{"id":6113,"date":"2024-12-24T01:00:28","date_gmt":"2024-12-23T18:00:28","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6113"},"modified":"2024-12-24T10:20:08","modified_gmt":"2024-12-24T03:20:08","slug":"ikuti-5-tahap-ini-untuk-budidaya-apel-dari-biji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ikuti-5-tahap-ini-untuk-budidaya-apel-dari-biji\/","title":{"rendered":"Ikuti 4 Tahap Ini untuk Budidaya Apel dari Biji"},"content":{"rendered":"<p>Budidaya apel\u00a0kini makin diminati oleh para keluarga yang ingin rindang halaman rumahnya. Sekaligus juga, ingin menikmati manisnya buah apel yang sehat bergizi secara langsung.<\/p>\n<p>Popularitas buah apel memang tak perlu ditanyakan lagi. Bahkan, mungkin bisa dikatakan bahwa buah apel selalu masuk ke dalam buah favorit kita. Kalau diukur secara nasional, buah apel terbilang cukup populer, disandingkan dengan buah mangga dan jeruk.<\/p>\n<p>Selain dinikmati secara langsung, buah apel juga banyak ragam olahannya. Mulai dari sari apel, dodol, keripik, dan banyak lagi. Hal ini diinisiasi oleh beberapa UKM yang ada di Kota Batu sebagai oleh-oleh wisata.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, kalau ditilik dari segi kesehatan, buah apel juga kaya khasiat. Berdasarkan penelitian, buah apel bermanfaat untuk mengontrol kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, bahkan hingga mengontrol berat badan. Menarik, bukan?<\/p>\n<p>Sembari menambah kegiatan di rumah, kamu bisa mulai budidaya apel dari biji<strong><b>\u00a0<\/b><\/strong>yang tentunya tidak sulit.\u00a0Nah, apa saja langkah-langkahnya? Simak terus\u00a0di bawah ini.<\/p>\n<h3>Siapkan biji apel<\/h3>\n<p>Langkah pertama, Anda perlu menyiapkan 2\u00a0buah jenis apel. Kenapa harus dua? Karena untuk penyerbukan. Buah apel tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri, jadi harus ada jenis buah apel yang lain.<\/p>\n<p>Anda ambil biji apel dari kedua buah tersebut, lalu keringkan. Pengeringan dilakukan cukup dengan mengangin-anginkan saja.<\/p>\n<p>Setelah\u00a0itu, siapkan wadah toples (lengkap dengan tutupnya) dan tisu. Letakkan biji apel di antara dua tisu, lalu masukkan ke dalam wadah toples dan tutup rapat. Barulah, taruh wadah tersebut ke dalam kulkas dengan suhu optimal 5\u00b0C.<\/p>\n<p>Selalu pastikan tisu ini dalam kondisi lembab dan basah. Tunggu sekitar 8 minggu, sampai ada tanda-tanda pertumbuhan tunas dan akar.<\/p>\n<p>Hal ini dilakukan sebagai manipulasi kondisi dingin agar biji apel dapat berkecambah.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-sukses-tanam-jeruk-di-dalam-pot\/\">8 Tips Sukses Tanam Jeruk di Dalam Pot<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3>Pindahkan tunas ke dalam pot<\/h3>\n<figure id=\"attachment_6116\" aria-describedby=\"caption-attachment-6116\" style=\"width: 760px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-6116 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Bibit-Apel.jpg\" alt=\"Bibit Apel\" width=\"760\" height=\"500\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6116\" class=\"wp-caption-text\"><em>Bibit Apel<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Apabila sudah berhasil tumbuh tunas dan akar, maka biji apel tadi sudah siap untuk dipindahkan ke dalam pot.<\/p>\n<p>Siapkan pot kecil yang sudah diberi tanah gembur. Jangan dulu dikasih apa-apa, termasuk pupuk kompos atau yang lainnya\u00a0supaya pH tanah netral.<\/p>\n<p>Secara pelan-pelan dan penuh kehati-hatian, ambil tunas sekaligus akarnya, lalu tanamkan ke dalam tanah di\u00a0pot yang sudah dibuat cekungan. Rapikan, tutupi seluruh akar dengan tanah di sekitar.<\/p>\n<p>Jika sudah, bersihkan pot dan letakkan di ruang dengan suhu kamar. Paling bagus ialah meletakkannya di dekat jendela, supaya mendapat asupan cahaya. Rawat pot-pot kecil ini sampai tumbuh daun-daun mungil.<\/p>\n<h3>Mulai tanam bibit di halaman rumah<\/h3>\n<p>Oiya, sebelum memindahkan ke media tanam yang lebih luas, kita perlu mengetahui syarat tumbuh pohon apel yang baik. Ada tiga aspek yang harus dipenuhi: sinar matahari, tanah, dan luas halaman.<\/p>\n<p>Pastikan halaman rumah terkena sinar matahari yang cukup, minimal 6 jam. Posisi terbaik ialah halaman yang menghadap ke timur, karena sinar matahari pagi akan intens menuju ke sana.<\/p>\n<p>Lanjut, kondisi tanah. Pastikan pH netral dengan tidak ada pupuk kompos, pestisida,\u00a0dan sejenisnya.<\/p>\n<p>Lalu soal luas halaman, karena target tumbuh pohon apel bisa mencapai 6-9 meter tingginya, maka pastikan jarak antar\u00a0tanaman minimal 5 meter (apabila ingin menanam lebih dari satu pohon apel).<\/p>\n<p>Itu tadi soal syarat tumbuh. Sekarang adalah\u00a0memindahkan bibit yang sudah tumbuh daun kecil ke halaman rumah.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pastikan tanah di halaman rumah bersih dari gulma. Buatlah lubang dengan\u00a0kedalaman sedikit melebihi panjang akar bibit. Diameternya juga 2x lebih luas dari diameter batang bibit.<\/p>\n<p>Pindahkan secara hati-hati, tutupi akar dengan tanah gembur. Tambahkan mulsa berupa jerami secara merata untuk menjaga kelembaban tanah.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-menanam-cabai-untuk-pemula\/\">Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b> <\/b>Merawat pohon apel<\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6117\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Pohon-Apel.jpg\" alt=\"Pohon Apel\" width=\"1280\" height=\"817\" \/><\/p>\n<p>Sekarang masuk ke\u00a0tahap perawatan budidaya apel. Apabila pohon apel masih tergolong kecil\/pendek, tidak perlu sering-sering menyiraminya. Cukup pastikan bahwa tanahnya lembab.<\/p>\n<p>Kalau masuk musim panas, baru boleh rutin seminggu sekali menyirami pohon dan tanah di sekitarnya.<\/p>\n<p>Jangan lupa untuk melakukan perawatan terhadap hama dan penyakit tanaman apel. Misalnya, hama tikus dan serangga.<\/p>\n<p>Soal pemupukan, baru boleh memberikan pupuk NPK perbandingan 10:10:10 saat pohon tumbuh sedang.<\/p>\n<p>Oiya, pangkas pula ranting yang sudah lunglai, hampir mati,\u00a0dan sejenisnya. Selain itu, juga dahan yang tumbuhnya tidak sesuai jalur, melingkar, menyilang, dan sebagainya. Pastikan pohon tumbuh dengan rapi.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Sampai di sini pembahasan kita tentang bagaimana cara mudah untuk budidaya apel dari biji. Budidaya yang cukup simpel dan bisa dilakukan sendiri di rumah.<\/p>\n<p>Bagaimana Sobat PTD, tertarik untuk mencobanya?<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tips-membudidayakan-mangga-yang-berbuah-manis\/\">4 Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Ifan Prasya<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong><b>Referensi<\/b><\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-apel<\/li>\n<li>https:\/\/id.wikihow.com\/Menumbuhkan-Pohon-Apel-dari-Biji<\/li>\n<li>http:\/\/balitjestro.litbang.pertanian.go.id\/budidaya-apel\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budidaya apel\u00a0kini makin diminati oleh para keluarga yang ingin rindang halaman rumahnya. Sekaligus juga, ingin menikmati manisnya buah apel yang sehat bergizi secara langsung. Popularitas buah apel memang tak perlu&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6114,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840],"tags":[1155,1157,1158,1156],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Budidaya-Apel-dari-Biji.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6113"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6113"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6186,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6113\/revisions\/6186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}