{"id":4319,"date":"2024-10-22T01:00:23","date_gmt":"2024-10-21T18:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4319"},"modified":"2024-10-22T07:55:24","modified_gmt":"2024-10-22T00:55:24","slug":"jenis-hama-tanaman-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-hama-tanaman-kopi\/","title":{"rendered":"Kenali Jenis-Jenis Hama Tanaman Kopi"},"content":{"rendered":"<p>Tahukah kamu bahwa terdapat banyak jenis hama yang sangat mudah menyerang tanaman kopi? Terlebih lagi, jika kopi yang ditanam kurang memiliki perawatan sehingga akhirnya tanaman kopi akan rusak yang tentunya mampu menurunkan produktivitas kopi tersebut.<\/p>\n<p>Jenis hama yang paling sering ditemukan oleh para petani adalah hama yang kerap menyerang kopi,\u00a0yang bisa menyebabkan pembusukan dan gugurnya bunga rontok dan buah muda.\u00a0Jika masalah hama tidak segera ditangani dengan cepat, maka hasil panen yang didapatkan juga akan menurun.<\/p>\n<p>Nah,\u00a0apa saja jenis-jenis hama yang sering\u00a0menyerang tanaman kopi dan\u00a0bagaimana mengatasinya:<\/p>\n<h3><strong><b>Hama Bubuk Buah<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0Kopi<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Hama\u00a0ini biasanya adalah sebuah kumbang kecil yang hanya menyerang buah kopi baik yang masih muda maupun yang sudah tua.<\/p>\n<p>Untuk mengendalikan hama ini, petani dapat memotong batang buah yang banyak terserang atau mengumpulkan buah untuk kemudian dimusnahkan.\u00a0Selain itu, petani juga bisa menggunakan pestisida Dimecron 50 CW, Tamaron, dan Argothion.<\/p>\n<h3><strong><b>Hama Bubuk Cabang <\/b><\/strong><strong><b>B<\/b><\/strong><strong><b>atang Kopi<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Hama ini menyerang bagian batang tanaman kopi, biasanya\u00a0pada bagian ranting kecil yang baru\u00a0memiliki diameter 3 cm dan bagian pucuk tanaman muda.\u00a0Gejala yang muncul jika hama ini sudah menyerang adalah daun menjadi rontok,\u00a0daun berubah menjadi kuning,\u00a0dan batang kering yang khusus ada pucuk.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi hama ini,\u00a0petani bisa menyemprotkan larutan pestisida secara rutin sampai hama benar-benar hilang total.<\/p>\n<h3><strong><b>Penyakit <\/b><\/strong><strong><b>K<\/b><\/strong><strong><b>erat Daun <\/b><\/strong><strong><b>T<\/b><\/strong><strong><b>anaman Kopi<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Penyakit ini\u00a0biasanya disebabkan oleh cendawan dimana pada bagian daun kopi terdapat bercak merah dan bintik-bintik.\u00a0Gejala lainnya adalah daun yang menguning di bagian bawah permukaan daun,\u00a0bercak kuning dan daun gugur, bagian cabang muda kopi kering, buah kopi berubah menjadi hitam, serta kopi terlihat lebih pucat.<\/p>\n<p>Petani bisa mengatasi penyakit kerat daun pada tanaman kopi ini dengan menggunakan pestisida Fungisidaditane dengan dosis pemakaian 2 gram untuk\u00a02\u00a0liter air.<\/p>\n<h3><strong><b>Hama Kutu Dompolan <\/b><\/strong><strong><b>P<\/b><\/strong><strong><b>utih dan <\/b><\/strong><strong><b>H<\/b><\/strong><strong><b>ijau<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Hama ini menyerang bagian buah kopi hingga buahnya terlihat seperti terlilit bubuk putih. Biasanya, hama ini menyerang karena adanya pohon naungan yang terlalu gelap.<\/p>\n<p>Untuk mengendalikannya, potong sebagian ranting pohon di sekitar tanaman kopi supaya membuka celah udara dan sinar matahari untuk menyinari kopi.\u00a0Selain itu, petani juga bisa mengggunakan pestisida\u00a0Poxindo 50 WP.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-tumbuh-tanaman-kopi\/\" rel=\"bookmark\"><strong>4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3090\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/4-Syarat-Tumbuh-Tanaman-Kopi-yang-Wajib-Diketahui.jpg\" alt=\"4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">Serangga<\/span><\/h2>\n<h3><strong><b>Serangga Hama PBKo<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Serangga ini membuat\u00a0buah kopi menjadi berlubang\u00a0yang kerugiannya bisa mencapai 50%. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan perangkap serangga.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Nematoda Endoparasit <\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Jika serangga ini menyerang tanaman kopi, gejala\u00a0yang muncul berupa\u00a0kopi terlihat kerdil,\u00a0daun menguning dan gugu, bunga prematur dan banyak yang kosong, serta bagian akar membusuk.<\/p>\n<p>Cara mengatasi serangga ini adalah dengan menggunakan varietas kopi yang tahan terhadap nematoda parasit\u00a0dan dengan\u00a0cara kultur teknis, membuat lubang tanam rotasi dan parit barier.<\/p>\n<h3><strong><b>Hypothenemus Hampei <\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Serangga ini adalah serangga dewasa berwarna coklat hitam dengan panjang betina sekitar 2 mm dan jantan 1,3 mm. Disebut juga dengan serangga penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi. Serangga ini akan masuk ke\u00a0dalam buah dengan membuat lubang di\u00a0sekitar diskus.<\/p>\n<p>Pengendalian Hypothenemus Hampei dapat dilakukan dengan menggunakan parasitoid Cephalonomia Stephanoderis.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Stephanoderes Hampei<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Biasanya, serangga ini\u00a0menyerang bubuk kopi pada saat penyimpanan. Untuk mencegah hama ini menyerang, pestona atau BVR dapat digunakan secara bergantian.<\/p>\n<h3><strong><b>Kutu Dompolan<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kutu Dompolan menyerang tanaman kopi dengan menghisap cairan kuncup bunga. Akibatnya adalah daun-daun menguning,\u00a0calon bunga gagal,\u00a0dan buah menjadi rontok.<\/p>\n<p>Pengendaliannya adalah dengan\u00a0melepaskan parasit Anagyrus Grenii\u00a0atau menyemprotkan insektisida Anthio 330 EC.<\/p>\n<h3><strong><b>Kutu Lamtoro <\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kutu ini biasanya menyerang pohon lamtoro yang menjadi penaung tanaman kopi. Apabila serangannya lebih berat, tanaman kopi pun dapat menyebabkan kematian.<\/p>\n<p>Pengendalianya dapat dilakukan dengan melepaskan musuh alami seperti parasit leptomastix nyamuk diplesis, dan dengan menyemprotkan insektisida seperti Bassa 500 EC dan Sevi 85 G. Setelah disemprot, pucuk tanaman yang terserang segera dipangkas dan dibakar.<\/p>\n<h3><strong><b>Kutu Hijau <\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Serangga ini menyerang seluruh bagian tanaman yang masih berwarna hijau dan muda, pada bagian pucuk, buah,\u00a0dan daun. Gejala yang muncul adalah\u00a0\u00a0pertumbuhan tunas terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Serangga ini menghasilkan senyawa berupa madu sebagai ekskresinya dan sering menutupi bagian tanaman.<\/p>\n<p>Pengendalian\u00a0kutu hijau dilakukan dengan memanfaatkan predator serangga seperti\u00a0sejenis kumbang kecil pemakan serangga dan laba-laba. Namun, upaya pengendalian terpenting adalah dengan menjaga tanaman dari gulma (terutama sekitar tajuk tanaman).<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah hama-hama yang sering menyerang tanaman kopi. Dengan metode penanganan yang tepat, tentu hama-hama di atas dapat diatasi dengan baik dan hasil panen kopi yang dihasilkan berkualitas.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <\/strong><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/memanfaatkan-daun-kopi-pakan-ternak\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Memanfaatkan Daun Kopi Sebagai Pakan Ternak<\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kamu bahwa terdapat banyak jenis hama yang sangat mudah menyerang tanaman kopi? Terlebih lagi, jika kopi yang ditanam kurang memiliki perawatan sehingga akhirnya tanaman kopi akan rusak yang tentunya&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4320,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[915],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Kenali-Jenis-Jenis-Hama-Tanaman-Kopi.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4319"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4319"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4321,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4319\/revisions\/4321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}