{"id":6135,"date":"2025-02-10T01:00:34","date_gmt":"2025-02-09T18:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6135"},"modified":"2025-02-10T11:00:10","modified_gmt":"2025-02-10T04:00:10","slug":"5-tips-tanam-brokoli-di-dalam-polybag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-tanam-brokoli-di-dalam-polybag\/","title":{"rendered":"5 Tips Tanam Brokoli di dalam Polybag"},"content":{"rendered":"<p>Aktivitas pertanian yang paling mendasar adalah bercocok tanam, salah satu sayuran yang potensial adalah brokoli.<\/p>\n<p>Brokoli adalah sayuran hijau dengan bentuk yang khas seperti <em><i>kribo<\/i><\/em>. Brokoli juga baik dikonsumsi karena memiliki kandungan vitamin serta antioksidan yang baik untuk kesehatan manusia.<\/p>\n<p>Tidak hanya sehat karena memiliki banyak kandungan nutrisi penting,\u00a0tetapi brokoli juga memiliki rasa yang lezat untuk dikonsumsi.<\/p>\n<p>Brokoli mudah tumbuh dengan pemeliharaan yang mudah. Prospek agribisnis brokoli cukup bagus. Selain ditanam dalam skala usaha dengan lahan yang cukup luas, menanam brokoli juga bisa dilakukan di perkarangan rumah yang kecil, bahkan di perkantoran dan gedung bertingkat sekalipun, dengan menggunakan media tanam tanah di\u00a0dalam polybag.<\/p>\n<p>Tanam brokoli dalam polybag tidak memerlukan keterampilan khusus, sama halnya menanam tanaman lain di dalam polybag. Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berikut ini adalah 5 tips menanam brokoli di dalam polybag.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Persiapan media tanam (polybag)<\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_6137\" aria-describedby=\"caption-attachment-6137\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-6137 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Brokoli-Hidroponik.jpg\" alt=\"Brokoli Hidroponik\" width=\"400\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6137\" class=\"wp-caption-text\"><em>Brokoli Hidroponik<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tanah terlebih dahulu dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman sebelumnya, kemudian dicampur dengan pupuk kandang, sekam,\u00a0dan kapur.<\/p>\n<p>Hal ini dilakukan supaya tanah lebih subur dan tanaman brokoli dapat memberikan\u00a0hasil yang maksimal.\u00a0PH tanah disarankan &gt;\u00a05,5 dan jika lebih rendah,\u00a0sebaiknya lakukan\u00a0pengapuran tanah.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-tepat-membuat-media-semai-hortikultura\/\">Cara Tepat Membuat Media Semai untuk Tanaman Hortikultura<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Memilih varietas<\/span><\/h3>\n<p>Varietas berkepala besar mampu menghasilkan mahkota besar karena varietas ini yang paling umum ditemukan. Varietas ini butuh 50-90 hari untuk panen. Varietas berkepala besar yaitu Arcadia, Belstar, Munchkin, Nutri-Bud,\u00a0dan Packman.<\/p>\n<p>Varietas yang ukuran mahkotanya\u00a0kecil dan lebat\u00a0butuh 50 sampai 90 hari untuk panen. Varietas ini terdiri dari Calabrese, De Cicco, Purple Peacock, dan Purple Sprouting.<\/p>\n<p>Varietas Romanesco cenderung menyukai tanah yang bagus, tumbuh secara berputar, mahkotanya berbentuk kerucut yang enak dan renyah saat dimakan. Varietas jenis ini mengandung banyak air. Yang termasuk ke dalam varietas Romanesco adalah Natalino, Romanesco Italia, dan Veronica.<\/p>\n<p>Varietas brokoli dengan masa panen yang lebih cepat\u00a0yaitu Raab.\u00a0Varietas ini dipanen sebagai tunas untuk membuat brokoli kaya rasa dengan varietas lainnya. Varietas brokoli ini terdiri dari\u00a0Early Fall Rapini, Sessantina Grossa, Sorrento dan Zamboni.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6138\" aria-describedby=\"caption-attachment-6138\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-6138 size-full\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Brokoli-Romanesco.jpg\" alt=\"Brokoli Romanesco\" width=\"1280\" height=\"846\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6138\" class=\"wp-caption-text\"><em>Brokoli Romanesco<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Persiapan dan penanaman benih <\/span><\/h3>\n<p>Benih terlebih dahulu direndam ke dalam air panas bersuhu 55<sup>0<\/sup>C selama 15-30 menit. Bisa juga dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida sesuai dengan dosis anjuran.<\/p>\n<p>Benih yang sudah direndam selanjutnya diseleksi. Biji benih yang baik akan tenggelam sementara yang jelek akan mengapung atau melayang di dalam air.<\/p>\n<p>Benih yang baik tersebut kemudian direndam kurang lebih 12 jam, atau sampai benih terlihat pecah, dengan tujuan agar benih cepat berkecambah.<\/p>\n<p>Kemudian masukkan benih satu per\u00a0satu ke dalam polybag yang telah diisi media tanam sedalam 0,2 \u2013 1,0 cm. Tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang matang. Siramlah benih tersebut pada pagi dan sore\u00a0hari.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/panduan-lengkap-budidaya-caisim-di-pekarangan-rumah\/\">Panduan Lengkap Budidaya Caisim di Pekarangan Rumah<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><span style=\"color: #008000;\"> Pemeliharaan <\/span><\/h3>\n<p>Tahapan pemeliharaan terdiri atas beberapa bagian, diantaranya adalah:<\/p>\n<p><strong>Penyulaman, <\/strong>untuk mengganti tanaman yang rusak atau mati. Penyulaman hanya dapat dilakukan sebelum tanaman berumur 2 minggu.<\/p>\n<p><strong>Perempelan cabang<\/strong> yang dilakukan sedini mungkin agar ukuran dan kualitas bunga yang terbentuk lebih optimal. Setelah terbentuk masa bunga, ikatlah daun\u2013daun tua sehingga bunga dapat ternaungi matahari. Penutupan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.<\/p>\n<p><strong>Pengendalian hama dan penyakit<\/strong> dapat dilakukan lewat rotasi tanaman, sanitasi kebun, menanam kultivar\/varietas yang tahan penyakit. Melakukan sterilisasi media semai, menghindari tanaman dari kerusakan mekanis atau gigitan serangga, mencabut tanaman yang terserang penyakit, serta pengapuran pada tanah masam.<\/p>\n<p>Untuk mencegah serangan hama atau penyakit, lakukan penyemprotan pestisida meskipun belum ada gejala serangan hama. Penyemprotan tersebut dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6140\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Brokoli.jpg\" alt=\"Brokoli\" width=\"1280\" height=\"761\" \/><\/p>\n<p><strong>Penyiangan<\/strong> pertama dilakukan pada 7\u201310 hari setelah tanam, bersamaan dengan penggemburan tanah serta pemupukan. Penyiangan kedua dilakukan pada 20 hari setelah tanam dan penyiangan ketiga pada 30-35 hari setelah masa tanam.<\/p>\n<p>Ketika melakukan penyiangan dan penggemburan, harus dilakukan dengan hati\u2013 hati dan jangan terlalu dalam supaya akar tidak rusak.\u00a0Penyiangan baru dihentikan pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki masa pembungaan).<\/p>\n<p><strong>Pemupukan<\/strong> tambahan pada umur satu minggu, tiga minggu, dan lima minggu setelah tanam. Pupuk susulan diberikan di sekeliling tanaman sejauh 10 \u2013 15 cm dari batang tanaman.<\/p>\n<h3><span style=\"color: #008000;\">Panen dan Pasca Panen<\/span><\/h3>\n<p>Pada saat masa bunga mencapai ukuran maksimal, atau ketika tanaman brokoli telah berumur 55\u2013100 hari, (tergantung varietas \/ kultivar tanaman), barulah brokoli bisa dipanen. Brokoli yang sudah dipanen selanjutnya diletakkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan proses penyortiran.<\/p>\n<p>Sortir dilakukan berdasarkan diameter kepala bunga yang terdiri dari 4 kelas yaitu: &gt;30 cm, 25\u201330 cm, 20\u201325, dan 15\u201320 cm. Untuk penyimpanan, sebaiknya diletakkan di ruang gelap pada temperatur 20<sup>0<\/sup>\u00a0C, kelembaban 75 -85 %, atau di dalam kamar dingin dengan temperatur 4<sup>0<\/sup>\u00a0C dan kelembaban 85-95 %.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah 5 tips mudah untuk tanam brokoli di pekarangan rumah dengan menggunakan polybag. Sangat mudah kan, Sobat PTD? <strong>Silahkan SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-mudah-budidaya-kol\/\">Budidaya Kol Lebih Mudah dengan 5 Langkah Ini<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Hanif Nalas Wafi<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas Payakumbuh<\/em><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong>Referensi:<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-brokoli\">https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam<\/a>-brokoli<\/li>\n<li>Sulistyowati Dyah. 2016. Buletin tani (Ayo Menanam Brokoli). Volume No. XLVIII, Edisi April s\/d Juni 2016 (ISSN 1693 \u2013 816 X). Jawa Timur<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktivitas pertanian yang paling mendasar adalah bercocok tanam, salah satu sayuran yang potensial adalah brokoli. Brokoli adalah sayuran hijau dengan bentuk yang khas seperti kribo. Brokoli juga baik dikonsumsi karena&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6136,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[1161,1162],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Tanam-Brokoli-di-Polybag.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6135"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6135"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6243,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6135\/revisions\/6243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}