{"id":6187,"date":"2024-03-15T01:00:53","date_gmt":"2024-03-14T18:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=6187"},"modified":"2024-03-15T07:48:48","modified_gmt":"2024-03-15T00:48:48","slug":"mengolah-keong-mas-pupuk-organik-cair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengolah-keong-mas-pupuk-organik-cair\/","title":{"rendered":"Cara Mengolah Keong Mas Menjadi Pupuk Organik Cair"},"content":{"rendered":"<p>Pupuk organik sering\u00a0kali digunakan sebagai bahan perawatan tanaman yang baik. Ada banyak cara untuk membuat pupuk organik cair, salah satunya adalah dengan memanfaatkan keong mas.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0hal ini jarang dilakukan oleh banyak orang lantaran minimnya pengetahuan.<\/p>\n<p>Banyak orang yang menganggap bahwa keong mas merupakan hama biasa yang menggangu tanaman. Padahal,\u00a0keong mas bisa dijadikan sebagai pupuk tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.<\/p>\n<p>Penasaran? Berikut ini merupakan cara mengolah keong mas menjadi pupuk organik cair.<\/p>\n<h3>Siapkan Alat dan Bahan<\/h3>\n<p>Anda membutuhkan beberapa alat dan bahan yang digunakan untuk memudahkan proses terintegrasi dalam membentuk pupuk organik cair.<\/p>\n<ul>\n<li>1 kg keong mas yang masih hidup<\/li>\n<li>400 ml molase<\/li>\n<li>2 liter air kelapa<\/li>\n<li>160 ml aktivator<\/li>\n<li>4 liter air tajin (air cucian beras)<\/li>\n<li>Wadah dan plastik penutup<\/li>\n<li>1 botol air mineral berukuran 1 liter<\/li>\n<li>Saringan<\/li>\n<li>Alat penumbuk<\/li>\n<li>Selang kecil<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengolah-tandan-kosong-pupuk-organik\/\">Mengolah Tandan Kosong Menjadi Pupuk Organik<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3>Mengolah Bahan Pupuk Cairan Organik<\/h3>\n<p>Setelah menyiapkan beberapa bahan dan alat yang dibutuhkan, Anda bisa melarutkan kolase ke dalam air bersih\u00a0dan air kelapa\u00a0dalam satu wadah. Sementara itu, air tajin (air cucian beras) dicampur dengan aktivator kemudian\u00a0diamkan selama 1 malam.<\/p>\n<p>Perlu diperhatikan juga, dosis dalam pencampuran bahan harus tepat. Jangan berlebihan\u00a0ataupun kekurangan, karena hal tersebut bisa menyebabkan tanaman menjadi mati.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6189\" aria-describedby=\"caption-attachment-6189\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-6189\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Keong-Mas.jpg\" alt=\"Keong Mas\" width=\"800\" height=\"450\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6189\" class=\"wp-caption-text\"><em>Keong Mas | Foto: kepogaul.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong><b> Campurkan Semua Bahan<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Langkah terakhir untuk membuat pupuk organik dari keong mas\u00a0adalah mencampurkan kedua cairan yang telah dibuat sebelumnya ke dalam satu wadah.<\/p>\n<p>Lalu, masukkan bahan lainnya berupa keong mas yang sudah ditumbuk hingga halus. Setelah itu, aduk semua bahan hingga tercampur rata.<\/p>\n<p>Dengan pupuk organik yang terbuat dari bahan dasar keong mas,\u00a0bisa membuat pertumbuhan tanaman lebih cepat. Hal tersebut karena keong mas memiliki kandungan berupa auksin.<\/p>\n<p>Senyawa tersebut-lah yang mampu menjadi pengurai dalam pengomposan tanah sehingga menjaga kualitas tanah tanaman.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-kulit-pisang-pupuk-organik\/\">Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3>Proses Fermentasi Pupuk<\/h3>\n<p>Setelah semua bahan tercampur dengan rata, masukkanlah ke dalam wadah yang pas (misalnya, ember), kemudian tutup rapat dengan menggunakan plastik dan diikat. Lubangi plastik seukuran selang lalu hubungkan selang ke dalam botol yang sudah diisi air setengah penuh.<\/p>\n<p>Proses fermentasi membutuhkan waktu 10 hingga 15 hari sampai muncul bau khas dari pupuk keong mas tersebut. Untuk mencegah peledakan gas pada pupuk,\u00a0maka Anda harus membuka dan menutup plastik pada\u00a0setiap pagi selama 5 menit.<\/p>\n<h3>Pemanfaatan Pupuk Organik<\/h3>\n<p>Setelah pupuk organik cair yang terbuat dari keong mas berhasil dibuat, Anda\u00a0sudah\u00a0bisa memanfaatkannya pada tanaman. Adapun tanaman yang bisa menggunakan pupuk organik cair diantaranya adalah sayuran, padi, serta tanaman perkebunan lainnya.<\/p>\n<p>Pemberian pupuk bisa dilakukan dengan menyemprotkan pupuk tersebut ke seluruh bagian tanaman hingga merata. Lakukan secara teratur dan berturut-turut agar hasilnya maksimal.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah langkah-langkah membuat pupuk organik cair dari keong mas dengan mudah. Pupuk ini sudah terbukti memberikan hasil yang maksimal dibandingkan dengan pupuk kimia.<\/p>\n<p>Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!<\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-membuat-pupuk-organik-urin-kambing-untuk-hasil-tanam-maksimal\/\">Cara Membuat Pupuk Organik Urin Kambing, Untuk Hasil Tanam Maksimal<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Epin Supini<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/em>https:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-membuat-pupuk-organik-cair-dari-keong-mas-yang-jarang-diketahui<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pupuk organik sering\u00a0kali digunakan sebagai bahan perawatan tanaman yang baik. Ada banyak cara untuk membuat pupuk organik cair, salah satunya adalah dengan memanfaatkan keong mas. Namun,\u00a0hal ini jarang dilakukan oleh&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6188,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[847,1],"tags":[1171,1172,288],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Membuat-Pupuk-Organik-dari-Keong-Mas.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6187"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6187"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6320,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6187\/revisions\/6320"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}