{"id":5526,"date":"2025-09-10T01:00:45","date_gmt":"2025-09-09T18:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=5526"},"modified":"2025-09-10T09:46:30","modified_gmt":"2025-09-10T02:46:30","slug":"langkah-mudah-budidaya-kol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-mudah-budidaya-kol\/","title":{"rendered":"Budidaya Kol Lebih Mudah dengan 5 Langkah Ini"},"content":{"rendered":"<p>Apakah Anda berencana untuk membudidayakan kol meskipun masih pemula? Tenang saja, Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah budidaya kol untuk Anda.<\/p>\n<p>Siapa yang tidak kenal dengan sayur kol atau sayur kubis?\u00a0Sayuran daun yang satu ini selain banyak kita jumpai pada aneka masakan, ternyata juga sangat mudah dibudidayakan. Bagi Anda yang tertarik untuk menanam sayur kol, setidaknya hanya dalam waktu 2-3 bulan,\u00a0sayuran daun ini sudah bisa dipanen.<\/p>\n<p>Sayur kol termasuk keluarga tanaman <em><i>Brassica<\/i><\/em>, di mana ia masih satu kerabat dengan tanaman sawi, brokoli,\u00a0dan kembang kol. Nama ilmiah dari sayur yang berbentuk krop ini ialah <em><i>Brassica oleracea l.<\/i><\/em><\/p>\n<p>Nah, apabila Anda menginginkan pertumbuhan tanaman kol yang sehat dan terhindar dari serangan hama dan penyakit, sebaiknya hindarilah\u00a0menanam kol di lahan bekas tanaman <em><i>B<\/i><\/em><em><i>rassica<\/i><\/em>.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya kol yang bisa Anda praktekkan.<\/p>\n<h2>Pembibitan<\/h2>\n<p>Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam, maka dianjurkan untuk melakukan pembibitan terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan <em><i>seedtray<\/i><\/em>\u00a0dari plastik atau nampan dari kayu sebagai tempat pembibitan.<\/p>\n<p>Ada banyak pilihan benih tanaman kol yang bisa Anda dapatkan di toko pertanian ataupun . Beberapa merk benih tanaman kol di\u00a0antaranya:\u00a0Panah Merah, Known You Seed, Chia Tai, Sakata, dan Grand 22 Bisi.<\/p>\n<p>Kebutuhan benih untuk setiap 1 hektar\u00a0lahan setidaknya 200-250 gram. Tanamlah benih tersebut ke dalam kotak pembibitan yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang\u00a0dengan perbandingan 1:1.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dosis-pupuk-padi-yang-tepat\/\">Tips Untuk Dosis Pupuk Padi yang Tepat Bagi Petani<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Letakkan kotak pembibitan tersebut di dalam <em><i>greenhouse<\/i><\/em>\u00a0sederhana yang bernaungkan plastik UV.\u00a0Dengan begitu, benih tidak akan rusak ketika turun hujan. Selalu jaga kelembaban media tanam pembibitan dengan menyiraminya menggunakan <em><i>sprayer<\/i><\/em>\u00a0minimal 1 kali dalam sehari.<\/p>\n<p>Nantinya, setelah berumur 3-4 minggu,\u00a0bibit mulai berdaun 5 dan siap untuk dipindahkan ke lahan pembesaran.<\/p>\n<h2>Persiapan Lahan Budidaya<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5529\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Menanam-Kol-di-Lahan.jpg\" alt=\"Menanam Kol di Lahan\" width=\"800\" height=\"533\" \/><\/p>\n<p>Tanaman kol dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 200 mdpl sampai 2000 mdpl. Nah, pilihlah benih yang sesuai dengan <em><i>altitude<\/i><\/em>\u00a0atau ketinggian lahan Anda dari permukaan laut\u00a0sehingga saat sudah ditanam,\u00a0pertumbuhannya dapat optimal.<\/p>\n<p>Sistem perakaran tanaman kol ialah serabut. Oleh sebab itu, supaya tanaman ini mudah menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya, maka lakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak terlebih dahulu dengan kedalaman 30 cm. Pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki porositas tanah, sekaligus membersihkan lahan dari gulma.<\/p>\n<p>Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m, tinggi 30 cm,\u00a0dan panjang 10 m atau disesuaikan dengan kontur lahan. Untuk setiap 1 hektar\u00a0lahan, tambahkan pula pupuk dasar berupa campuran pupuk kandang sebanyak 20 ton\/ha, dan pupuk kimia berupa Urea sebanyak 50 kg, ZA 125 kg, SP-36 125 kg,\u00a0dan KCL 100 kg.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mempertahankan-kesuburan-tanah\/\">Cara Mempertahankan Kesuburan Tanah yang Efektif<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2>Perawatan dan Pemupukan Susulan<\/h2>\n<p>Pertumbuhan tanaman kol yang cepat harus diimbangi dengan asupan nutrisi serta kelembaban tanah yang cukup. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk menanam kol di awal musim hujan atau di awal musim kemarau. Diharapkan selama pertumbuhannya, tanaman ini mendapatkan suplai air yang mencukupi.<\/p>\n<p>Namun, apabila Anda menggunakan teknologi seperti irigasi tetes dan <em><i>greenhouse<\/i><\/em>, maka budidaya tanaman kol dapat dilakukan sepanjang tahun.<\/p>\n<p>Lakukan pemupukan susulan saat tanaman sudah mencapai umur 4 minggu. Untuk tiap 1 hektar\u00a0lahan, gunakan campuran pupuk kimia Urea sebanyak 50 kg, ZA 125 kg, SP-36 125 kg dan KCL 100 kg. Benamkan campuran pupuk tersebut di sekitar perakaran tanaman atau radius 10-15 cm dari batang tanaman.<\/p>\n<h2>Pencegahan Penyakit<\/h2>\n<p>Mungkin Anda pernah mendengar manfaat tanaman refugia. Ya, tanaman refugia ialah jenis bunga-bungaan yang bisa mencegah serangan hama dan penyakit. Tanaman seperti bunga matahari, kenikir, dan aster bisa mengundang predator dan parasitoid ke lahan pertanian kita.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5530\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Budidaya-Kol.jpg\" alt=\"Budidaya Kol\" width=\"800\" height=\"518\" \/><\/p>\n<p>Predator dan parasitoid seperti laba-laba, lady bug, lacewing, dan kumbang, nantinya akan memangsa OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang menyerang tanaman kol. Setiap harinya mereka memakan dan menggunakan hama seperti kutu kebul (aphids),\u00a0ulat daun,\u00a0dan ulat grayak sebagai inang tempatnya meletakkan telur.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tanaman-refugia-pengusir-hama-alami\/\">Tanaman Refugia, Pengusir Hama Tanaman yang Alami<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan melakukan pencegahan hama sedini mungkin, maka penggunaan pestisida dan insektisida di lahan dapat diminimalisir secara maksimal. Anda bisa menanam refugia di sekitar tanaman kol atau mengelilingi lahan budidaya. Semakin banyak bunga refugia yang Anda tanam, maka kemampuan menekan serangan OPT juga semakin tinggi.<\/p>\n<h2>Panen dan Distribusi<\/h2>\n<p>Tanaman kol bisa mulai dipanen setelah berumur 65-75 HST. Dengan perawatan yang baik, potensi panen yang bisa Anda dapatkan untuk setiap 1 hektar\u00a0lahan ialah sebanyak 20-40 ton. Sebaiknya proses panen dilakukan di pagi hari saat cuaca sedang cerah.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan pisau, buang 4 helai daun paling tua, berikut bagian daun yang rusak.\u00a0Masukkan krop sayur kol yang telah terkumpul ke dalam waring atau karung jaring sayur.<\/p>\n<p>Setelah itu, Anda bisa menjual hasil panen langsung ke pasar sayur atau melalui aplikasi <em><i>marketplace<\/i><\/em>\u00a0Pak Tani Digital\u00a0yang bisa di-download di <a href=\"bit.ly\/paktaniapp\"><u>bit.ly\/paktaniapp<\/u><\/a>\u00a0atau Google Play Store.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 langkah mudah budidaya kol yang bisa Anda praktekkan. Nah, Sobat PTD, apakah Anda tertarik untuk membudidayakan kol?<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengatasi-penyakit-akar-gada-kembang-kol\/\">Cara Mengatasi Penyakit Akar Gada pada Kembang Kol<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <em><strong>Taufik Setyo Purnomo<\/strong><\/em><\/p>\n<p><em>Referensi:<\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Oscar, I. Farming method (2018). Cabbage Farming: How to Grow Cabbage Step by Step Guide<\/li>\n<li>Puslitbang Hortikultura (2018). Budidaya Tanaman Kubis<\/li>\n<li>Reid, L.M. Dengarden (2019). How to Plant and Grow Cabbage Seeds in the Garden<\/li>\n<li>Uncle Fred&#8217;s Farm (2018). All You Need to Know about Cabbage Farming<\/li>\n<li>Sumpena, U. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (2019). Budidaya Kubis<br \/>\n<hr \/>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda berencana untuk membudidayakan kol meskipun masih pemula? Tenang saja, Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah budidaya kol untuk Anda. Siapa yang tidak kenal dengan sayur kol atau sayur&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5528,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[1044,413,414,1042,1043],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Langkah-Mudah-Budidaya-Kol.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5526"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5526"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5900,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5526\/revisions\/5900"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}