{"id":5939,"date":"2023-09-15T01:00:55","date_gmt":"2023-09-14T18:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=5939"},"modified":"2023-09-18T10:01:12","modified_gmt":"2023-09-18T03:01:12","slug":"tips-sukses-tanam-jeruk-di-dalam-pot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-sukses-tanam-jeruk-di-dalam-pot\/","title":{"rendered":"8 Tips Sukses Tanam Jeruk di Dalam Pot"},"content":{"rendered":"<p>Jeruk merupakan salah satu buah tropis yang sangat digemari oleh masyarakat. Hal ini karena ragam manfaat yang dihadirkan oleh jeruk,\u00a0mulai dari kandungan vitamin C yang tinggi hingga berbagai nutrisi lainnya seperti kalori, serta, dan mineral. Oleh karena itu, tak heran jika tanam jeruk\u00a0di dalam pot mulai digemari saat ini.<\/p>\n<p>Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, rata-rata nilai impor jeruk selama periode tahun 2007-2014 meningkat hingga 93,33% per\u00a0tahun. Jadi,\u00a0daripada membeli jeruk impor, tidak ada salahnya untuk mencoba menanam jeruk sendiri.<\/p>\n<p>Saat ini,\u00a0menanam jeruk cukup mudah karena tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Seperti yang sudah disebutkan,\u00a0selain bisa ditanam di lahan, ternyata jeruk juga bisa ditanam di\u00a0dalam pot.<\/p>\n<h2><strong><b>Cara <\/b><\/strong><strong><b>Mudah Tanam <\/b><\/strong><strong><b>Jeruk di Dalam Pot<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Mungkin menanam jeruk di dalam pot terdengar asing. Namun,\u00a0jika Anda mengetahui cara-caranya, tanam\u00a0jeruk di\u00a0dalam pot bukanlah sesuatu yang mustahil. Lalu,\u00a0apa saja tahap-tahap yang harus dilakukan? Ini dia ulasannya.<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Persiapan Media Tanam<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Media tanam utama yang dibutuhkan untuk menanam jeruk di\u00a0dalam pot yaitu campuran tanah, pupuk, dan pasir. Masukkan media ke\u00a0dalam pot. Setelah itu,\u00a0lubangi bagian tengah media tanam, lalu tambahkan pupuk kandang atau pupuk KCL dengan perbandingan 2:2:1.<\/p>\n<p>Pastikan juga media tanam berada dalam kondisi lembab sebelum bibit dimasukkan. Agar bibit jeruk dapat tumbuh optimal, sebaiknya gunakan pot berbahan kayu, plastik, ataupun porselen.<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pemilihan Bibit Jeruk<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Setelah media tanam siap, langkah selanjutnya yaitu pemilihan bibit jeruk berkualitas. Bibit yang cocok digunakan untuk kegiatan <strong><b>tanam jeruk<\/b><\/strong>\u00a0di dalam pot adalah bibit hasil okulasi.<\/p>\n<p>Tidak perlu bingung, Anda bisa mendapatkan bibit jeruk okulasi di toko tanaman.\u00a0Bibit hasil okulasi memiliki kualitas yang bagus, sehingga pohon jeruk nantinya dapat tumbuh subur dan tidak gampang mati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Penanaman Bibit<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5944\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Jeruk-di-dalam-Pot.jpeg\" alt=\"Jeruk di dalam Pot\" width=\"680\" height=\"451\" \/><\/p>\n<p>Agar bibit jeruk dapat tumbuh subur, Anda tidak bisa asal menancapkan bibit begitu saja. Ada beberapa teknik yang harus diperhatikan, terutama ketika menanam jeruk di\u00a0dalam pot. Apa saja itu?<\/p>\n<ul>\n<li>Periksa kondisi pot terlebih dahulu, jika bagian dasarnya memiliki lubang yang sangat besar maka tutupi dengan pecahan batubata atau genting. Fungsinya agar pupuk dan air yang diberikan nantinya tidak luruh keluar dari pot.<\/li>\n<li>Setelah ditutupi dengan pecahan genting atau batu bata, isi sepertiga bagian pot dengan media tanam yang telah disiapkan.<\/li>\n<li>Pangkas bagian akar bibit jeruk okulasi sebelum ditanam untuk mempercepat pertumbuhan akar baru<\/li>\n<li>Lubangi bagian tengah media tanam, dan masukkan bibit kedalam lubang media tanam. Tutup kembali lubang media hingga seluruh bagiannya tertutupi.<\/li>\n<li>Siram bibit dengan air secukupnya hingga tanah lembab. Hindari menyiram bibit secara berlebihan karena kemungkinan bibit akan membusuk dan kemudian mati.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kisah-agus-suprapto-jeruk\/\">Kisah Agus Suprapto yang Sukses Berbisnis &amp; Mengekspor Jeruk<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pemupukan Jeruk<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tanaman jeruk sendiri membutuhkan 3\u00a0kali pemupukan di tahun pertama yaitu pada usia 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Anda bisa menggunakan pupuk organik maupun non organik. Cara pemupukan yang tepat yaitu dengan menaburi pupuk di\u00a0sekitar tanaman lalu menutupnya dengan tanah setebal 10 cm.<\/p>\n<p>Walaupun Anda lebih dianjurkan menggunakan pupuk organik, namun pemberian pupuk non-organik seperti urea, TSP, dan KCL juga diperbolehkan asal dilakukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pengairan Bibit Jeruk<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Selain pemupukan, proses pengairan juga jangan sampai dilupakan. Namun,\u00a0agar perkembangannya optimal, proses pengairan juga tidak bisa sembarang dilakukan.<\/p>\n<p>Beberapa hal yang harus dilakukan selama proses pengairan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pada masa awal penanaman, pengairan dilakukan sebanyak2\u00a0kali sehari yaitu pagi hari saat matahari belum terlalu terik dan juga sore hari saat udara sudah tidak terlalu panas.<\/li>\n<li>Jika memasuki musim kemarau dimana udara sangat panas, maka pengairan dapat dilakukan sesering mungkin agar tanaman tidak mati karena kekeringan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Penyiangan Gulma<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Gulma merupakan tanaman liar penggangu. Jika tidak dibersihkan,\u00a0gulma tentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman jeruk.<\/p>\n<p>Proses penyiangan gulma dapat dilakukan selama 3 minggu sekali. Namun,\u00a0Anda perlu melakukan penyiangan dengan hati-hati akar tidak merusak perakaran jeruk.<\/p>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pengendalian Hama &amp; Penyakit<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Serangan hama dan penyakit juga membutuhkan perhatian yang penting. Untuk mencegah serangan hama,\u00a0baik yang menular ataupun tidak, Anda bisa melakukan penginfusan dengan teramycin.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0lakukan juga pemangkasan daun dan ranting sedini mungkin untuk mencegah meluasnya serangan hama.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jamu-california-atasi-jamur-batang-jeruk\/\">Jamu California Ampuh Atasi Jamur Batang pada Tanaman Jeruk<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4><b><\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pemanenan Buah Jeruk<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5946\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Buah-Jeruk.jpg\" alt=\"Buah Jeruk\" width=\"1280\" height=\"834\" \/><\/p>\n<p>Buah jeruk dapat dipanen ketika memasuki usia 8 bulan. Ciri-ciri buah yang sudah dapat dipanen yaitu berwarna kuning, bagian bawah buah terasa lunak, dan jika dijentikkan dengan jari tidak bersuara nyaring.<\/p>\n<p>Beberapa tips yang harus Anda lakukan ketika melakukan proses pemanenan jeruk:<\/p>\n<ul>\n<li>Panen buah di pagi hari saat matahari belum begitu terik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas nutrisi buah agar tidak rusak.<\/li>\n<li>Pemetikan yang benar dilakukan dengan cara memotong tangkai buah sekitar 2 mm. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar tangkai tersebut tidak menggangu tangkai buah yang lain.<\/li>\n<li>Gunakan wadah atau keranjang lunak untuk mengumpulkan buah yang telah dipanen. Letakkan buah secara perlahan-lahan dan jangan melempar buah sembarangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah buah cepat membusuk, rusak, dan tidak segar lagi.<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>Menanam jeruk di\u00a0dalam pot tidaklah susah asal kita mengetahui cara yang tepat untuk membidudidayakannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Selamat berkebun!<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-jambu-kristal-dalam-pot\/\">Cara Budidaya Jambu Kristal di dalam Pot<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<em><strong>Novita Awalia Rahmah<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jeruk merupakan salah satu buah tropis yang sangat digemari oleh masyarakat. Hal ini karena ragam manfaat yang dihadirkan oleh jeruk,\u00a0mulai dari kandungan vitamin C yang tinggi hingga berbagai nutrisi lainnya&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":5943,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1],"tags":[1094,99,1093],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/8-Tips-Sukses-Tanam-Jeruk-di-Dalam-Pot.jpg","author_info":{"display_name":"Novita Awalia Rahmah","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/novita-awalia-rahmah\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5939"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5939"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5957,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5939\/revisions\/5957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}