{"id":6069,"date":"2022-11-12T01:00:20","date_gmt":"2022-11-11T18:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6069"},"modified":"2022-11-12T09:46:11","modified_gmt":"2022-11-12T02:46:11","slug":"5-langkah-mudah-ternak-puyuh-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-mudah-ternak-puyuh-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"5 Langkah Mudah Ternak Puyuh Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p>Untuk menjawab tantangan kebutuhan sumber protein hewani di dalam negeri, usaha ternak puyuh menjadi salah satu solusi permintaan pangan serta\u00a0kebutuhan akan daging dan telur puyuh yang terus mengalami peningkatan.<\/p>\n<p>Bagi kamu yang tertarik untuk menjalankan usaha ternak puyuh namun masih pemula, berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat kamu terapkan.<\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Tetapkan Tujuan Beternak Puyuh<\/span><\/h3>\n<p>Menetapkan tujuan dalam memelihara burung puyuh adalah pondasi paling utama yang dibutuhkan sehingga biarpun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan ekspektasi, motivasi untuk beternak tetap ada.<\/p>\n<p>Umumnya,\u00a0kegagalan di\u00a0awal dapat terjadi karena ternak puyuh termasuk hewan yang sensitif.<\/p>\n<p>Secara umum, tujuan pemeliharaan puyuh dapat dibedakan menjadi 3 yakni:<\/p>\n<p><strong>1. Produksi telur ternak puyuh<\/strong><\/p>\n<p>Sudah menjadi rahasia umum bahwa telur puyuh menjadi primadona dalam dunia telur, bersaing dengan telur ayam ras, telur ayam kampung, dan telur bebek.<\/p>\n<p>Telur puyuh sendiri memiliki kandungan gizi yang tinggi dan kaya akan omega 3 yang membantu perkembangan otak anak serta sebagai sumber protein.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6074\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Telur-Puyuh.jpg\" alt=\"Telur Puyuh\" width=\"960\" height=\"611\" \/><\/p>\n<p><strong>2. Produksi daging ternak puyuh<\/strong><\/p>\n<p>Selain telurnya, puyuh juga dapat menghasilkan daging yang gurih dan juga nikmat. Umumnya, produksi daging puyuh berasal dari puyuh pejantan ataupun puyuh petelur yang telah mengalami afkir.<\/p>\n<p><strong>3. Produksi pembibitan\/telur tetas puyuh<\/strong><\/p>\n<p>Pembibitan ternak puyuh dapat menjadi alternatif bisnis lainnya. Dalam hal ini, kamu bertugas untuk menyuplai bibit yang berkualitas bagi peternak.<\/p>\n<p>Betina yang produktif serta pejantan yang unggul menjadi faktor utama dalam menghasikan bibit ternak puyuh yang berkualitas baik.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/alasan-bisnis-burung-puyuh-pemula\/\">5 Alasan Memulai Bisnis Burung Puyuh Bagi Pemula<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Memilih Lokasi Ternak Puyuh yang Tepat<\/span><\/h3>\n<p>Setelah menetapkan tujuan, lokasi peternakan\/kandang untuk beternak burung puyuh menjadi faktor penting dalam usaha peternakan. Berikut ini adalah beberapa hal yang wajib kamu perhatikan dalam memilih lokasi peternakan ternak puyuh:<\/p>\n<ul>\n<li>Jauh dari kerumunan masyarakat\/tempat umum<\/li>\n<li>Bebas dari penyakit dan wabah penyakit (daerah endemik penyakit menular unggas)<\/li>\n<li>Akses jalan yang baik dan dapat dijangkau oleh kendaraan<\/li>\n<li>Hindari lokasi yang kemungkinan banjir\/sering banjir<\/li>\n<li>Gunakan kandang yang memiliki sirkulasi udara yang baik<\/li>\n<li>Daerah tempat pemeliharaan dengan stok pakan\/potensi pakan yang berlimpah<\/li>\n<\/ul>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Membuat Kandang<\/span><\/h3>\n<p>Suhu yang digunakan dalam membuat kandang idealnya 20 \u2013 25<sup>o<\/sup>C dengan kelembaban kandang berkisar 30 \u2013 80 %.<\/p>\n<p>Pada siang hari, cukup gunakan penerangan 25 \u2013 40 watt \u00a0sedangkan pada malam hari dapat menggunakan 40 \u2013 60 watt. Sebaiknya, sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang.<\/p>\n<p>Umumnya,\u00a0model kandang ternak puyuh dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere).<\/p>\n<p>Ukuran kandang untuk 1 m<sup>2<\/sup>\u00a0dapat menampung\u00a090-100 ekor anak puyuh, 60 ekor umur 10 hari sampai lepas masa anakan, dan 40 ekor sampai masa bertelur.<\/p>\n<p>Kandang yang biasa digunakan untuk memelihara ternak puyuh\u00a0yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><i><\/i><span style=\"text-decoration: underline;\"><em><i>Kandang induk pembibitan<\/i><\/em><\/span>, idealnya satu ekor puyuh dewasa dapat menggunakan luas kandang 200 m<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><i><\/i><span style=\"text-decoration: underline;\"><em><i>Kandang induk petelur<\/i><\/em><\/span>, ukuran kandang biasanya sama dengan induk kandang pembibitan namun memiliki fungsi untuk induk petelur.<\/li>\n<li><i><\/i><span style=\"text-decoration: underline;\"><em><i>Kandang anak ternak puyuh\/umur starter<\/i><\/em><\/span>, kandang ini digunakan untuk anak puyuh <em><i>starter <\/i><\/em>atau umur 1 hari \u2013 3 minggu. Kandang dilengkapi dengan alat pemanas (<em><i>brooder<\/i><\/em>). Ukuran kandangnya yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm (estimasi memuat 90 \u2013 100 ekor ternak puyuh).<\/li>\n<li><i><\/i><span style=\"text-decoration: underline;\"><em><i>Kandang anak ternak puyuh\/umur grower<\/i><\/em><\/span>, kandang khusus untuk puyuh <em><i>grower <\/i><\/em>atau umur 3 \u2013 6 minggu dan <em><i>layer<\/i><\/em>\u00a0(lebih dari 6 minggu). Bentuk, ukuran, dan peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelu Alas kandang biasanya menggunakan kawat ram.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6073\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kandang-Puyuh.jpg\" alt=\"Kandang Puyuh\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Memilih Bibit Puyuh<\/span><\/h3>\n<p>Bibit merupakan salah satu hal yang terpenting dalam meningkatkan produktivitas. Hal tersebut selaras dengan tujuan pemeliharaan ternak puyuh yakni:<\/p>\n<ol>\n<li>Produksi telur puyuh konsumsi, memilih bibit puyuh jenis kelamin betina yang sehat dan bebas dari penyakit.<\/li>\n<li>Produksi daging puyuh, memilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur yang afkir.<\/li>\n<li>Produksi pembibitan atau produksi telur tetas, memilih bibit puyuh betina yang produktif dan pejantan yang sehat.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><b><\/b><span style=\"color: #008000;\">Memelihara Ternak Puyuh<\/span><\/h3>\n<p>Memelihara burung puyuh sangatlah penting dengan memperhatikan hal\u2013hal berikut ini:<\/p>\n<p><strong>1. Sanitasi dan Biosecurity<\/strong><\/p>\n<p>Usaha peternakan memerlukan tindakan preventif dalam mencegah berlangsungnya penularan suatu penyakit.<\/p>\n<p>Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sedangkan <em><i>biosecurity<\/i><\/em>\u00a0dapat dilakukan dengan menerapkan pencegahan dini terhadap kejadian penyakit tertentu.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/diare-burung-puyuh-dan-solusinya\/\">Kenali Diare Yang Menyerang Burung Puyuh dan Solusinya!<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>2. Kontrol Penyakit<\/strong><\/p>\n<p>Kontrol penyakit pada ternak puyuh dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan rutin serta melaporkan terjadinya kelainan dan gejala yang tidak diharapkan.<\/p>\n<p>Pelaporan dapat dilakukan pada dokter hewan atau petugas kesehatan hewan terdekat untuk memastikan ternak puyuh sehat untuk berproduksi.<\/p>\n<p><strong>3. Pemberian Ransum<\/strong><\/p>\n<p>Pemberian ransum pada puyuh anakan diberikan sebanyak 2 (dua) kali yakni pada pagi hari jam 08.00 dan siang hari 13.00. Pada puyuh remaja\/dewasa, diberikan ransum sekali sehari, pada pagi hari.<\/p>\n<p>Pemberian minuman diusahakan selalu tersedia di kandang puyuh.<\/p>\n<p><strong>4. Pemberian Vaksinasi dan Obat \u2013 Obatan<\/strong><\/p>\n<p>Pemberian vaksinasi dapat dilakukan pada umur 4-7 \u00a0dengan dosis \u00bd pada ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).<\/p>\n<p>Pemberian obat hewan dapat dilakukan di bawah pengawasan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan terdekat.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 langkah mudah untuk beternak puyuh. Nah, sobat PTD, apakah kamu tertarik untuk mencobanya?<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ternak-lovebird-supaya-cepat-bertelur\/\">Ternak Lovebird dengan Cara Ampuh Ini Supaya Cepat Bertelur<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Suryadi Pappa<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong>Referensi:<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Anonim. Cara Ternak Ayam Petelur Yang Terbukti Meningkat Produksi. Diakses dari: https:\/\/gdmorganic.com\/cara-ternak-ayam-petelur\/.<\/li>\n<li>Ismail, Nusyirwan. 2010. Budidaya Ayam Petelur. Samarinda: Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Timur<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk menjawab tantangan kebutuhan sumber protein hewani di dalam negeri, usaha ternak puyuh menjadi salah satu solusi permintaan pangan serta\u00a0kebutuhan akan daging dan telur puyuh yang terus mengalami peningkatan. Bagi&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6071,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842,1],"tags":[1143,304,346,771,1142],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Langkah-Langkah-Ternak-Puyuh.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6069"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6069"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6078,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6069\/revisions\/6078"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}