{"id":5238,"date":"2023-01-24T02:00:54","date_gmt":"2023-01-23T19:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=5238"},"modified":"2023-01-24T08:58:59","modified_gmt":"2023-01-24T01:58:59","slug":"teknologi-konservasi-air-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-konservasi-air-tanah\/","title":{"rendered":"4 Teknologi Konservasi Air Tanah untuk Mengantisipasi Musim Kemarau"},"content":{"rendered":"<p>Apakah Anda sudah mengetahui apa itu teknologi konservasi air tanah? Apakah Anda termasuk petani yang mengkhawatirkan datangnya musim kemarau? Di berbagai daerah di Indonesia, musim kemarau terkadang menjadi momok tersendiri bagi para petani.<\/p>\n<p>Kurangnya ketersediaan pasokan air menjadikan berbagai tanaman budidaya terancam gagal panen. Akibat panjang dari ini adalah adanya kelangkaan berbagai bahan pangan sehingga menyebabkan harganya semakin melonjak di pasaran.<\/p>\n<p>Keadaan kelangkaan air ini semakin diperparah pada penanaman di lahan kering yang 100% mengandalkan air hujan bagi kelangsungan hidup tanamannya. Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan konservasi air\u00a0tanah.<\/p>\n<h2><strong><b>Apa itu Konservasi Air<\/b><\/strong><strong><b> Tanah<\/b><\/strong><strong><b>?<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Konservasi air adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya air yang tersedia. Pada kondisi lahan kering atau ketika memasuki musim kemarau,\u00a0maka sumber air yang terdapat di dalam tanah harus bisa dikonservasi dengan sebaik-baiknya.<\/p>\n<h2><strong><b>Apa Saja Teknologi Konservasi Air?<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Beberapa teknologi konservasi air tanah yang bisa dipraktekan oleh petani antara lain membuat saluran resapan, rorak, embung, dan mulsa vertikal. Untuk lebih jelasnya,\u00a0berikut adalah ulasannya.<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Saluran Resapan<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Saluran resapan merupakan salah satu teknologi konservasi air tanah yang berfungsi untuk menampung air hujan dan juga meningkatkan daya resap air tanah. Cara pembuatan saluran resapan ini dilakukan dengan membuat bedengan dengan lebar 30-40 cm dan kedalaman\u00a040-50 cm.<\/p>\n<p>Untuk menjaga kestabilan tanah, maka perlu ditanam beberapa jenis gulma pada bagian dasarnya, seperti tanaman merambat, rumput, legum, atau tanaman pangkas sisa panen. Tujuannya untuk menahan air.<\/p>\n<p>Keunggulan dari teknologi saluran resapan ini adalah kemampuan meresap air yang sangat tinggi serta bisa digunakan untuk tanah-tanah yang dangkal.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bahan-amelioran-untuk-menyuburkan-tanah\/\">5 Bahan Amelioran yang Bisa Menyuburkan Tanah<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Rorak<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_5244\" aria-describedby=\"caption-attachment-5244\" style=\"width: 522px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-5244 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Rorak.jpg\" alt=\"Rorak\" width=\"522\" height=\"358\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5244\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: bebasbanjir2025.wordpress.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Rorak merupakan suatu lubang berukuran kecil sampai sedang yang dibuat di dalam lubang resapan. Fungsi dari rorak adalah untuk memperlambat laju aliran air ke permukaan, meningkatkan efektivitas saluran resapan, dan menampung air yang mengalir ke permukaan ke\u00a0dalam tanah.<\/p>\n<p>Untuk memaksimalkan fungsinya, rorak\u00a0biasa dibuat bersamaan dengan proses pengolahan tanah untuk penanaman. Ketika air hujan turun, maka air otomatis akan tersimpan di dalam rorak dan tidak terbuang sia-sia.<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Mulsa Vertikal<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Mulsa vertikal sejatinya termasuk ke\u00a0dalam jenis rorak. Bedanya,\u00a0jika rorak murni dibuat dengan model lubang resapan, maka mulsa vertikal merupakaan\u00a0penggabungan rorak dengan mulsa. Fungsi penambahan mulsa atau serasah pada rorak ini adalah untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyerap sedimen.<\/p>\n<p>Untuk pembuatannya,\u00a0dapat disesuaikan dengan ukuran lahan. Lebarnya berkisar antara 0,40-0,60 m sedangkan kedalamannya 0,30-0,50 m. Jarak antara mulsa vertikal yaitu 3-5 m. Menurut Noeralam, 2002, keuntungan dari pembuatan mulsa vertikal ini dapat mengurangi erosi tanah hingga 94%.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-membuat-tanah-tandus-menjadi-subur-kembali\/\">3 Cara Membuat Tanah Tandus Menjadi Subur Kembali<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Embung<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Embung merupakan suatu bangunan yang dibuat untuk memanen air hujan. Selain itu, embung juga bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas air tanah. Dengan adanya bangunan embung, maka para petani tidak lagi khawatir dengan pasokan air selama musim kemarau.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5245\" aria-describedby=\"caption-attachment-5245\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-5245 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Embung.jpg\" alt=\"Embung\" width=\"400\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5245\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: bamboeroentjing.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk membuat embung,\u00a0hendaknya dilakukan di lahan yang cukup luas. Hal ini dilakukan agar air yang tertampung menjadi lebih banyak. Kedalaman embung yang direkomendasikan adalah 4-10 m. Jika ingin dilapisi oleh plastik, maka permukaan embung harus diratakan terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Ketika membuat embung, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah membuat saluran pembuangan air di sekitarnya. Fungsi dari saluran ini adalah untuk membuang kelebihan air. Beberapa jenis bahan yang diperlukan untuk membuat bangunan embung antara lain batu bata, plastik polyethilen, semen, dan juga pasir.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Hadirnya musim kemarau terkadang membuat petani kesulitan terutama karena\u00a0kurangnya ni pasokan air yang tersedia. Oleh karena itu,\u00a0mempersiapkan solusi untuk segala kondisi buruk yang terjadi selama musim kemarau,\u00a0sangatlah penting.<\/p>\n<p>Dengan memanfaatkan berbagai teknologi konservasi air tanah ini selama musim hujan, diharapkan berbagai permasalahan akibat kurangnya pasokan air selama musim kemarau dapat teratasi dengan baik.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-tanaman-penutup-tanah\/\">3 Manfaat Pengaplikasian Tanaman Penutup Tanah<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<em><strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda sudah mengetahui apa itu teknologi konservasi air tanah? Apakah Anda termasuk petani yang mengkhawatirkan datangnya musim kemarau? Di berbagai daerah di Indonesia, musim kemarau terkadang menjadi momok tersendiri&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":5337,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[844],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/4-Teknologi-Konservasi-Air-Tanah-Saat-Musim-Kemarau.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5238"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5238"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5247,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5238\/revisions\/5247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}