{"id":5953,"date":"2024-08-29T01:00:23","date_gmt":"2024-08-28T18:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=5953"},"modified":"2024-08-31T18:46:31","modified_gmt":"2024-08-31T11:46:31","slug":"langkah-budidaya-bawang-merah-di-dalam-pot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-budidaya-bawang-merah-di-dalam-pot\/","title":{"rendered":"Ingin Budidaya Bawang Merah di dalam Pot? Ikuti 5 Langkah Ini"},"content":{"rendered":"<p>Bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur yang sangat penting dan dibutuhkan untuk membuat sajian makanan menjadi lebih sedap. Maka,\u00a0tak heran bila kebutuhan bawang merah semakin meningkat dan harga sedikit mahal. Banyak orang pun memilih untuk budidaya bawang merah sendiri, dibandingkan harus membelinya setiap hari.<\/p>\n<p>Bahkan,\u00a0pasalnya, budidaya bawang merah bisa dijadikan sebagai ladang usaha yang baik dan berpeluang tinggi. Namun, membudidayakan bawang merah juga memerlukan cara agar panen maksimal.<\/p>\n<h2><strong><b>Langkah-Langkah Budidaya Bawang Merah<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Bawang merah memiliki berbagai kandungan yang berguna untuk menjaga kesehatan tubuh, diantaranya vitamin C, zat besi, dan kalsium.<\/p>\n<p>Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis dan bertanah subur akan memudahkan kamu untuk membudidayakan\u00a0bawang merah. Bahkan,\u00a0kamu bisa menanam\u00a0bawang merah di\u00a0rumah hanya dengan menggunakan pot.<\/p>\n<p>Penasaran? Berikut ini adalah 5 langkah mudahnya.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong><b> Memilih <\/b><\/strong><strong><b>Wadah <\/b><\/strong><b><\/b><strong><b>Tanam yang Cocok<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Wadah yang digunakan untuk budidaya bawang merah adalah pot, sehingga kamu bisa menanamnya dekat pekarangan rumah. Dalam memilih pot yang cocok, ada hal\u00a0yang harus kamu perhatikan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Gunakan pot yang berlubang<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pot yang berlubang akan memudahkan sirkulasi air ketika tanaman sedang disiram, agar kandungan air tanah dalam pot tetap terjaga dan tidak berlebihan. Air yang berlebihan bisa membuat tanaman menjadi rusak.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Jenis pot<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk budidaya bawang merah,\u00a0alangkah baiknya menggunakan pot yang diletakkan di lantai.\u00a0Hal tersebut bisa menahan berat tanaman yang sedang bertumbuh.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Bahan pot<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pilihlah pot yang berbahan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Pilih\u00a0pot yang terbuat dari keramik atau beton untuk menjaga kelembaban tanah.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ukuran pot<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pilihlah ukuran pot yang besar untuk membudidayakan bawang merah\u00a0sehingga kamu bisa menanam 2-3 bibit sekaligus dalam satu pot.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-bawang-merah-di-lahan-kering\/\">Cara Efektif Budidaya Bawang Merah di Lahan Kering<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4><b> <\/b><span style=\"color: #008000;\"><strong><b>Pemilihan B<\/b><\/strong><strong><b>ibit <\/b><\/strong><strong><b>Tanaman<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk mendapatkan bibit bawang merah, kamu bisa membelinya di toko pertanian atau menggunakan sisa bawang bekas masak. Pasalnya, bawang merah yang sudah tua bisa dijadikan sebagai bibit tanaman yang baik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5955\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Bawang-Merah.jpg\" alt=\"Bawang Merah\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/p>\n<p>Adapun kriteria bibit bawang merah yang bagus diantaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Bawang merah bersifat tunggal (tidak memiliki anakan)<\/li>\n<li>Bawang merah yang memiliki tunas di bagian atas<\/li>\n<li>Bawang segar dan tidak keriput<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong><b> Teknik Penanaman<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Setelah memilih bibit\u00a0bawang merah yang baik, kamu bisa lanjut melakukan penanaman. Tanah harus mengandung humus\u00a0dan digemburkan lalu dimasukkan ke\u00a0dalam pot dengan tambahan pupuk dasar. Sirami\u00a0tanah dengan menggunakan air agar tetap lembab.<\/p>\n<p>Sebelum ditanam, pastikan bagian atas bawang merah dipotong agar cepat tumbuh tunas baru. \u00a0Jangan menanam bawang merah dengan mengubur\u00a0seluruhnya agar terkena sinar matahari dan udara secara langsung.<\/p>\n<p>Waktu penanaman terbaik adalah pada pagi dan sore hari, karena siang hari adalah waktu tanaman berfotosintetis.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong><b> Perawatan yang Baik dan Benar<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Untuk memanen bawang merah secara maksimal, maka kamu harus merawatnya dengan baik dan benar.<\/p>\n<ul>\n<li>Pada awal penanaman, lakukan penyiraman 2kali sehari di waktu pagi dan sore untuk menjaga kelembaban tanah. Namun,\u00a0ketika sudah masuk hari ke 10,\u00a0kurangi penyiraman menjadi 1\u00a0hari sekali saja .<\/li>\n<li>Siangigulma, agar tidak menggangu pertumbuhan tanaman<\/li>\n<li>Memberi pupuk lanjutan. Kamu bisa menggunakan pupuk daun dan pupuk buah.<\/li>\n<li>Kendalikan hama seperti serangan ulat, daun yang menguning, serta penyakit layu pada tumbuhan. Ciri tanaman terkena hama yaitu terdapat bercak putih pada daun bawang dan daun terlihat layu serta menguning.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-hama-ulat-bawang\/\">3 Cara Efektif Mengendalikan Hama Ulat Bawang<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong><b> Pemanenan<\/b><\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Masa pemanenan bawang merah adalah pada\u00a0hari ke-55 sampai 70 sejak ditanam. Untuk mengetahui tanaman siap panen, perhatikan daunnya. Daun yang sudah tinggi dan merunduk, 90% tanaman sudah siap dipanen.<\/p>\n<p>Kamu sudah bisa langsung mengolah bawang untuk dikonsumsi atau menjemurnya terlebih dahulu. Penjemuran selama 7-14 hari bisa membuat bawang lebih awet.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara budidaya bawang merah di dalam pot dengan hasil panen yang maksimal. Meskipun tidak memiliki lahan yang luas, kamu tetap bisa membudidayakannya\u00a0di pekarangan rumah kamu.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bambang-sumadji-petani-meraih-omset-50-miliar-bulan\/\">Bambang Sumadji, Petani yang Berhasil Meraih Omset 50 Miliar\/Bulan<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<em><strong>Epin Supini<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur yang sangat penting dan dibutuhkan untuk membuat sajian makanan menjadi lebih sedap. Maka,\u00a0tak heran bila kebutuhan bawang merah semakin meningkat dan harga sedikit&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[51,1097],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Langkah-Jitu-Budidaya-Bawang-Merah-di-dalam-Pot.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5953"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5953"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5956,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5953\/revisions\/5956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}