{"id":5755,"date":"2022-11-28T01:00:51","date_gmt":"2022-11-27T18:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=5755"},"modified":"2022-11-28T02:59:15","modified_gmt":"2022-11-27T19:59:15","slug":"faktor-keberhasilan-inseminasi-buatan-sapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/faktor-keberhasilan-inseminasi-buatan-sapi\/","title":{"rendered":"5 Faktor Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi"},"content":{"rendered":"<p>Apa saja faktor penentu keberhasilan dari dilakukannya inseminasi buatan pada ternak sapi?<\/p>\n<p>Teknologi inseminasi buatan merupakan teknologi yang digunakan untuk memudahkan proses perkawinan dengan memasukkan air mani sapi jantan pada sapi betina (resipien).<\/p>\n<p>Pelaksanaan teknologi ini memiliki kelemahan dibandingkan dengan kawin alami pada umumnya karena jumlah semen yang dimasukkan tidak sebanyak kawin alami yang memasukkan jumah sperma hingga miliaran sehingga potensi terjadinya kebuntingan sangatlah tinggi.<\/p>\n<p>Pemanfaatan teknologi inseminasi buatan pada sapi betina kadang kala tidak langsung menunjukkan hasilnya di lapangan sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, bagi Anda yang akan menggunakan teknologi ini, wajib ketahui 5 faktor yang menentukan berhasilnya inseminasi buatan hingga terjadi bunting pada sapi betina:<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Siklus Birahi<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Dasar yang wajib Anda\u00a0ketahui sebelum melaksanakan teknologi inseminasi buatan ialah siklus birahi pada sapi milik Anda.<\/p>\n<p>Siklus birahi merupakan masa-masa dimana terjadi penerimaan sapi betina untuk dinaiki oleh sapi jantan sehingga bisa dilakukan pemasukkan air mani karena\u00a0waktu terjadinya ovulasi sel telur berlangsung pada \u00a0siklus birahi tersebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan teorinya,\u00a0satu kali siklus birahi berlangsung 18-24 hari, sedangkan rata-rata berlangsungnya di lapangan ialah 21 hari. Lamanya birahi pada sapi adalah sekitar 18 jam (12 \u2013 22 jam) atau sekitar 2-3 hari.<\/p>\n<p>Tetapi,\u00a0Anda\u00a0tidak perlu menghitung seperti itu, karena Anda\u00a0bisa melakukan pengamatan berdasarkan gejala yang terjadi seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Vagina sapi betina mengeluarkan lendir yang berwarna jernih yang menempel pada ekor ataupun paha sapi Anda<\/li>\n<li>Vulva (bibir vagina) pada sapi Anda kelihatan berwarna merah dan membengkak<\/li>\n<li>Kadang terlihat agresif dengan menaiki sapi betina lain dan diam saat dinaiki sapi lain<\/li>\n<li>Nafsu makan umumnya berkurang<\/li>\n<li>Sering gelisah, rebut dan sering kencing<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-menggemukkan-sapi-3-bulan\/\">5 Tips Ampuh Menggemukkan Sapi dalam 3 Bulan<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><strong><b>Waktu Inseminasi Buatan<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Waktu pelaksanaan inseminasi buatan menjadi salah satu hal penting yang mempengaruhi terjadinya proses fertilisasi pada sel telur dan sel sperma.<\/p>\n<p>Hal ini penting untuk diketahui oleh pemilik dan inseminator pelaksana karena berdasarkan birahi pada ternak sapi Anda\u00a0dan prediksi waktu ovulasi sel telur sapi betina.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5757\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Teknologi-Inseminasi-Buatan-pada-SApi.jpg\" alt=\"Teknologi Inseminasi Buatan pada SApi\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p>Oleh karena itu, pelaksanaan inseminasi buatan biasanya dilakukan dengan metode prediksi dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Birahi pada pagi hari sampai jam 10.00<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Dapat dilaksanakan inseminasi buatan pada siang atau sore hari namun tingkat keberhasilan lebih banyak didapatkan pada sore hari. Apabila Anda\u00a0menunggu hingga hari berikutnya (besok) pagi,\u00a0maka pelaksanaan IB sudah terlambat.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Birahi pada siang hari sampai jam 15.00<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Inseminasi buatan dapat dilaksanakan pada sore\/malam hari ataupun besok pagi sampai jam 08.00, tetapi pada umumnya kebanyakan tingkat keberhasilan akan diperoleh pada malam sampai pagi hari. Bila Anda\u00a0melaksanakannya pada pagi hari (besok) melewati jam 08.00, maka pelaksanaan IB sudah tergolong terlambat.<\/p>\n<ul>\n<li><b><\/b><strong><b>Birahi sore atau malam hari<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Inseminasi buatan dapat dilaksanakan pada malam hari itu juga atau menunggu besok pagi sampai dengan jam 10.00 pagi. Bila pelaksanaannya dilakukan besok hari melewati jam 15.00, pelaksanaan IB\u00a0tergolong telah terlambat.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Sapi Resipien<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Sapi resipien atau sapi donor merupakan sapi betina yang digunakan sebagai indukan sapi sehingga sangatlah penting untuk memilih sapi betina yang produktif.<\/p>\n<p>Seringkali dalam pelaksanaan inseminasi buatan,\u00a0sudah sempurna dengan teknik yang baik. Tetapi,\u00a0bila menggunakan sapi betina yang tidak produktif,\u00a0hal ini berakibat pada terjadinya fertilisasi karena indukan sapi tidak mampu menghasilkan sel telur.<\/p>\n<p>Perhatikan pula jangan sampai terjadi gangguan reproduksi pada sapi betina sebelum melaksanakan teknik ini. Sapi betina yang Anda gunakan sebaiknya memiliki garis keturunan dengan produktivitas yang tinggi. Pemberian ransum yang berkualitas tinggi dan baik pun akan meningkatkan kemampuan reproduksi ternak sapi Anda.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengolah-kotoran-sapi-pupuk-organik\/\">Cara Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><strong><b>Peternak\/Pemilik<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Pelaksaaan inseminasi buatan atau IB yang sempurna wajib mengikutkan peternak atau pemilik ternak yang berwawasan dalam pemeliharaan ternak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4917\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Sapi-Jawa.jpg\" alt=\"Sapi Jawa\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><\/p>\n<p>Anda sebagai peternak atau pemilik ternak wajib mulai belajar tentang berlangsungnya siklus birahi pada sapi, mulai pada hari pertama sampai hari terakhir. Umumnya,\u00a0berlangsung selama 21 hari.<\/p>\n<p>Anda bisa menyesuaikan dengan ternak peliharaan Anda. Ada baiknya Anda\u00a0melakukan pencatatan atau <em><i>recording<\/i><\/em>\u00a0untuk manajemen reproduksi yang baik. Bila tanda estrus telah terjadi, segera laporkan pada petugas inseminator atau dinas terkait yang dapat membantu Anda.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Petugas Inseminator<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Hal terakhir yang menentukan keberhasilan teknologi inseminasi buatan ialah petugas inseminator yang jasanya digunakan.<\/p>\n<p>Utamakan gunakan jasa inseminator yang telah memiliki sertifikat keterampilan yang biasanya telah dilatih dan dididik oleh jajaan Kementrian Pertanian, Provinsi, Kabupaten\/Kota.<\/p>\n<p>Petugas inseminator harus menerapkan sistem yang sesuai dengan SOP, melakukan teknik dan kepercayaan dengan baik dengan tujuan untuk menghasilkan ternak bunting.\u00a0Dengan catatan, tidak hanya menggugurkan kewajiban sebagai inseminator, tetapi juga menjaga kebersihan saat pelaksanaannya.<\/p>\n<p>Melakukan pencatatan atau <em><i>recording<\/i><\/em>\u00a0setelah melaksanakan inseminasi buatan pada sapi, Anda\u00a0juga wajib melaksanakannya.<\/p>\n<p>Setelah 21 hari kemudian, bila tidak terjadi siklus birahi atau terlihat tanda-tanda\u00a0estrus, berarti sapi Anda\u00a0telah bunting. Periksakan dengan petugas PKB. Bila Anda\u00a0kesulitan menemui inseminator, Anda\u00a0bisa menggunakan jasa pelayanan oleh Dokter Hewan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 syarat dan faktor penentu keberhasilan dari teknologi inseminasi buatan pada ternak sapi. Nah, bagaimana menurut kamu, Sobat PTD?<\/p>\n<blockquote><p><strong>Klik &amp; Baca: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/keuntungan-inseminasi-buatan-ternak-sapi\/\">7 Keuntungan Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <em><strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. 1999. Inseminasi Buatan Pada Sapi. Kementerian Pertanian Indonesia<\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja faktor penentu keberhasilan dari dilakukannya inseminasi buatan pada ternak sapi? Teknologi inseminasi buatan merupakan teknologi yang digunakan untuk memudahkan proses perkawinan dengan memasukkan air mani sapi jantan pada&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":5756,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,844],"tags":[1022,83,331],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/5-Faktor-Keberhasilan-Inseminasi-Buatan-pada-Sapi.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5755"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5755"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5759,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5755\/revisions\/5759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}