{"id":4575,"date":"2021-06-16T05:00:43","date_gmt":"2021-06-15T22:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4575"},"modified":"2021-06-16T12:29:45","modified_gmt":"2021-06-16T05:29:45","slug":"melihat-pertanian-desa-kruwisan-temanggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/melihat-pertanian-desa-kruwisan-temanggung\/","title":{"rendered":"Melihat Pertanian Desa Kruwisan di Temanggung"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu sudah pernah melihat potret pertanian di Desa Kruwisan, Temanggung?<\/p>\n<p>Desa Kruwisan adalah\u00a0salah satu desa yang ada di Kecamatan Kledung,\u00a0Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.\u00a0Desa ini terletak di\u00a0lereng Gunung Sumbing\u00a0pada ketinggian 1200\u00a0mdpl dan\u00a0suasana dingin desa ini\u00a0selalu menyelimuti.\u00a0Desa Kruwisan\u00a0juga berada di wilayah kaki Gunung Sindoro 3350 mdpl. Dari desa ini, kita bisa melihat\u00a0keindahan Gunung Sindoro saat pagi ataupun senja hari bila cuaca cerah.<\/p>\n<p>Luas wilayah Desa Kruwisan yaitu 313,1 hektar yang sebagian besar wilayahnya terdiri lahan pertanian. Penduduk Desa Kruwisan berjumlah 2234 jiwa yang tingkat pendidikan sebagian besar masyarakatnya 95% adalah lulusan SMP dan mata pencaharian masyarakat Desa Kruwisan sebagian besar adalah petani.<\/p>\n<h2>Pertanian Tembakau di Desa Kruwisan<\/h2>\n<p>Walau sebagian besar penduduk Desa Kruwisan hanya lulusan SMP, tetapi pola pikir mereka tidak kalah dengan masyarakat di daerah lain di Temanggung, terbukti mereka sukses menjadi petani Tembakau dengan omzet jutaan rupiah setiap musim panen tembakau.<\/p>\n<p>Tanaman tembakau tumbuh subur di wilayah Desa Kruwisan apalagi ketika panen tiba, masyarakat di desa ini sibuk memetik, merajang hingga menjemur hasil panen tembakau setiap harinya. Tembakau adalah komoditi pertanian yang menjanjikan bagi kehidupan penduduk desa ini.<\/p>\n<p>Mereka bisa meraup keuntungan yang\u00a0begitu banyak saat musim\u00a0panen tembakau tiba.\u00a0Dari panen tembakau,\u00a0mereka bisa meraup\u00a0ratusan juta sekali panen tembakau.\u00a0Tak heran,\u00a0sampai sekarang,\u00a0masih banyak\u00a0penduduk di Desa Kruwisan yang bertahan menjadi petani.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membuat-mengaplikasikan-pestisida-tembakau\/\" rel=\"bookmark\">Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Selain tanaman tembakau, terdapat juga tanaman lain di ladang pertanian di wilayah Desa Kruwisan seperti bawang putih, bawang merah, padi, jagung, cabai, tomat, wortel, kentang, kol, kubis, dan tanaman sayuran lainnya.<\/p>\n<p>Daerah\u00a0Desa Kruwisan memang berada di kawasan pelosok pegunungan yang jauh dari keramaian kota.\u00a0Namun,\u00a0pola pertanian masyarakat Desa ini banyak mengalami kemajuan pesat\u00a0dalam bertani,\u00a0membuat petani di daerah ini meraih kesuksesan dalam bidang pertanian.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4668\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Pertanian-Tembakau-Desa-Kruwisan.jpg\" alt=\"Pertanian Tembakau Desa Kruwisan\" width=\"768\" height=\"576\" \/><\/p>\n<h2>Pertanian Desa Kruwisan Menerapkan Media Mulsa Plastik<\/h2>\n<p>Para petani di Desa Kruwisan ini juga\u00a0tak mau kalah dalam berinovasi.\u00a0Mereka\u00a0mulai mengenal dan mengembangkan\u00a0sistem pertanian dengan memakai media Mulsa plastik.<\/p>\n<p>Mulsa plastik begitu fenomenal akhir-akhir ini, hampir setiap petani di berbagai daerah di Indonesia menggunakan Mulsa plastik dalam bertani. Nah, apa sebenarnya Mulsa plastik itu? Bagi petani, istilah Mulsa plastik demikian populer, tetapi bagi masyarakat awam, tidak banyak mengetahui apa Mulsa plastik itu sesungguhnya?<\/p>\n<p>Mulsa plastik\u00a0adalah lembaran plastik penutup lahan\u00a0pertanian\u00a0 budidaya\u00a0 tanaman sayuran.\u00a0Mulsa plastik sebagian dimanfaatkan oleh petani Desa Kruwisan untuk menjaga kelembaban tanah,\u00a0menahan erosi tanah,\u00a0dan menghambat pertumbuhan gulma.\u00a0Beberapa jenis warna\u00a0Mulsa plastik seperti putih,\u00a0perak,\u00a0hitam,\u00a0bening,\u00a0hitam perak\u00a0telah banyak dimanfaatkan oleh petani Desa Kruwisan.<\/p>\n<p>Mulsa plastik dalam budidaya pertanian di wilayah Desa Kruwisan mulai dikembangkan pada beberapa komoditi pertanian seperti bawang merah, bawang putih, tanaman kacang, dan tanaman cabai.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mencegah-kering-batang-tanaman-cabai\/\" rel=\"bookmark\">5 Cara Mencegah Kering Batang pada Tanaman Cabai<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Budidaya bawang merah dengan media Mulsa plastik\u00a0melalui cara selang seling dengan tanaman kubis.\u00a0Pola pertanian seperti ini terbukti berhasil, tanaman bawang merah dan tanaman kubis tumbuh subur,\u00a0meski jaraknya saling berdekatan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pola pertanian dengan media Mulsa plastik di wilayah ini juga berhasil terlihat tidak hanya tanaman bawang merah yang tumbuh subur, melainkan juga tanaman bawang putih dan cabai.<\/p>\n<h2>Temanggung Sebagai Penghasil Bawang Putih Kedua Setelah Lombok<\/h2>\n<p>Dari pola pertanian Mulsa plastik ini pula, para petani di Desa Kruwisan seringkali melakukan panen bawang putih, bawang merah, dan berhasil mengembangkan budidaya bawang putih hingga daerah Temanggung termasuk Desa Kruwisan menjadi central penghasil bawang putih kedua setelah Lombok ,Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>Luas lahan pertanian bawang putih di Temanggung yaitu 3300 hektar dengan pola pertanian khas Temanggung mampu menghasilkan bawang putih terbanyak kedua di Indonesia.<\/p>\n<p>Mulsa plastik sebagai media dalam pertanian ternyata telah mampu meningkatkan produksi pertanian selain tembakau. Media Mulsa plastik pada budidaya tanaman sayuran di Desa Kruwisan terletak di sekitar kaki atau lereng Gunung Sindoro sehingga terlihat seperti sawah terasering dari kejauhan.<\/p>\n<p>Padi adalah komoditi pertanian selain tembakau yang ada di wilayah Desa Kruwisan, Temanggung. Tanaman padi ditanam ketika setelah panen tembakau tiba. Komoditi pertanian padi pun juga berhasil dikembangkan di Desa ini.<\/p>\n<p>Sistem pertanian dengan pola pertanian tanam lewat membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur menjadi ciri\u00a0khas pertanian di daerah Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.\u00a0Pola pertanian seperti ini sebagai bentuk konservasi lahan mencegah tanah longsor.<\/p>\n<p>Sisi lain dari sistem pertanian di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing adalah Pronoto Mongso atau waktu musim.\u00a0Kearifan lokal dalam mengelola pertanian seperti Mulsa plastik,\u00a0membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis Kontur dan Pronoto Mongso atau waktu musim menjadi kunci keberhasilan petani Temanggung.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-pepaya-aloha-prime-desa-selosabrang\/\" rel=\"bookmark\">Budidaya Pepaya Aloha Prime di Desa Selosabrang, Jawa Tengah<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: kruwisan.blogspot.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<em><strong>Suryatiningsih<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu sudah pernah melihat potret pertanian di Desa Kruwisan, Temanggung? Desa Kruwisan adalah\u00a0salah satu desa yang ada di Kecamatan Kledung,\u00a0Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.\u00a0Desa ini terletak di\u00a0lereng Gunung Sumbing\u00a0pada ketinggian&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4576,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[959,960,89],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Melihat-Pertanian-Desa-Kruwisan-di-Temanggung.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4575"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4575"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4670,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4575\/revisions\/4670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}