{"id":4265,"date":"2023-12-16T01:04:43","date_gmt":"2023-12-15T18:04:43","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4265"},"modified":"2023-12-16T11:38:12","modified_gmt":"2023-12-16T04:38:12","slug":"membuat-pakan-alternatif-kambing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membuat-pakan-alternatif-kambing\/","title":{"rendered":"Ini Dia Cara Membuat Pakan Alternatif Kambing Mudah Di Musim Kemarau"},"content":{"rendered":"<p>Kemarau yang menghadang di sejumlah penjuru negeri membuat resiko yang dialami baik seluruh pelaku pertanian semakin besar. Tak pelak juga para peternak yang lahannya mulai kering karena tidak dituruni hujan untuk memberi makan ternaknya. Kesulitan akan tanaman hijau pun semakin besar. Akibatnya, kelangkaan pakan pun menjadi momok yang menakutkan bagi peternak. sehingga berbagai langkah pun harus ditempuh untuk mengantisipasinya. Nah tentu saja peternak dapat mengakalinya dengan membuat pakan alternatif kambing di musim kemarau ini. Bagaimana caranya?<\/p>\n<h3>1. Menggunakan Dedak<\/h3>\n<p>Salah satu pakan alternatif kambing adalah dedak. Kamu dapat menggunakan dedak ini sebagai pengganti rumput. Tidak hanya itu, dedak juga digunakan oleh para pemilik kolam lele untuk dicampurkan dengan pakan lainnya.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alasan-beternak-ayam-kampung\/\">Ini Dia 10 Alasan Beternak Ayam Kampung<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Kamu dapat membuat pakan ini hanya dengan mencampurkan dedak dengan air sehingga menjadi berbentuk seperti bubur. Kamu boleh menggunakan air dingin ataupun air hangat untuk mencampurkannya. Sebagai informasi, dedak dipilih menjadi bahan pakan alternatif karena harganya sangat terjangkau.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4268\" aria-describedby=\"caption-attachment-4268\" style=\"width: 833px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-4268\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/red_wheat_bran_500x500.jpg\" alt=\"Dedak sebagai pakan alternatif kambing\" width=\"833\" height=\"833\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4268\" class=\"wp-caption-text\">Foto : Dedak sebagai pakan alternatif kambing (oleh Price Area)<\/figcaption><\/figure>\n<h3>2. Pakan konsentrat<\/h3>\n<p>Pernah menggunakan pakan konsentrat? Pakan alternatif kambing ini dapat dibuat dengan bahan-bahan yang cukup mudah loh. Konsentrat merupakan pakan penguat yang terdiri dari bahan-bahan yang kaya akan karbohidrat dan protein. Bahan-bahannya adalah dedak padi, jagung kuning dan bungkil-bungkilan.<\/p>\n<p>Untuk cara pembuatannya, kamu harus menggunakan komposisi sebagai berikut. Dedak halus sebesar <span style=\"color: #339966;\"><strong>75%<\/strong><\/span>, jagung kuning yang sudah digiling<strong><span style=\"color: #339966;\"> 6%<\/span><\/strong>, bungkil kedelai <strong><span style=\"color: #339966;\">3%<\/span><\/strong>,\u00a0 bungkil kelapa <strong><span style=\"color: #339966;\">10%<\/span><\/strong> dansisanya adalah campuran tambahan kalsium dan garam dapur sebesar<span style=\"color: #339966;\"><strong> 6%<\/strong><\/span>.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/beternak-lebah-trigona\/\">Beternak Lebah Trigona, Peluang Bisnis Sampingan yang Menjanjikan<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Setelah itu kamu harus mencampurnya dengan rata, dan diberikan langsung kepada ternak. Jadi, konsentrat ini aman untuk persediaan pakan di kala musim kemarau. Dengan pakan konsentrat ini, diharabkan setidaknya berat ternak bisa meningkat secara lebih signifikan.<\/p>\n<h3>3. Pakan Rumput Kering<\/h3>\n<p>Kehabisan rumput segar? Jangan khawatir, rumput kering juga dapat dijadikan alternatif pakan ternak loh.<\/p>\n<p>Pada musim penghujan, banyak tumbuhan yang tumbuh dengan segar dan hijau. Hal ini bisa dimanfaatkan para peternak untuk menyimpan atau mengeringkan rumput tersebut untuk persediaan pakan ternak pada saat musim kemarau.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4272\" aria-describedby=\"caption-attachment-4272\" style=\"width: 987px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-4272\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rumput-kering.jpg\" alt=\"Rumput kering untuk pakan alternatif kambing\" width=\"987\" height=\"652\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4272\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi : Rumput kering untuk pakan alternatif kambing<\/figcaption><\/figure>\n<h3>4. Jerami Kering<\/h3>\n<p>Pada umumnya petani pada saat penen padi memanfaatkan jeraminya sebagai bahan pakan ternaknya karena jumlah jeraminya pada saat panen padi sangat banyak. Petani juga banyak mengeringkan dan menyimpan jerami di dalam lumbung pakan sebagai persediaan pakan pada saat musim kemarau.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/fitobiotik\/\">Fitobiotik, Pengganti Antibiotik pada Ternak yang Ramah Lingkungan<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Nah itu dia Cara membuat pakan alternatif kambing mudah di musim kemarau. Yuk Bagikan artikel pertanian ini ke sahabat dan teman-teman kamu sobat PTD.<br \/>\n.<\/p>\n<p>.<\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemarau yang menghadang di sejumlah penjuru negeri membuat resiko yang dialami baik seluruh pelaku pertanian semakin besar. Tak pelak juga para peternak yang lahannya mulai kering karena tidak dituruni hujan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4266,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,842,1],"tags":[875,75,18,26,296,216,6,250,80,8,287],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/goat-3647510_640.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4265"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4265"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4273,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4265\/revisions\/4273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}