{"id":4965,"date":"2022-07-08T01:00:27","date_gmt":"2022-07-07T18:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=4965"},"modified":"2022-07-07T21:05:39","modified_gmt":"2022-07-07T14:05:39","slug":"hama-dan-penyakit-bunga-mawar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-dan-penyakit-bunga-mawar\/","title":{"rendered":"Hama dan Penyakit Bunga Mawar Beserta Pengendaliannya"},"content":{"rendered":"<p>Apakah Anda sedang membudidayakan bunga mawar tetapi masih dihadapi oleh masalah hama dan penyakit bunga mawar?<\/p>\n<p>Perasaan bahagia pastilah akan dirasakan oleh sebagain besar orang, khususnya wanita, ketika melihat indahnya bunga mawar (<em><i>Rosa hybrid<\/i><\/em>\u00a0L.). Salah satu jenis tanaman hias yang indah ini memang banyak digemari karena keindahan warna dan wangi bunganya.\u00a0Sebagai salah satu jenis tanaman hias yang populer, bunga mawar memiliki banyak manfaat, baik dalam bentuk bunga potong maupun dalam bentuk ekstrak bunganya.<\/p>\n<p>Bunga potong mawar memiliki beberapa syarat tumbuh, yaitu tanah harus gembur dengan kandungan humus, tanah memiliki pH antara 5.5-6.8, mengandung granasi dan aerasi yang baik, mendapatkan sinar cahaya matahari penuh, dan yang paling penting adanya naungan yang mendapatkan tembus cahaya terutama pada saat musim hujan. Naungan ini sangatlah penting dalam berbudidaya tanaman mawar.<\/p>\n<p>Komoditas bunga mawar potong memiliki pangsa pasar yang baik yang dapat memberikan tingkat pendapatan yang baik pula bagi petani. Hal ini juga disebabkan oleh tingkat permintaan pasar baik di dalam maupun di luar negeri yang meningkat.<\/p>\n<p>Namun, petani masih dihadapi dengan permasalahan yang sangat mengganggu, yakni serangan hama dan penyakit\u00a0bunga mawar. Akibat intensitas tinggi dari serangan tersebut,\u00a0kuantitas dan kualitas bunga potong mawar yang dihasilkan\u00a0pun bisa menurun.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produksi-bunga-potong-indonesia\/\" rel=\"bookmark\">Produksi Bunga Potong di Tanah Air<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2>Hama dan Penyakit Bunga Mawar<\/h2>\n<p>Beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bunga mawar yaitu\u00a0sebagai berikut.<\/p>\n<h4>Hama Thrips<\/h4>\n<p>Berukuran sangat kecil sekitar 1 mm, warnanya kuning kecoklatan. Menjadi hama karena menghisap cairan pada bunga, daun, dan cabang dari tanaman sehingga menyebabkan tanaman mawar mati.<\/p>\n<p>Pengendalian terhadap hama ini yaitu dengan memangkas bagian tanaman yang telah terserang dan menyemprot pestisida jenis abamectin.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4967\" aria-describedby=\"caption-attachment-4967\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-4967\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Hama-Thrips-pada-Mawar.jpg\" alt=\"Hama Thrips pada Mawar\" width=\"300\" height=\"280\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4967\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: lucidcentral.org<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h4>Hama Rayap<\/h4>\n<p>Menyerang terutama pada tanaman mawar yang ditanam di kebun.<\/p>\n<p>Solusi untuk menghindari hama ini yaitu menanam di pot yang diletakkan di para-para. Lingkungan pun harus bersih dari ranting dan potongan kayu yang lapuk.<\/p>\n<h4>Hama Tungau<\/h4>\n<p>Jenis hama yang seringkali ditemukan yaitu <em><i>Tetranychus telarius<\/i><\/em><em><i>. <\/i><\/em>Berukuran sangat kecil (0.3 mm), berwarna merah, hijau, atau kuning, Hama tungau ini sangat suka dengan kondisi udara yang lembab dan sirkulasi udara yang panas. Gejala tanaman yang terserang hama ini yaitu ada titik abu-abu kecoklatan pada bagian daun atau pucuk tanaman yang dihisap cairan sel tanaman.<\/p>\n<p>Solusi untuk mengendalikan adalah menyemprotkan pestisida piridaben dengan cara menyemprot bagian tanaman bawah ke atas.<\/p>\n<h4>Hama Ulat Daun (<em><i>Udea rubigalis<\/i><\/em>)<\/h4>\n<p>Bagian tanaman mawar yang diserang oleh hama ini adalah daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak berlubang.<\/p>\n<p>Pengendalian terhadap hama ini adalah menggunakan insektisida karbonsulfan.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/menangani-pasca-panen-bunga-krisan\/\" rel=\"bookmark\">Cara Memanen dan Menangani Pasca Panen Bunga Krisan<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4>Penyakit Bercak Daun<\/h4>\n<p>Penyakit bercak daun pada tanaman mawar disebabkan oleh <em><i>Cercospora rosicola <\/i><\/em>atau <em><i>Alternaria. <\/i><\/em>Gejala serangan akibat penyakit ini yaitu berupa bercak coklat pada daun tua (<em><i>Cercospora<\/i><\/em>) atau bercak kehitaman (<em><i>Alternaria<\/i><\/em>).<\/p>\n<figure id=\"attachment_4968\" aria-describedby=\"caption-attachment-4968\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-4968\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Penyakit-Bercak-Daun-pada-Bunga-Mawar.jpg\" alt=\"Penyakit Bercak Daun pada Bunga Mawar\" width=\"500\" height=\"375\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4968\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: gdmorganic.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h4>Penyakit Bercak Hitam<\/h4>\n<p>Penyakit bercak daun disebabkan oleh cendawan <em><i>Phragmidium muconatum<\/i><\/em>. Gejala yang ditimbulkan yaitu bintik jingga kemerahan pada sisi bawah daun. Akibat serangan berat penyakit bercak hitam,daun menjadi gugur.<\/p>\n<p>Penyakit ini bisa dikendalikan dengan melakukan pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan dan juga disemprot dengan menggunakan fungisida heksakonasol.<\/p>\n<h4>Penyakit Tepung <em>M<i>ildew<\/i><\/em><\/h4>\n<p>Penyakit tepung mildew disebabkan oleh jamur <em><i>Oidium<\/i><\/em> sp. Gejala yang terlihat pada tanaman berupa tepung atau lapisan putih pada permukaan daun. Akibat serangan penyakit ini,\u00a0daun akan menjadi kemerahan,\u00a0kemudian menguning, dan akhirnya gugur.<\/p>\n<p>Pengendalian terhadap penyakit ini adalah memetik daun yang sakit dan memusnahkannya, juga menyemprotkannya dengan fungisida.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah hama dan penyakit yang biasanya menyerang bunga mawar. Info pertanian ini sangat penting bagi kamu yang berencana atau sedang membudidayakan tanaman bunga mawar.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bunga-pengusir-hama-padi\/\" rel=\"bookmark\">Ini Dia 4 Bunga Pengusir Hama Padi yang Alami<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <em><strong>RM Winnie<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda sedang membudidayakan bunga mawar tetapi masih dihadapi oleh masalah hama dan penyakit bunga mawar? Perasaan bahagia pastilah akan dirasakan oleh sebagain besar orang, khususnya wanita, ketika melihat indahnya&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4966,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[1035,1036,1038,1037],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Hama-dan-Penyakit-Bunga-Mawar.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4965"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4965"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5007,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4965\/revisions\/5007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}