{"id":4508,"date":"2025-02-13T01:00:38","date_gmt":"2025-02-12T18:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4508"},"modified":"2025-02-13T08:35:08","modified_gmt":"2025-02-13T01:35:08","slug":"tips-membudidayakan-mangga-yang-berbuah-manis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-membudidayakan-mangga-yang-berbuah-manis\/","title":{"rendered":"4 Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis"},"content":{"rendered":"<p>Siapa yang tidak mengetahui buah mangga? Pasalnya, buah ini disukai oleh seluruh orang di dunia. Tanaman mangga merupakan buah asli dari India lalu menyebar ke berbagai daerah hingga seluruh dunia. Seringkali, pertumbuhan buah mangga dinanti oleh banyak orang. Membudidayakan mangga yang berbuah manis pun tertarik untuk dilakukan.<\/p>\n<p>Saat mencicipi buah mangga, rasanya manis, namun tak jarang juga ada mangga yang memiliki rasa sedikit asam. Tentu saja buah yang memiliki cita rasa manis-lah yang paling dinanti oleh masyarakat. Rasa manis atau asam dari buah mangga tersebut, tergantung pada bagaimana cara membudidayakan mangga itu sendiri.<\/p>\n<p>Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan tanaman mangga agar berbuah manis. Namun, tidak semua orang mengetahui tipsnya.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah tips-tips membudidayakan mangga yang berbuah manis.<\/p>\n<h2><strong><b> Bibit Mangga<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Dalam pemilihan bibit mangga, tentu saja harus diperhatikan, karena jika bibit tanaman berkualitas maka hasilnya juga akan berkualitas.<\/p>\n<p>Bibit mangga yang bagus dapat diambil dari hasil cangkok sendiri dengan melakukan cangkok pada pohon mangga yang bagus dan sudah tumbuh subur. Untuk mendapatkan hasil cangkok yang baik, perhatikan bahwa tanamannya tidak memiliki cabang namun memiliki batang yang tegak.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-cepat-pembibitan-nenas\/\" rel=\"bookmark\">Langkah Cepat Melakukan Pembibitan Nenas<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><strong><b> Menyiapkan Lahan<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Setelah mendapatkan bibit mangga yang baik, maka selanjutnya adalah menyiapkan lahan yang cocok untuk penanaman mangga. Perhatikanlah lahan yang digunakan, jangan sampai ada rumput atau tumbuhan liar lainnya yang hinggap, karena akan mengganggu proses penanaman pohon mangga. Sebelum menanam pohon mangga, alangkah baiknya untuk menggemburkan tanah yang dipakai.<\/p>\n<h2><strong><b> Proses Penanaman<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Dalam melakukan penanaman bibit mangga, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti cara dan juga jenis tanahnya. Pastikan tanah yang digunakan subur dan cocok untuk ditanam.<\/p>\n<p>Sebaiknya, berilah tanah dengan campuran pupuk kompos, agar pohon bisa cepat berbuah dan juga untuk memadatkan tanah secukupnya.<\/p>\n<p>Ketika melakukan penanaman bibit mangga, jangan lupa untuk memberi jarak antara tanaman yang lain. Regangkan jarak penanaman pohon mangga sekitar 10 meter, agar pertumbuhan pohon mangga lebih baik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4510\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Pohon-Mangga.jpg\" alt=\"Pohon Mangga\" width=\"1280\" height=\"882\" \/><\/p>\n<h2><strong><b> Perawatan<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Sama halnya dengan tanaman lain, membudidayakan pohon mangga yang berbuah manis juga diperlukan perawatan yang baik dan benar agar tumbuh dengan maksimal.<\/p>\n<p>Dalam melakukan perawatan, perhatikan lingkungan tanaman pohon mangga. Lakukan pemangkasan, penyiraman, pengusiran hama yang mengganggu tanaman, dan pemberian nutrisi yang cukup.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pemangkasan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Lakukan pemangkasan pada cabang dan ranting pohon mangga yang sudah tidak produktif. Hal ini dilakukan untuk membantu proses fotosintesis pada tanaman mangga, sehingga pembentukan buah akan meningkat. Selain itu, pemangkasan juga dilakukan agar pohon terhindar dari penyakit.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penyiraman<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Jangan memberikan air yang terlalu banyak atau sedikit, karena pohon mangga cocok dengan tanah yang memiliki kelembaban sedang. Namun, ketika tanaman pohon mangga \u00a0baru saja ditanam, air yang dibutuhkan cukup banyak. Lakukan penyiraman setiap Minggu secara rutin sampai pohon mangga tumbuh berumur 8 minggu.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Usir Hama yang Mengganggu<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Atasi hama yang mengganggu pertumbuhan pohon mangga, karena itu bisa menyebabkan penyakit pada pohon. Hilangkan juga gulma yang menempel dan benalu yang menyerap nutrisi tanaman. Gunakan pestisida organik untuk pencegahan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Berikan Nutrisi yang Cukup<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemberian nutrisi fosfor tinggi dan protein pada pohon mangga bisa merangsang pembentukan bunga. Nutrisi tersebut diberi melalui pupuk organik dan anorganik pada pohon, agar memperkuat akar tanaman mangga.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa tips dalam membudidayakan pohon mangga yang berbuah manis. Lakukan perawatan dengan baik, dan juga sering perhatikan lingkungan penanaman.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-kacang-kapri\/\" rel=\"bookmark\">5 Langkah Membudidayakan Kacang Kapri<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<em><strong>Epin Supini<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tidak mengetahui buah mangga? Pasalnya, buah ini disukai oleh seluruh orang di dunia. Tanaman mangga merupakan buah asli dari India lalu menyebar ke berbagai daerah hingga seluruh dunia.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4509,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[948,950,949],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Tips-Membudidayakan-Mangga-yang-Berbuah-Manis.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4508"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4508"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4511,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4508\/revisions\/4511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}