=396"},"modified":"2019-08-13T14:07:01","modified_gmt":"2019-08-13T07:07:01","slug":"jarak-tanaman-penghasil-biodiesel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jarak-tanaman-penghasil-biodiesel\/","title":{"rendered":"WOW. Ternyata Tanaman Jarak Bisa Menghasilkan Biodiesel"},"content":{"rendered":"<p>Mengingat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin hari semakin tinggi dan terbatasnya jumlah cadangan sumber bahan baku bahan bakar yang berasal dari batubara maupun minyak bumi.<\/p>\n<p>Karena bahan baku minyak bakar tersebut tidak bisa diperbaharui, kita perlu melakukan inovasi yang serius dengan mulai menemukan tanaman yang berpotensi menjadi bahan baku minyak.<\/p>\n<p>Tanaman <strong>Jarak<\/strong> adalah salah satunya.<\/p>\n<h2>Mengenal tanaman jarak<\/h2>\n<p>Jarak termasuk tanaman perdu dengan tinggi 1 \u2013 7 meter dan mempunyai cabang tidak teratur. \u00a0Jarak dapat diperbanyak dengan stek dan biji. Menghasilkan pada umur\u00a0 10 \u2013 12 bulan dan dapat bertahan hingga 50 tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bagaimana-kecanggihan-pertanian-indonesia-di-masa-depan\/\">Bagaimana Kecanggihan Pertanian Indonesia Di Masa Depan?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tanaman Jarak tersebar dan dapat tumbuh hampir disemua wilayah Indonesia.\u00a0Tanaman Jarak berasal dari Benua Afrika. Tanaman Jarak mulai dibudidayakan di Indonesia sekitar tahun 1942 saat masa penjajahan Jepang.<\/p>\n<p>Ketika Indonesia dijajah Jepang, Jarak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan biodisel sebagai bahan bakar pesawat tempur pasukan Jepang.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, Jarak diperintahkan untuk ditanam petani\u00a0 di berbagai wilayah.<\/p>\n<h2>Nama lain jarak di beberapa wilayah Indonesia<\/h2>\n<p>Jarak mempunyai nama lokal yang beragam di berbagai wilayah Indonesia, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Di daerah Jawa, tanaman Jarak dikenal dengan nama<em> jarak budeg<\/em>, <em>jarak gundul<\/em>, <em>arak cina<\/em>.<\/li>\n<li>Di Aceh tanaman jarak dikenal dengan nama <em>n<\/em><em>awaih<\/em>.<\/li>\n<li>Di daerah sumatera Utara (Batak) dikenal dengan nama <em>dulang<\/em>.<\/li>\n<li>Di daerah Nusa Tenggara, Jarak dikenal dengan nama <em>lulu mau<\/em>, <em>paku kase<\/em>\u00a0 dan dikenal dengan nama Kodoto di Maluku.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Jarak bia mengantikan minyak diesel<\/h2>\n<p>Dari hasil penelitian Dr. Ir. Robert Manurung MeEng,\u00a0 Dosen Pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama timnya Eiichi Nagayama dan Masanori Kobayashi dari New Energy and Industrial Technology Development Organisation (NEDO-Jepang)<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/inovasi-pertanian-oleh-mahasiswa-ugm\/\">4 Inovasi Pertanian oleh Mahasiswa UGM<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cMinyak Jarak bisa mengantikan minyak diesel untuk menggerakkan generator pembangkit listrik\u201d seperti dikutip pada laman biogreenland.blogspot.co.id<\/p>\n<p>Di Indonesia tanaman Jarak sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Tanaman jarak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit seperti radang telinga, sakit gigi, gatal \u2013 gatal hingga rematik.<\/p>\n<p>Tanaman Jarak bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah namun belum dikembangkan secara serius\u00a0 sehingga potensi\u00a0 besar biji jarak sebagai pengghasil biodiesel belum tersebar luas di kalangan petani maupun pengusaha.<\/p>\n<h2>Mengenal tanaman jarak<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-397\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/jarak-2.jpg\" alt=\"tanaman jarak dapat menghasilkan biodiesel\" width=\"700\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/jarak-2.jpg 700w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/jarak-2-300x178.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/jarak-2-600x356.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Nah, bagi kamu yang belum kenal dengan tanaman jarak berikut Ciri \u2013 Ciri Umum Tanaman Jarak :<\/p>\n<p><strong>1. Batang <\/strong><\/p>\n<p>Jarak mempunyai tekstur batang \u00a0lunak berbentuk silindris. Beruas tegak, warna coklat kebiru \u2013 biruan, bagian dalam berlubang, permukaannya halus, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas.<\/p>\n<p><strong>2. Daun <\/strong><\/p>\n<p>Daunya tunggal, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), saat muda bewarna ungu kemudian menjadi hijau saat sudah tua.<\/p>\n<p>Panjang 10 \u2013 45 cm, lebar 20 \u2013 25 cm, tepi bergerigi (serratus), bertulang menjari (palmate),\u00a0 pemukaan daunnya mengkilap,\u00a0 ada perbedaan warna antara daun permukaan atas yang lebih hijau tua dan daun permukaan bawah dengan warna hijau muda.<\/p>\n<p><strong>\u00a03.\u00a0<\/strong><strong>Bunga<\/strong><\/p>\n<p>Bunga tanaman jarak majemuk bertandan (racemus), muncul diujung batang (terminalis), kelopak bunga bewarna hijau, mahkota bewarna merah muda sampai merah.<\/p>\n<p><strong>4. Buah dan Biji <\/strong><\/p>\n<p>Buah dan biji jarak terdapat dalam kotak (kapsula), berlekuk tiga,\u00a0 panjang lebih kurang 3 cm, buah muda bewarna hijau setelah tua menjadi hitam.<\/p>\n<p><strong>\u00a05.\u00a0<\/strong><strong>Akar<\/strong><\/p>\n<p>Tanaman jarak mempunyai akar tunggang<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-pertanian-untuk-mengatasi-hama\/\">Millenial, Yuk Belajar Mengatasi Hama Tanaman dari Teknik Pertanian Amerika Serikat!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di Indonesia terdapat 4 varietas jarak yang biasa dibudidayakan yaitu Jarak Kepyar (<em>Ricinus communis<\/em>), Jarak Bali (<em>Jatropha podagri<\/em>), Jarak Ulung (<em>Jatropha gossypifolia L<\/em>.), Jarak Pagar (<em>Jatropha curcas<\/em>).<\/p>\n<p>Jarak Kepyar dan jarak pagar disebut paling potensial dijadikan sebagai bahan baku biodisel karena kandungan minyak pada bijinya mencapai 40 \u2013 50 %.<\/p>\n<p>Selain kandungan minyaknya tinggi kelebihan lain minyak dari biji jarak adalah\u00a0 mempunyai kekentalan yang stabil pada suhu tinggi sehingga cocok dijadikan sebagai bahan campuran pelumas.<\/p>\n<p>So, yang punya lahan kosong bisa nih mulai menanam jarak.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong><em>Penulis\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/sulassky\/\">Sulassky<\/a><br \/>\n<\/em><\/strong><em>Farmer \u2013 Traveller \u2013 Blogger<\/em><\/p>\n<p>Referensi :<\/p>\n<ul>\n<li>www.greeners.co\/flora-fauna\/tanaman-jarak-biofuel-gagal-berkembang\/<\/li>\n<li>leqi.wordpress.com\/2009\/02\/15\/sejarah-singkat-tanaman-jarak-pagar\/<\/li>\n<li>abuhalim.wordpress.com\/2011\/04\/25\/cara-membuat-biodiesel-dari-buah-jarak\/<\/li>\n<li>biogreenland.blogspot.co.id\/2012\/02\/kebun-jarak-kepyar.html<\/li>\n<li>www.tanobat.com\/jarak-ciri-ciri-tanaman-jarak-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengingat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin hari semakin tinggi dan terbatasnya jumlah cadangan sumber bahan baku bahan bakar yang berasal dari batubara maupun minyak bumi. Karena bahan baku minyak&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":398,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[66,8],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/jarak.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=396"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396\/revisions\/399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}