{"id":6044,"date":"2024-04-19T01:00:32","date_gmt":"2024-04-18T18:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6044"},"modified":"2024-04-19T09:23:50","modified_gmt":"2024-04-19T02:23:50","slug":"6-jenis-kopi-yang-berhasil-menembus-pasar-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/6-jenis-kopi-yang-berhasil-menembus-pasar-internasional\/","title":{"rendered":"6 Jenis Kopi yang Berhasil Menembus Pasar Internasional"},"content":{"rendered":"<p>Kopi merupakan salah satu minuman klasik yang masih menjadi primadona bagi setiap penggemarnya karena rasanya yang unik dan juga memikat dengan ciri khasnya tersendiri. Bahkan,\u00a0hingga sampai saat ini,\u00a0kopi masih menjadi produk unggulan bidang perkebunan yang\u00a0menembus pasar internasional dan \u00a0menyumbangkan devisa pendapatan negara.<\/p>\n<p>Sebagai warga negara Indonesia,\u00a0kita harus berbangga bahwa Indonesia tidak hanya menjadi negara tujuan ekspor luar negeri namun juga sebagai pengekspor kopi.<\/p>\n<p>Dirangkum dari Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) tahun 2015, berikut ini\u00a0adalah\u00a0jenis-jenis kopi asli Indonesia yang telah berhasil menembus pasar Jepang hingga internasional lainnya.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Kopi Toraja<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Bukan menjadi hal yang asing lagi, Kopi Toraja merupakan salah satu kopi asli Indonesia yang telah lama mendapat minat dari pasar internasional karena rasanya yang unik dan berbeda dibandingkan dengan jenis kopi pada umumnya.<\/p>\n<p>Ketinggian tumbuh tanaman kopi pada &gt; 1000 mdpl membuat kopi ini memiliki keasaman yang rendah walaupun dengan aroma yang tebal,\u00a0membuat kopi ini memiliki nilai jual yang tinggi bagi para penikmatnya.<\/p>\n<p>Kopi Toraja dapat diperoleh dari Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara,\u00a0Sulawesi Selatan. Umumny, kopi ini\u00a0lebih banyak ditemukan di Kabupaten Toraja Utara. Kopi Toraja dapat ditemukan dalam\u00a02 jenis yakni Kopi Arabika dan Kopi Robusta.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-membudidayakan-kopi-robusta\/\">Langkah-Langkah Membudidayakan Kopi Robusta<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><strong><b>Kopi Luwak<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kopi Luwak merupakan kopi yang diperoleh melalui hasil fermentasi pada lambung hewan Luwak sehingga diperoleh kopi yang memiliki tingkatt keasaman lebih rendah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6046\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kopi-Luwak.jpg\" alt=\"Kopi Luwak\" width=\"1280\" height=\"854\" \/><\/p>\n<p>Kopi Luwak merupakan hasil seleksi hewan Luwak yang dipilih berdasarkan tingkat kematangannya dan melalui proses seleksi yang ketat. Kopi fermentasi melalui hewan Luwak menghasilkan aroma yang kuat dan lebih nikmat dibandingkan tanpa proses fermentasi.<\/p>\n<p>Kopi ini telah marak dikembangkan di Indonesia,\u00a0mulai dari Sumatera hingga pulau Jawa. Namun,\u00a0sangat perlu diperhatikan kesejahteraan hewan Luwak karena akan mempengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan dan kesehatan Luwak itu sendiri.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-kopi-luwak-indonesia\/\">Mengenal Kopi Luwak Indonesia yang Banyak Diminati<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><strong><b>Kopi Gayo Aceh<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kopi Gayo merupakan salah satu kopi jebolan yang berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Letak geografis Aceh yang tumbuh pada ketinggian &gt; 1200 mdpl membuat kopi yang satu ini memiliki cita rasa khas yaitu aroma dan perisa yang kompleks serta kekentalan yang kuat.<\/p>\n<p>Ada dua jenis kopi Gayo yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian yakni Kopi Gayo 1 dan Kopi Gayo 2. Kopi ini dapat\u00a0Anda peroleh di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan sebagian kecil wilayah Gayo Lues.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Kopi Mandailing<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kopi Mandailing merupakan kopi asli Indonesia yang berasal dari Pulau Sumatera. Kopi ini berbeda dengan kopi lainnya karena karakter rasa kopi Mandailing cenderung memiliki\u00a0keasaman yang sedang, aroma yang kuat,\u00a0dan rasa manis.<\/p>\n<p>Hal ini membuat pecinta kopi mengidolakan kopi yang satu ini. Keunikan lainnya, kopi jenis ini menjadi pelengkap oleh para pecinta kopi dengan memanfaatkan Kopi Luwak Mandailing ataupun dengan kolaborasi Kopi Gayo ataupun Kopi Lintong untuk menghasilkan rasa yang unik.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kopi-liberika-memiliki-cita-rasa-premium\/\">Pamor Mulai Naik, Kopi Liberika Memiliki Cita Rasa Premium<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><strong><b>Kopi Lintong<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Kopi lainnya dari Pulau Sumatera ialah Kopi Lintong. Kopi jenis ini memiliki rasa yang unik dengan tampilan yang cukup berbeda. Kopi jenis ini ditemukan di kawasan Lintong Nihuta, kawasan Tapanuli Utara.<\/p>\n<p>Kopi yang satu ini terkenal dengan rasa yang kental namun tetap lembut. Tak hanya itu, lintong juga dilengkapi dengan aroma yang wangi dan rasa asam yang khas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6047\" aria-describedby=\"caption-attachment-6047\" style=\"width: 1140px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6047\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kopi-Lintong.jpg\" alt=\"Kopi Lintong\" width=\"1140\" height=\"601\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6047\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kopi Lintong | Foto: pesona.travel<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Kopi ini termasuk jenis kopi arabika karena memiliki rasa yang agak asam sedangkan untuk kopi robusta memiliki rasa agak manis\u00a0(seperti ada rasa coklat).<\/p>\n<p>Umumnya,\u00a0kolaborasi antara keduanya adalah solusi yang dilakukan oleh peracik kopi.<\/p>\n<h3><b><\/b><strong><b>Kopi Bali Kintamani<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Jenis kopi terakhir yang menembus pasar internasional adalah kopi Bali Kintamani. Selain memiliki wisata yang menarik, Pulau Dewata nyatanya memiliki salah satu jenis produk perkebunan yang menggugah rasa dunia.<\/p>\n<p>Karakter rasa kopi Bali Kintamani memiliki rasa yang unik, asam segar seperti buah jeruk tanpa aftertaste di mulut. Aroma yang dihasilkan sangatlah\u00a0manis dan kuat. Tidak ada rasa rempah (<em><i>spice<\/i><\/em>)\u00a0seperti yang ada pada kebanyakan kopi di Indonesia.<\/p>\n<p>Selain itu, kopi ini memiliki keasaman yang lebih sedang. Penyajian dapat dilakukan dengan membuat kopi tubruk dengan mencampurkan kopi, gula, serta air panas, serta bisa menggunakan proses penyeduhan v60.<\/p>\n<p>Proses penyeduhan ini membuat kopi terlihat encer. Rasa fruity-nya bisa terasa lebih dominan di mulut.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 6 jenis kopi Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional. Nah, Sobat PTD, apakah kamu tertarik untuk membudidayakan kopi dan mengeskpornya?<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ini-dia-12-jenis-minuman-kopi-pecinta-kopi-wajib-tahu\/\">Ini Dia 12 Jenis Minuman Kopi, Pecinta Kopi Wajib Tahu<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kopi merupakan salah satu minuman klasik yang masih menjadi primadona bagi setiap penggemarnya karena rasanya yang unik dan juga memikat dengan ciri khasnya tersendiri. Bahkan,\u00a0hingga sampai saat ini,\u00a0kopi masih menjadi&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6045,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[1131,17,1132,1133],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Jenis-Kopi-Indonesia-yang-Menembus-Pasar-Internasional.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6044"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6044"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6048,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6044\/revisions\/6048"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}