{"id":6020,"date":"2024-11-07T01:00:30","date_gmt":"2024-11-06T18:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6020"},"modified":"2024-11-06T09:59:39","modified_gmt":"2024-11-06T02:59:39","slug":"cara-fermentasi-biji-kakao","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-fermentasi-biji-kakao\/","title":{"rendered":"Cara Fermentasi Biji Kakao untuk Menghasilkan Cokelat yang Berkualitas"},"content":{"rendered":"<p>Apakah kamu sudah tahu apa itu fermentasi biji kakao? Apakah kamu sudah tau cara melakukan fermentasinya? Pak Tani Digital akan membagikan cara tersebut.<\/p>\n<p>Kakao merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi\u00a0dimana biji kakao adalah bahan dasar pembuatan cokelat.<\/p>\n<p>Untuk memperoleh cokelat dengan cita rasa yang enak, tentu dibutuhkan perhatian khusus dalam tahap pengolahannya yang meliputi fermentasi, pencucian, pengeringan, sortasi, pengemasan,\u00a0dan penyimpanan.<\/p>\n<p>Fermentasi adalah inti dari proses pengolahan biji kakao. Fermentasi menentukan cita rasa kakao dan olahannya. Tujuan dilakukannya fermentasi adalah selain untuk menghilangkan buah kakao dan mematikan biji, juga\u00a0menciptakan rasa cokelat yang enak, tidak sepat,\u00a0dan tidak pahit.<\/p>\n<p>Fermentasi juga meningkatkan mutu biji kakao sehingga kadar air, kadar kulit biji,\u00a0dan kadar jamur menurun.<\/p>\n<p>Fermentasi biji kakao dilakukan secara tradisional dengan melibatkan mikroorganisme <em><i>indigenous<\/i><\/em>. Mikroorganisme\u00a0itu dapat berupa bakteri maupun ragi yang terdapat pada buah atau <em><i>pulp<\/i><\/em>\u00a0kakao yang menghidrolisis senyawa-senyawa pada <em><i>pulp <\/i><\/em>menjadi senyawa yang beraroma.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-hama-penghisap-buah-kakao\/\">3 Cara Mengendalikan Hama Penghisap Buah Kakao<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_6022\" aria-describedby=\"caption-attachment-6022\" style=\"width: 498px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6022\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Fermentasi-Biji-Kakao.jpg\" alt=\"Fermentasi Biji Kakao\" width=\"498\" height=\"327\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6022\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: goodnowfarms.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Fermentasi tentunya menyebabkan perubahan kimiawi pada biji. Perubahan kimiawi tersebut selain diharapkan untuk menciptakan aroma khas, juga untuk menghasilkan warna coklat yang menarik.<\/p>\n<p>Fermentasi biasanya membutuhkan 5-8 hari tergantung jenis kakaonya. Fermentasi kakao sangat mempengaruhi cita rasa khas kakao. Jadi,\u00a0jika fermentasi tidak sempurna,\u00a0seringkali tercipta rasa yang tidak diinginkan seperti pahit dan masam.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan fermentasi biji kakao:<\/p>\n<ol>\n<li>Pisau dan talenan untuk membelah biji kakao.<\/li>\n<li>Kotak untuk memfermentasi biji kakao yang masih diselimuti <em><i>pulp<\/i><\/em>(2 buah kotak).<\/li>\n<li>Bak fermentasi dari papan, dengan dinding dan dasar kotak terdapat lubang untuk aerasi. Aerasi (aliran udara)memungkinkan pertumbuhan mikroba untuk fermentasi <em><i>pulp<\/i><\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sementara untuk prosesnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Buah kakao dibelah. Biji yang diselimuti <em><i>pulp<\/i><\/em>dikeluarkan dan dipisahkan.<\/li>\n<li>Biji kakao yang masih diselimuti <em><i>pulp<\/i><\/em>tersebut dimasukkan ke dalam kotak fermentasi 1, kemudian dibiarkan selama 24 jam.<\/li>\n<li>Kemudian,biji dipindahkan ke\u00a0kotak kosong (kotak fermentasi 2)\u00a0dan dibiarkan selama 24 jam.<\/li>\n<li>Biji dipindahkan lagi ke kotak 1. Proses ini dilakukan sampai 5 kali pemindahan sehingga fermentasi dilakukan selama 5 hari.<\/li>\n<li>Setelah proses fermentasi selesai, biji kemudian dicuci dan di Penjemuran dapat dilakukan dengan sinar matahari atau dengan oven sampai kadar air dibawah 10%.<\/li>\n<li>Kemudian,biji yang sudah kering dimasukkan ke dalam kantung plastik atau karung goni.<\/li>\n<li>Simpan di tempat yang tidak panas dan tidak lembab.<\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/syarat-tumbuh-kakao-agar-tumbuh-optimal\/\">Syarat Tumbuh Kakao Agar Tumbuh Optimal<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_6023\" aria-describedby=\"caption-attachment-6023\" style=\"width: 889px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6023\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Biji-Kakao.jpg\" alt=\"Biji Kakao\" width=\"889\" height=\"593\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6023\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: medium.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Karena fermentasi merupakan proses yang sangat penting dalam pengolahan pasca panen kakao, petani sangat diharapkan untuk melakukan proses tersebut.<\/p>\n<p>Selain harapan pada petani, tentunya pedagang penampung kakao juga diharapkan untuk membedakan harga\u00a0sehingga dapat memotivasi petani jika harga kakao\u00a0fermentasi lebih tinggi daripada harga kakao\u00a0tanpa fermentasi.<\/p>\n<p>Jika hal ini dapat diimplementasikan, tentu dapat meningkatkan kualitas cokelat yang dihasilkan.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/masnawati-petani-muda-kakao\/\">Masnawati, Petani Muda yang Terjun ke Usaha Pembibitan Kakao<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Nevy Widya Pangestika<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana<\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0.<\/p>\n<p><em>Sumber: Unsurtani.com, Kompasiana.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu sudah tahu apa itu fermentasi biji kakao? Apakah kamu sudah tau cara melakukan fermentasinya? Pak Tani Digital akan membagikan cara tersebut. Kakao merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":6021,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[1120,1122,581,1121,133],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Fermentasi-Biji-Kakao-untuk-Menghasilkan-Cokelat-yang-Berkualitas.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6020"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6020"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6020\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15087,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6020\/revisions\/15087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6021"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}