{"id":4113,"date":"2023-07-07T01:00:36","date_gmt":"2023-07-06T18:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4113"},"modified":"2023-07-03T06:40:52","modified_gmt":"2023-07-02T23:40:52","slug":"langkah-membudidayakan-kopi-robusta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-kopi-robusta\/","title":{"rendered":"Langkah-Langkah Membudidayakan Kopi Robusta"},"content":{"rendered":"<p>Siapa di sini yang berencana untuk membudidayakan kopi robusta? Kopi robusta merupakan kopi yang paling digemari oleh pecinta kopi di seluruh dunia. Banyak jenis kopi yang ada di dunia namun tidak semua memberikan kenimatan tersendiri bagi pecinta kopi.<\/p>\n<p>Kopi robusta sangat mudah untuk dibudidayakan jika dibandingkan dengan kopi lainnya\u00a0seperti Arabika atau Liberika. Mengapa? Karena tanaman ini tidak memerlukan bahan yang menyulitkan\u00a0para petani\u00a0kopi. Maka dari itu,\u00a0banyak petani yang beralih untuk membudidayakan kopi robusta.<\/p>\n<p>Nah, pada artikel pertanian ini, Pak Tani Digital ingin mengulas apa saja langkah-langkah dalam membudidayakan kopi robusta? Sudah penasaran bukan? Yuk, silahkan simak uraian berikut ini.<\/p>\n<h2>Ketahui Syarat Tumbuh Kopi Robusta<\/h2>\n<p>Agar dapat tumbuh optimal, terdapat beberapa syarat tumbuh kopi robusta yang perlu diketahui. Kopi robusta sebaiknya ditanam di daerah tropis dengan ketinggian sekitar 800-1500 mdpl, dengan curah hujan 2000-3000 mm\/tahun. Suhu yang ideal untuk menanam kopi robusta berkisar 21-24 derajat Celcius.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-tumbuh-tanaman-kopi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2>Memilih Bibit Yang Berkualitas Unggul<\/h2>\n<p>Budidaya kopi robusta tentu dipengaruhi oleh bibit. Maka dari itu,\u00a0pilihlah bibit yang baik dan berkualitas tinggi, yang akan menghasilkan buah yang memuaskan\u00a0pula. Begitu juga sebaliknya, memilih bibit yang jelek\u00a0akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.<\/p>\n<p>Kita juga bisa melakukan pembibitan sendiri atau membeli bibit yang telah terjamin kualitasnya. Akan\u00a0tetapi,\u00a0alangkah baiknya untuk memilih bibit yang sudah bersertifikasi\u00a0dari dinas pertanian. Hal ini bertujuan untuk memastikan bibit yang kita beli berkualitas unggul.<\/p>\n<h2>Persiapan Lahan<\/h2>\n<p>Selain memilih bibit yang berkualitas, Anda harus memperhatikan lahan. Lahan yang tepat untuk mananam kopi robusta ialah tanah yang subur dan gembur serta memiliki pH tanah mencapai 4,5 \u2013 6,5 sehingga hasil yang didapatkan akan memuaskan.<\/p>\n<ul>\n<li>Buatlah lubang tanaman dengan diameter\u00a0\u00a060 cm dan kedalaman mencapai 60 cm. Pembuatan lubang dilakukan 3 \u2013 4 bulan sebelum bibit di tanam dengan jarak tanam mencapai 2,5 x 2,5 cm.<\/li>\n<li>Pisahkan antara tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah.<\/li>\n<li>Setelah 1 bulan lubang tanam dibuat, berikan belerang dan kapur dolomite masing-masing 200 gram dan campurkan galian tanah bagian bawah, kemudian masukkan kembali ke dalam lubang tanam. Hal ini dilakukan untuk menetralkan kadar keasaman tanah (pH tanah).<\/li>\n<li>Satu bulan sebelum masa tanam atau satu bulan kemudian, berikan pupuk organik yang sudah difermentasi sebanyak 10 \u2013 20 kg dan campurkan dengan galian tanah bagian atas kemudian masukkan ke dalam lubang tanam.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4116\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Tanaman-Kopi-Robusta.jpg\" alt=\"Tanaman Kopi Robusta\" width=\"1280\" height=\"877\" \/><\/p>\n<h2>Proses Menanam Kopi<\/h2>\n<p>Setelah mempersiapkan lahan, berikut ini adalah langkah-langkah dalam menanam bibit kopi robusta.<\/p>\n<ul>\n<li>Papas daun bibit kopi terlebih dahulu sampai tersisa 1\/3 bagian supaya penguapan pada tanaman kopi dapat dikurangi.<\/li>\n<li>Keluarkan bibit kopi dari polybag dengan hati-hati supaya akarnya tidak rusak<\/li>\n<li>Gali sedikit saja lubang yang sudah ditutupi oleh pupuk organik saat persiapan lahan. Usahakan kedalaman lubang sesuai dengan panjang akar bibit kopi robusta<\/li>\n<li>Masukkan bibit kopi ke dalam lubang lalu tutup lubang tanam tersebut<\/li>\n<li>Buatlah ajir untuk menopang bibit supaya tidak roboh dan dapat berdiri tegak lurus<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengetahui-karakteristik-kopi-robusta\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Karakteristik Kopi Robusta yang Perlu Anda Ketahui!<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2>Proses Perawatan Tanaman<\/h2>\n<p>Dalam proses perawatan tanaman kopi robusta,\u00a0ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong>1. Penyulaman<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum tanaman kopi memasuki usia seminggu sebelum ditanam, lakukan penyulaman dengan mengganti tanaman kopi yang mati (tidak tumbuh normal) dengan tanaman kopi yang baru. Penyulaman dilakukan supaya tanaman kopi dapat tumbuh dengan serempak.<\/p>\n<p><strong> 2. Proses Pemupukan<\/strong><\/p>\n<p>Pada saat tanaman kopi berumur sekitar 2 bulan, pemupukan pertama perlu dilakukan dengan memberikan pupuk urea, KCl, dan SP-36. Dosisnya disesuaikan dengan umur tanaman kopi. Cara melakukan pemupukan pada tanaman kopi robusta adalah membuat lubang di sekitar tanaman kopi dengan jarak 1 meter.<\/p>\n<p><strong> 3. Pemangkasan atau pembersihan tunas adventif<\/strong><\/p>\n<p>Proses pemangkasan dilakukan setelah tanaman kopi sudah banyak cabang. Tujuan pemangkasan ini merangsang tumbuhnya cabang baru dan pembentukan bunga.\u00a0Ada 3 cara pemangkasan, yaitu\u00a0pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan peremajaan<\/p>\n<p><strong>4. Pemanenan<\/strong><\/p>\n<p>Waktu ideal untuk memanen kopi robusta adalah sekitar umur 3-4 tahun setelah tanam. Puncak kopi berbuah lebat atau panen raya yaitu ketika kopi berumur 7-9 tahun. Tanaman kopi sudah bisa dipanen jika biji kopi sudah terasa keras dan berwarna merah.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah langkah-langkah dalam membudidayakan kopi robusta, mulai dari pemilihan bibit sampai proses perawatan (pemanenan).<\/p>\n<p>Semoga info pertanian ini dapat bermanfaat bagi semua orang, terutama yang berencana untuk membudidayakan kopi robusta.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/masalah-tbm-kopi-mengatasinya\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Masalah pada Tahap TBM Kopi dan Cara Mengatasinya<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa di sini yang berencana untuk membudidayakan kopi robusta? Kopi robusta merupakan kopi yang paling digemari oleh pecinta kopi di seluruh dunia. Banyak jenis kopi yang ada di dunia namun&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4114,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1],"tags":[17,884,885],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Langkah-Langkah-Membudidayakan-Kopi-Robusta.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4113"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4739,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4113\/revisions\/4739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}