{"id":4061,"date":"2024-01-11T02:30:15","date_gmt":"2024-01-10T19:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4061"},"modified":"2024-01-11T08:13:54","modified_gmt":"2024-01-11T01:13:54","slug":"alasan-menanam-kurma-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alasan-menanam-kurma-di-indonesia\/","title":{"rendered":"6 Alasan Menanam Kurma di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Kurma merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Palmaceae. Tanaman buah asal Timur Tengah ini memiliki segudang manfaat. Selain itu,\u00a0kurma juga memiliki rasa yang khas dan digemari oleh segala kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,\u00a0terutama pada bulan ramadhan karena rasanya yang manis dan enak.<\/p>\n<p>Karena kurma merupakan tanaman khas yang tumbuh di Timur Tengah, setiap tahun,\u00a0Indonesia selalu mengimpor kurma dari negara-negara penghasil kurma, seperti Mesir, Saudi Arabia, Iran, United Arab Emirates (UAE), Pakistan, Algeria, Sudan, Oman, Libya, Arab Jamahiriya, dan Tunisia.<\/p>\n<p>Tanaman kurma diduga berasal dari dataran Mesopotamia, Palestina,\u00a0atau sekitar Afrika bagian utara (Maroko) sekitar 4000 tahun SM. Sejak 3000 tahun SM, kurma mulai menyebar\u00a0ke kawasan Mesir, Afrika, Asia Tengah dan sekitarnya (Rahmadi, 2010).<\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #339966;\">Syarat Tumbuh Kurma<\/span><\/strong><\/h2>\n<p>Supaya dapat tumbuh dengan subur, terdapat beberapa syarat tumbuh kurma yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Kurma dapat tumbuh pada rentang suhu yang ekstrim yakni -15\u00baC sampai 51\u2070C, tetapi kurma dapat tumbuh optimal pada keadaan suhu sekitar 25\u00baC.<\/li>\n<li>Dapat tumbuh pada ketinggian 400 Mdpl (lembah Jordan) hingga lebih dari 2000 Mdpl (Kashmir pada pegunungan Himalaya)<\/li>\n<li>Kurma dapat bertahan pada kondisi tanah yang marginal, seperti di padang pasirsehingga akan lebih subur tumbuh di tanah seperti di Thailand, India, dan Indonesia<\/li>\n<li>Ph tanah untuk penanaman kurma tidak asamsehingga sering ditambahkan kapur dolomit pada tanah<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-tumbuh-tanaman-kopi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><strong><span style=\"color: #339966;\">6 Alasan Mengapa Harus Menanam Kurma<\/span><\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1907\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Tips-Menanam-Kurma-di-Indonesia.jpg\" alt=\"Tips Menanam Kurma di Indonesia\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><\/p>\n<p>Setelah mengetahui syarat-syarat tumbuh kurma di atas, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa harus menanam kurma di Indonesia.<\/p>\n<h5><strong>Memandirikan petani<\/strong><\/h5>\n<p>Membebaskan petani dari fluktuasi harga pasar. Bila harga murah, petani bisa menjemur kurma, lalu disimpan dan bisa bertahan hingga 3 tahun.<\/p>\n<h5><strong>Harga pasaran yang tinggi<\/strong><\/h5>\n<p>Harga kurma sangat bagus. Di Jakarta,\u00a0kurma termurah (kurma curah) dijual seharga Rp 35.000\/kg, sedangkan kurma termahal (Ajwa dan Barhi) memiliki harga hingga 1 juta\/kg. Wow!<\/p>\n<h5><strong>Satu pohon kurma = Satu hektar sawit<\/strong><\/h5>\n<p>Nilai panen kurma lebih tinggi dibandingkan dengan\u00a0nilai panen sawit. Satu pohon kurma dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sama dengan 1\u00a0hektar sawit.<\/p>\n<p>Kita ambil contoh di Kalimantan. Harga sawit sebesar Rp\u00a01.150\/kg TBS (Tandan Buah Segar), maka hasil per tahun 1 hektar pohon sawit adalah Rp\u00a034.500.000, sedangkan satu pohon kurma dapat menghasilkan buah 100 kg\u00a0per tahun dengan harga Rp. 350.000\/kg. Jadi,\u00a0satu pohon kurma dapat berpotensi menghasilkan uang Rp\u00a035.000.000\/pohon per tahun.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/minyak-sawit-akan-segera-dibuat-menjadi-green-avtur\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Minyak Sawit akan Segera Dibuat Menjadi Green Avtur<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h5><strong>Tumpangsari dengan tanaman yang lain<\/strong><\/h5>\n<p>Petani dapat menanam kurma secara tumpang sari dengan tanaman seperti padi, palawija, dan tanaman lain. Selain itu, kurma juga akan menambah nilai dengan kemampuan kurma mentransformasi lahan marginal yang tandus dan belum dimanfaatkan.<\/p>\n<h5><strong>Rehabilitasi kawasan daerah operasi minyak dan gas<\/strong><\/h5>\n<p>Kondisi tanah yang ditambang minyak akan berubah menjadi gersang, tidak mengikat air, miskin unsur hara &amp; garam mineral sehingga tidak ada tanaman yang dapat bertahan hidup, kecuali kurma. Setelah kurma ditanam, akan mengembalikan kondisi tanah menjadi lebih subur dan dapat ditanami kembali dengan tanaman lain, serta dapat mengundang fauna kembali.<\/p>\n<h5><strong>Menyelamatkan dari bencana<\/strong><\/h5>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4072\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Pohon-Kurma.jpg\" alt=\"Pohon Kurma\" width=\"1280\" height=\"847\" \/><\/p>\n<p>Kurma dapat menghambat bencana tsunami. Ini disebabkan oleh tanaman kurma memiliki akar yang kuat mencengkram ke dalam, dan paling tahan terhadap\u00a0salinitas (keasinan air) yang tinggi.<\/p>\n<p>Menanam kurma dapat memproteksi tsunami setebal 100 meter sepanjang pantai, juga dapat menyelamatkan dan melindungi dari hempasan ombak tsunami (Djamil, 2016).<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa alasan mengapa harus menanam kurma di Indonesia. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, potensi kurma di Indonesia sangatlah besar. Tidak hanya bisa bertahan di lahan yang marginal dan kurang subur, nilai panen kurma juga sangat besar, dibandingkan dengan nilai panen kelapa sawit.<\/p>\n<p>Semoga info pertanian ini bermanfaat bagi semua orang yang tertarik untuk menanam kurma di Indonesia.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-menanam-kurma-di-indonesia\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5 Tips Menanam Kurma di Indonesia<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis :\u00a0<em><strong>Hanif Walas Nafi<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurma merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Palmaceae. Tanaman buah asal Timur Tengah ini memiliki segudang manfaat. Selain itu,\u00a0kurma juga memiliki rasa yang khas dan digemari oleh segala kalangan,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4069,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[397,879],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Alasan-Menanam-Kurma-di-Indonesia.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4061"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4061"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4333,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4061\/revisions\/4333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}